Jay Idzes Akhirnya Jujur, Usai Timnas Indonesia Gagal di Final FIFA Series 2026: Kami Kehilangan Mimpi untuk ke Piala Dunia 2026
- instagram Jay Idzes
tvOnenews.com - Bek sekaligus kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, mengungkapkan bahwa kehadiran John Herdman membawa energi baru ke dalam tubuh skuad Garuda.
Pernyataan ini muncul meski Indonesia harus puas sebagai runner-up FIFA Series 2026 setelah kalah tipis 0-1 dari Bulgaria di partai final.
Debut Herdman bersama Timnas Indonesia memang belum berbuah gelar, namun perubahan yang ia bawa mulai terasa.
Dalam dua laga awalnya, termasuk kemenangan meyakinkan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis, terlihat adanya pendekatan taktik baru yang mulai dipahami para pemain.
Idzes pun menilai bahwa proses adaptasi berjalan cukup positif, meski masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki.
Adaptasi Cepat di Era Baru Herdman
Sejak ditunjuk pada Januari 2026, Herdman langsung dihadapkan pada tantangan membangun ulang chemistry tim.
FIFA Series 2026 menjadi panggung awal bagi pelatih asal Kanada tersebut untuk menerapkan ide-idenya.
Indonesia tampil dominan di semifinal dengan kemenangan telak atas Saint Kitts and Nevis. Namun, di final, skuad Garuda harus mengakui keunggulan Bulgaria melalui gol penalti tunggal.
Meski hasil akhir tidak sesuai harapan, Idzes melihat adanya perkembangan signifikan dalam permainan tim.
"Kita bisa memperbaiki banyak hal, tentu saja, karena ini pertama kalinya dengan pelatih baru. Dia punya banyak hal baru yang ingin dia lakukan dan coba, dan saya pikir kita melakukannya dengan sangat baik dalam banyak hal," kata Idzes usai laga kontra Bulgaria, Selasa, 31 Maret 2026.
Menurutnya, perubahan yang dibawa Herdman mulai terlihat, terutama dalam cara tim membangun permainan dan menjaga organisasi di lapangan.
- instagram Jay Idzes
Evaluasi Lini Serang dan Konsistensi Permainan
Meski menunjukkan perkembangan, Idzes tidak menutup mata terhadap kekurangan tim, khususnya di sektor penyerangan. Ia menilai efektivitas dalam menciptakan peluang masih perlu ditingkatkan jika ingin bersaing di level internasional.
"Tapi kita tentu saja bisa meningkatkan kemampuan menyerang dan menciptakan peluang, serta menggagalkan peluang lawan. Saya pikir bagian permainan itu sudah kita lakukan dengan cukup baik, tetapi kita bisa meningkatkannya lagi," ujarnya.
Dalam dua pertandingan tersebut, Herdman mempertahankan sejumlah pemain inti seperti Idzes, Rizky Ridho, Calvin Verdonk, Kevin Diks, Ole Romeny, dan Ramadhan Sananta.
Kombinasi ini dinilai cukup solid, namun kekalahan dari Bulgaria menjadi pengingat bahwa efektivitas dan konsistensi tetap menjadi pekerjaan rumah utama bagi tim.
Energi dan Semangat Herdman Jadi Pembeda
Selain aspek taktik, Idzes juga menyoroti karakter Herdman yang penuh semangat. Ia menilai energi yang dibawa sang pelatih memberikan dampak positif bagi mentalitas tim.
"Ya, dia memang punya semangat yang tinggi. Saya juga bermain di Italia selama tiga tahun, jadi saya tahu di sana para pelatih dan orang-orangnya sangat bersemangat. Jadi, ya, senang melihatnya. Senang melihatnya," ujar Idzes.
Menurutnya, gairah tersebut menjadi suntikan motivasi yang dibutuhkan Timnas Indonesia untuk berkembang lebih jauh. Para pemain kini dituntut untuk cepat beradaptasi dengan filosofi baru yang dibawa Herdman.
“Kami tentu masih bisa meningkatkan banyak hal, karena ini adalah pertama kalinya bersama pelatih baru. Dia punya banyak hal baru yang ingin diterapkan dan dicoba, dan saya pikir kami sudah melakukannya dengan sangat baik dalam banyak aspek,” tutur Idzes.
Bagi Idzes, FIFA Series 2026 bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga momen emosional untuk kembali berkumpul dengan rekan-rekannya setelah sempat absen selama beberapa bulan.
Bang Jay mengaku rindu mengenakan seragam Timnas Indonesia dan bermain bersama skuad Garuda, terlebih setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 yang masih menyisakan kekecewaan.
“Saya rasa yang paling penting adalah bisa kembali berkumpul bersama tim. Terakhir kali kami bersama itu di Arab Saudi. Tentu saja kami kehilangan mimpi untuk ke Piala Dunia 2026. Dalam beberapa bulan terakhir saya banyak berbicara dengan rekan setim. Mereka semua menunggu untuk kembali dan berkumpul lagi, bermain bersama, dan bermain untuk semua orang. Bisa kembali ke sini, memakai jersi ini lagi, saya sangat merindukannya,” ungkap Idzes.
Meski hanya finis sebagai runner-up, era baru di bawah John Herdman memberikan harapan besar bagi masa depan Timnas Indonesia.
Dengan kombinasi energi baru, pendekatan taktik modern, serta semangat para pemain, skuad Garuda diyakini mampu tampil lebih kompetitif di turnamen berikutnya. (udn)
Load more