Nasib, Elkan Baggott Naik Kasta tapi Ole Romeny Justru Terjun Bebas Jelang FIFA Matchday 2026?
- Instagram Elkan Baggott / Ole Romeny
Ada pula kemungkinan lain jika West Bromwich Albion mendapat pengurangan poin akibat pelanggaran finansial. Namun, jarak delapan poin membuat peluang tersebut terbilang kecil.
Dari sisi individu, Ole Romeny juga belum mampu mengunci posisi utama. Ia hanya tampil dalam 15 pertandingan Championship dan dua laga Piala FA, lebih sering menjadi opsi rotasi dalam skuad asuhan Matt Bloomfield.
Jika situasi ini tak berubah, Oxford berpotensi turun ke League One, kasta ketiga sepak bola Inggris. Ini tentu menjadi pukulan bagi karier Romeny yang tengah berusaha konsisten di level kompetitif.
- Instagram @oufcofficial
Perbedaan nasib antara Elkan Baggott dan Ole Romeny menjadi cerminan kompleksitas proyek naturalisasi Timnas Indonesia.
Di satu sisi, pemain seperti Baggott berada di lingkungan elite, tetapi minim menit bermain. Di sisi lain, Romeny mendapatkan jam terbang lebih banyak, tetapi di tim yang berjuang menghindari degradasi.
Bagi John Herdman, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam menentukan komposisi skuad terbaik. Apakah ia akan memilih pemain dari klub elite meski jarang tampil, atau pemain dengan menit bermain tinggi tetapi di level kompetisi lebih rendah?
Sebagai perbandingan, banyak pelatih modern lebih mengutamakan match fitness dibanding status klub. Artinya, konsistensi bermain bisa lebih penting dibanding sekadar berada di tim besar.
Menjelang FIFA Matchday 2026, keputusan ini akan sangat krusial. Terlebih, Timnas Indonesia tengah membangun identitas permainan yang menuntut intensitas tinggi dan kesiapan fisik optimal.
Dengan kondisi terkini, Elkan Baggott berpeluang mencicipi Premier League, sementara Ole Romeny harus berjuang menghindari degradasi ke League One.
Dua jalur berbeda ini tidak hanya menentukan masa depan karier mereka, tetapi juga bisa berdampak langsung pada peta kekuatan Timnas Indonesia di era John Herdman. (udn)
Load more