Bung Ferry Bela Thomas Doll Usai Persija Tahan Rizky Ridho ke Timnas U-23
- Persija
Bung Ferry menekankan bahwa nasionalisme itu sesuatu yang abstrak. Bisa saja nasionalisme luntur hanya karena menggunakan pakaian Eroopa atau menonton Liga Eropa.
Persija Bayar Mahal untuk Gunakan Jasa Pemain
Bung Ferry kemudian membahas soal Persija. Nama seperti Atep dan M. Robbi di awal 2000-an sempat tak bisa memperkuat Persija selama satu musim penuh karena timnas.
"Praktis Persija bayar mahal mereka tapi hanya sedikit peluang untuk mendapatkan jasa mereka. Harusnya pemain yang sudah masuk tim nasional senior tidak usah lagi dipanggil ke junior," kata Bung Ferry.
Bung Ferry mengakui seharusnya timnas bisa mengoptimalkan pemain lain sehingga klub tetap bisa bersaing di kompetisi.
"Kalau dibalik gimana? Seorang STY punya gudang pemain yang jauh lebih besar daripada pelatih klub. Bila 1-2 orang tidak memenuhi panggilan, masa sih dia tidak mampu menggunakan pemain lain agar Tim Nasional tetap tangguh?" tanya Bung Ferry.
Bung Ferry mengakui penyakit yang ada dalam pemanggilan timnas ini adalah komunikasi dan prioritas prestasi.
Bung Ferry mengingatkan sudah seharusnya program timnas didiskusikan dengan pemilik klub dan pelatih soal target timnas yang ingin dicapai.
"Dari sana baru kita bisa menyusun jadwal kompetisi agar tidak berbenturan dengan target yang diinginkan," kata Bung Ferry.
"Ketika semua sudah dikomunikasikan dengan baik, tidak ada lagi perdebatan di muka publik, tidak ada lagi ancam mengancam dan tidak ada lagi yang merasa paling nasionalis. Kemampuan seseorang berkomunikasi menggambarkan tingkat intelektual orang tersebut," kata Bung Ferry. (hfp)
Load more