News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terkuak! Dahulu Jay Idzes Jadi Gelandang, Kapten Timnas Indonesia itu Buka-bukaan Sempat Kecewa Digeser sebagai Bek

Kapten Timnas  Indonesia, Jay Idzes membongkar fakta mengejutkan sebelum jadi bek tangguh di dalam karier profesionalnya, pernah sebagai gelandang bertahan.
Senin, 27 Oktober 2025 - 10:35 WIB
Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes
Sumber :
  • Instagram @jayidzes

tvOnenews.com - Kapten Timnas  Indonesia, Jay Idzes membongkar fakta mengejutkan sebelum menjadi bek tangguh di dalam karier profesionalnya.

Sebagaimana diketahui, Jay Idzes setelah sibuk membela Timnas Indonesia di round 4 kini kembali bercokol di Serie A bersama Sassuolo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Sassuolo, Jay Idzes telah bermain sebanyak tujuh caps di Serie A musim 2025/2026.

Walau sempat absen di pekan pertama saat Sassuolo kontra Napoli, Jay Idzes sebagai salah satu pemain Timnas Indonesia tak tergantikan di Serie A.

Geliatnya sebagai benteng pertahanan sudah terbukti sejak berada di Venezia, sehingga ia berhasil memikat pelatih Sassuolo, Fabio Grosso.

Pemain Sassuolo, Jay Idzes
Pemain Sassuolo, Jay Idzes
Sumber :
  • Facebook - Sassuolo

 

Dalam hal ini, Jay Idzes sudah menjadi starter dalam line up kesebelasan pertama Sassuolo sampai pekan ke-8 Serie A.

Di balik ketangguhannya sebagai bek profesional di Sassuolo, Jay Idzes di dalam kariernya ternyata pernah mengisi posisi gelandang.

Merujuk dari laman resmi Sassuolo, Senin (27/10/2025), mantan pemain Venezia itu membagikan kisah perjalanan kariernya selama di olahraga sepak bola.

Salah satu cerita yang unik yakni ketika menceritakan posisi sebenarnya dalam bermain sepak bola, yakni pernah menjadi seorang gelandang pengatur lapangan.

"Saya berganti posisi di tahun 2021," ungkap Jay Idzes.

Saat itu Jay Idzes menggunakan nomor punggung 6 sebagai andalannya ketika main di level akademi.

Pemain kelahiran asal Belanda itu kerap kali menyaring serangan musuh ketika menjadi gelandang bertahan.

Sebelum masuk ke lini pertahanan tim, Jay Idzes telah menghalau untuk mengantar bola ke lini depan.

Sayangnya peran sebagai gelandang telah berakhir ketika berseragam bersama Go Ahead Eagles.

Kebetulan saat itu Jay Idzes bermain selama tiga musim dari 2020 hingga 2023.

"Ketika itulah saya mulai berganti peran karena pelatih saya di awal musim," ujar dia.

Kapten Timnas Indonesia itu mengutarakan alasan dirinya harus bertahan sebagai bek tengah tangguh di Go Ahead Eagles.

"Ketika kami promosi, (pelatih) memberi tahu saya, kalau saya tidak akan punya banyak ruang (bermain) di lini tengah lagi," jelasnya.

Pada saat itu persaingan di lini tengah sangat ketat, sehingga Jay Idzes digeser ke lini pertahanan yang kebetulan kosong.

"Dan karena kami tidak punya (pilihan sebagai) bek," lanjutnya.

Pemain kelahiran asal Mierlo, Belanda itu mengaku sempat kecewa karena bermain tidak berada di posisi semestinya.

Menurut penuturannya, Jay Idzes mulanya tidak menempatkan posisi bek sebagai favoritnya.

"Awalnya, saya agak kecewa karena saya ingin terus bermain sebagai gelandang," tegasnya.

Namun lama kelamaan, Jay Idzes mulai mempelajari dan mendapat ilmu banyak sebagai bek berkualitas sejak di Go Ahead Eagles.

"Saya berkesempatan main sebagai bek tengah dalam banyak pertandingan," terangnya.

Seiring berjalannya waktu, Jay Idzes mempunyai bekal yang banyak dan dikenal menjadi bek tengah tangguh berangkat dari Eredivisie.

Hal ini terbukti dalam perjuangan Jay Idzes membawa Venezia promosi ke Serie A musim 2024/2025.

"Saya mendapatkan pengalaman sebelum datang ke Italia. Pengalaman itu sangat membantu saya. Saya juga sering bermain dengan Sam Beukema, yang sekarang bermain untuk Napoli," bebernya.

"Dia juga banyak membantu saya dalam prosesnya," tukasnya.

(hap)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Testing Embed Social Media

Testing Embed Social Media

Testing Embed Social MediaTesting Embed Social MediaTesting Embed Social Media
Dedi Mulyadi Tiba-tiba Berhenti Berkuda saat Lihat Ibu Korban Tabrak Lari, Langsung Beri Bantuan Rp10 Juta

Dedi Mulyadi Tiba-tiba Berhenti Berkuda saat Lihat Ibu Korban Tabrak Lari, Langsung Beri Bantuan Rp10 Juta

​​​​​​​Dedi Mulyadi berhenti berkuda saat melihat ibu korban tabrak lari di Sumedang, langsung beri bantuan Rp10 juta dan lanjutkan agenda kirab budaya.
Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam menyoroti polemik yang melibatkan Dean James, yang disebut berpotensi memicu kekacauan di Eredivisie akibat sengketa status kelayakan bermain.
Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Media Vietnam menyoroti skuad Timnas Indonesia jelang Piala ASEAN 2026, dengan perhatian utama tertuju pada Marselino Ferdinan sebagai satu-satunya pemain yang.
Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri membongkar kasus penyalahgunaan gas LPG subsidi di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (2/5/2026). Dalam hal ini, dua orang pelaku berhasil diamankan.
Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mencatat sebanyak 42 calon jemaah haji non prosedural telah dicegah keberangkatannya ke Tanah Suci sejak awal masa haji 2026.
background

Pekan ke-32

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT