News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kiamat Sepak Bola Malaysia! 7 Pemain Naturalisasi Disanksi FIFA, Nilai Transfer Anjlok Maksimal

Nasib tujuh pemain naturalisasi Malaysia semakin terpuruk setelah Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menjatuhkan sanksi berat akibat pelanggaran regulasi.
Selasa, 23 Desember 2025 - 21:26 WIB
Ilustrasi pemain naturalisasi Malaysia.
Sumber :
  • instagram FAM Malaysia

Jakarta, tvOnenews.com - Nasib tujuh pemain naturalisasi Malaysia semakin terpuruk setelah Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menjatuhkan sanksi berat akibat pelanggaran regulasi.

Tak hanya didenda dan dilarang bermain, ketujuh pemain tersebut kini menerima konsekuensi serius lainnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan pembaruan terbaru situs Transfermarkt, nilai transfer tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang disanksi FIFA resmi dihapus sepenuhnya dan disesuaikan menjadi nol.

Adapun tujuh pemain yang dimaksud adalah Hector Hevel, Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Jon Irazabal, Joao Figueiredo, dan Imanol Machuca. 

Seluruhnya tercatat tidak lagi memiliki nilai pasar di bursa transfer internasional.

Dari daftar tersebut, Imanol Machuca sebelumnya menjadi pemain dengan nilai transfer tertinggi, yakni mencapai 2,3 juta euro. Di bawahnya menyusul Joao Figueiredo yang memperkuat Johor Darul Tazim dengan nilai 1,85 juta euro. 

Kemudian Facundo Garces senilai 930 ribu euro, Jon Irazabal 550 ribu euro, Rodrigo Holgado 420 ribu euro, Hector Hevel 370 ribu euro, serta Gabriel Palmero yang terakhir dengan nilai 46 ribu euro.

Penghapusan nilai transfer ini menjadi pukulan telak bagi para pemain naturalisasi tersebut. 

Pasalnya, nilai pasar yang mereka raih sebelumnya didapat melalui proses kompetisi panjang dan persaingan ketat di level klub maupun internasional.

Sebelumnya, FIFA menjatuhkan sanksi skorsing selama 12 bulan kepada ketujuh pemain tersebut serta denda sebesar 10.560 ringgit Malaysia per orang. 

Hukuman itu dijatuhkan karena mereka terbukti melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA terkait pemalsuan dokumen.

Tak lama setelah keputusan itu diumumkan, ketujuh pemain tersebut langsung berstatus tanpa klub dan tidak dapat melanjutkan karier profesional mereka selama masa hukuman berlangsung.

Sementara itu, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) diketahui telah mengajukan banding ke Mahkamah Arbitrase Olahraga (CAS) sebagai upaya terakhir. 

Namun, peluang banding tersebut dikabarkan tidak terlalu besar untuk membuahkan hasil positif.

Mengutip laporan, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) bahkan disebut telah menyiapkan dokumen sanksi terhadap FAM dan hanya menunggu putusan final dari CAS. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika hal itu terjadi, tim nasional Malaysia terancam menerima kekalahan 0-3 dalam dua laga kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Nepal dan Vietnam.

Hukuman tersebut disebut serupa dengan sanksi yang sebelumnya dijatuhkan FIFA kepada Malaysia dalam pertandingan persahabatan, yang membuat posisi Harimau Malaya kian terjepit di pentas sepak bola Asia.

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT