AFC Akhirnya Angkat Bicara Soal Putusan CAS yang Tangguhakan Sanksi Larangan Bermain 7 Pemain Naturalisasi Bodong Timnas Malaysia
- AFC
Jakarta, tvOnenews.com - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) kini bergerak cepat meminta penjelasan resmi dari Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) terkait situasi yang berpotensi menimbulkan kekacauan kompetisi. Permintaan klarifikasi ini difokuskan pada skenario yang bisa terjadi selama masa interim apabila sanksi disipliner pemain pada akhirnya diputuskan berlaku.
Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul, menilai kondisi tersebut membuka celah persoalan hukum sekaligus teknis yang tidak sederhana. Ia menegaskan bahwa klub dan pemain berada dalam posisi berisiko saat tetap berlaga sembari menunggu hasil banding atas hukuman yang sedang diproses.
Menurut Windsor, masalah paling krusial justru muncul pada periode sementara, yakni ketika pemain mendapat izin tampil setelah penangguhan eksekusi sanksi. Fase ini dianggap rawan karena status pemain belum sepenuhnya aman secara regulasi.
“Ada risiko signifikan ketika pemain terus bermain di bawah masalah disiplin,” ujarnya dikutip dari media Malaysia, The Stad.
Ia menambahkan bahwa izin bermain sementara bukan jaminan hasil akhir akan berpihak pada pemain tersebut. Dengan keputusan Court of Arbitration for Sport yang dijadwalkan keluar pada 25 Februari, AFC menilai potensi dampaknya sangat luas. Putusan yang merugikan pemain bisa memicu persoalan lanjutan dalam penyelenggaraan kompetisi.
“Jika seorang pemain kalah dalam kasus tersebut setelah bermain selama periode interim itu, hal itu akan menimbulkan masalah praktis bagi penyelenggara,” kata Windsor.
Situasi ini dinilai dapat memicu perdebatan serius mengenai validitas pertandingan. Ketidakjelasan juga menyentuh aspek hasil laga dan posisi klasemen jika sanksi akhirnya diberlakukan kembali. AFC menilai integritas turnamen bisa dipertanyakan apabila tidak ada kejelasan hukum sejak awal.
“Periode ketidakpastian tidak dapat dihindari begitu penangguhan diberikan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari proses banding itu sendiri. Lebih lanjut, Windsor menegaskan tanggung jawab sepenuhnya berada pada klub dan pemain yang mengambil keputusan. AFC dan penyelenggara kompetisi tidak akan menanggung risiko yang muncul dari penggunaan pemain bermasalah.
“Tanggung jawab selalu berada di pundak klub dan para pemain. Penyelenggara tidak menanggung risikonya,” tegasnya.
Ia juga memastikan tidak akan ada regulasi khusus yang dibuat untuk mengamankan posisi klub. AFC tetap berpegang pada aturan induk yang telah ditetapkan.
“Kami akan mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh AFC dan FIFA. Tidak akan ada peraturan terpisah yang dibuat untuk melindungi klub dari risiko ini,” jelas Windsor.
Sebagai langkah antisipasi, AFC secara resmi telah mengirim surat ke CAS untuk meminta kepastian hukum. Fokus utama adalah dampak pertandingan selama masa interim dan kemungkinan adanya dispensasi terbatas.
“Sampai kita mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu, risikonya sepenuhnya tetap berada pada para peserta,” pungkasnya.
Dalam konteks regional, Johor Darul Ta'zim menjadi salah satu klub yang terdampak langsung. Tiga pemain mereka, Joao Figueiredo, Hector Hevel, dan Jon Irazabal, masih diperbolehkan tampil di ajang AFC Champions League Elite serta Shopee Cup sambil menunggu putusan akhir. (fan)
Load more