Isu Panas Piala Dunia 2026: Raksasa Eropa Bisa Absen, Ada Apa dengan Amerika Utara?
- Amber Searls-Imagn Images/File Photo
Jakarta, tvOnenews.com - Menjelang pelaksanaan Piala Dunia 2026, sepak bola Eropa tengah diwarnai perdebatan serius terkait kemungkinan sejumlah tim raksasa seperti Inggris, Jerman, hingga Prancis absen dari ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan skala terbesar sepanjang sejarah, melibatkan 48 tim peserta dan total 104 pertandingan.
Di balik antusiasme terhadap format baru tersebut, isu non-teknis justru mulai mencuat dan menjadi perhatian sejumlah federasi sepak bola Eropa.
Beberapa perkembangan geopolitik dan hubungan antara negara-negara Eropa dengan Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah disebut-sebut berpotensi memengaruhi aspek perjalanan, persiapan, hingga kondisi mental tim peserta.
Di Jerman, wacana terkait Piala Dunia 2026 menjadi perbincangan hangat di berbagai media olahraga nasional. Meski Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) belum mengeluarkan pernyataan resmi, sejumlah pengamat menilai Die Mannschaft perlu mempertimbangkan banyak faktor sebelum berlaga di Amerika Utara.
Padahal, Jerman dikenal sebagai salah satu negara dengan rekor kualifikasi Piala Dunia paling konsisten. Sejak edisi perdana 1930, Jerman hanya dua kali absen dari turnamen tersebut, sehingga kemungkinan mereka tidak tampil dianggap sebagai skenario yang sangat kecil.
Sementara itu, Prancis dengan cepat meredam spekulasi. Menteri Olahraga Prancis, Marina Ferrari, menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana untuk memboikot Piala Dunia 2026.
“Saat ini, Kementerian tidak memiliki niat untuk memboikot Piala Dunia 2026. Piala Dunia adalah ajang yang sangat penting bagi para penggemar, dan olahraga harus dipisahkan dari faktor-faktor non-profesional,” tegas Ferrari.
Pernyataan tersebut menegaskan sikap Prancis yang ingin melindungi hak para pemain untuk tetap berkompetisi di level tertinggi.
Nama Inggris juga sempat dikaitkan dengan skenario serupa. Meski Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) belum memberikan tanggapan resmi, beberapa kalangan legislatif dan media menilai partisipasi di Piala Dunia 2026 perlu dikaji secara matang. Namun, dengan status sebagai salah satu kandidat juara serta generasi pemain yang tengah berada di puncak performa, Inggris tetap diprediksi akan ambil bagian.
Berbeda dengan negara lain, Belanda menjadi salah satu federasi yang sudah memberikan pernyataan terbuka. Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB), Gijs de Jong, menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti arahan dari badan sepak bola dunia.
“Kami selalu bekerja sama erat dengan FIFA dan UEFA, dan prioritas utama kami adalah agar para pemain dapat fokus sepenuhnya pada sepak bola,” ujar De Jong. Ia menambahkan bahwa misi utama Belanda adalah Piala Dunia serta menjunjung nilai-nilai inti olahraga seperti dialog dan koneksi.
Menurut laporan media Eropa, sekitar 20 federasi sepak bola disebut telah menggelar diskusi internal untuk membahas berbagai kemungkinan menjelang Piala Dunia 2026. Kendati demikian, FIFA dikabarkan tidak terlalu mengkhawatirkan potensi penarikan diri massal dan tetap optimistis turnamen akan diikuti tim-tim papan atas dunia.
Meski spekulasi terus berkembang, mayoritas pengamat meyakini Inggris, Jerman, Prancis, dan Belanda tetap akan tampil di Piala Dunia 2026. Namun, munculnya isu ini menunjukkan bahwa turnamen mendatang menghadapi tantangan besar, sekaligus menjadi pengingat bagi FIFA untuk memastikan pesta sepak bola dunia tersebut berjalan dengan semangat sportivitas yang sejati.
Load more