News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Eks Pelatih Timnas Indonesia Beri Saran untuk PT LIB soal Regulasi Pemain U-22 di Liga 1: Lebih Baik Dimatangkan di Liga 2

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Rahmad Darmawan memberikan pandangannya terkait regulasi wajib menurunkan pemain U-22 di Liga 1.
Selasa, 11 Februari 2025 - 07:40 WIB
Mantan pelatih Timnas Indonesia, Rahmad Darmawan
Sumber :
  • ANTARA/IC Senjaya

Jakarta, tvOnenews.com - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Rahmad Darmawan memberikan saran terkait regulasi wajib menurunkan pemain U-22 di Liga 1.

Seperti yang diketahui, PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengeluarkan beberapa aturan atau regulasi di Liga 1 musim 2024-2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

Salah satu aturan itu adalah mewajibkan setaip klub harus memainkan satu pemain U-22 sebagai starter minimal selama 45 menit.

Hal tersebut tentunya membawa dampak positif terhadap para pemain muda Indonesia untuk mendapatkan lebih banyak menit bermain.

Namun, pandangan berbeda justru diutarakan mantan pelatih Timnas Indonesia dan Barito Putera, Rahmad Darmawan.

Rahmad Darmawan mengatakan bahwa para pemain muda lebih baik dimatangkan untuk berkompetisi di Liga 2 alih-alih bermain di Liga 1.

Meski demikian, dirinya tak menutup fakta jika ada pemain muda mumpuni yang bisa menembus skuad utama di tim Liga 1.

Rahmad Darmawan
Rahmad Darmawan
Sumber :
  • Liga Indonesia Baru

 

"Saya rasa mungkin saya lebih menyoroti regulasi itu lebih dimatangkan justru menurut saya di Liga 2 dengan diperbanyak," ujar Rahmad Darmawan saat dihubungi tvOnenews.com, Senin (10/2/2025).

"Jadi untuk Liga 1 itu sebetulnya kalau boleh dibilang ya kalau dia (pemain) memang mampu dan siap untuk bermain di senior di Liga 1 kenapa tidak gitu," tambahnya.

Lebih lanjut, pelatih yang akrab disapa RD itu menyebut alangkah lebih baik para pemain muda diberikan ruang seluas-luasnya saat bermain di Liga 2.

Dirinya bahkan menyarankan adanya regulasi untuk memainkan tiga hingga lima pemain yang harus diturunkan di setiap pertandingan.

"Tetapi kalau yang lebih ditekankan menurut saya di Liga 2 mereka betul-betul diberikan ruang seluas-luasnya di situ," jelas RD.

"Bahkan, mungkin ada regulasi minimal harus mungkin 3-5 pemain yang harus dimainkan," lanjutnya.

Kendati begitu, dirinya tetap mengakui jika regulasi baru di Liga 1 itu sangat efektik dan berdampak bagi para pemain muda.

RD pun memberikan contoh yang terjadi saat dirinya masih aktif menjabat sebagai pelatih di Barito Putera.

Ia menjelaskan bahwa ada satu pemain muda yang kerap dirinya andalkan jika tak mendapatkan panggilan Timnas Indonesia U-20.

Pemain itu adalah Iqbal Gwijangge, sang gelandang Timnas Indonesia U-20 yang membela klub Barito Putera.

"Kalau sejauh ini memang cukup efektif karena contoh, saya ketika di Barito itu si Gwijangge," kata RD.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hampir secara reguler ketika dia tidak terpanggil Timnas, dia main sama saya," tutupnya.

(igp/yus)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

Pihaknya telah menyampaikan sejumlah dalil yang didukung dokumen, bukti tertulis, keterangan saksi, serta ahli.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Tanpa tolok ukur teknis yang jelas, risiko kebocoran data dan serangan siber dapat meningkat drastis, mengancam kepercayaan publik terhadap sistem digital. Keamanan tidak
Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Bagi yang sedang mengincar promosi atau mendambakan perubahan karier yang signifikan, hari ini bisa menjadi momentum emas. Berikut prediksi karier weton besok.

Trending

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Kelakuan Shin Tae-yong yang masih sering bolak-balik ke Indonesia meski jabatannya di skuad Merah-putih sudah digantikan John Herdman bikin keluarganya heran.
Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Kasus pelecehan seksual FH UI mengungkap fakta mengejutkan, pelaku diduga anak polisi, TNI hingga pejabat kampus. Publik soroti transparansi.
Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro akui Megawati Hangestri sebagai aset penting tim meski masih dalam pemulihan cedera lutut, performanya krusial di Proliga.
Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Nama Maarten Paes kembali jadi sorotan panas di Belanda usai performanya bersama Ajax menuai kritik tajam dari media setempat. Jurnalis Belanda blak-blakan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT