News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ultras Thailand Resmi Boikot SEA Games 2025 Karena Tiket Pertandingan Gratis

Otoritas SEA Games dan Pemerintah Thailand resmi menggratiskan seluruh tiket pertandingan sepak bola dan futsal. Sayangnya, hal ini tak membuat Ultras Thailand mau mendukung langsung pertandingan ini di dalam stadion. 
Selasa, 2 Desember 2025 - 05:33 WIB
Ultras Thailand Resmi Boikot SEA Games 2025 Karena Tiket Pertandingan Gratis
Sumber :
  • Changsuek

Jakarta, tvOnenews.com - Ultras Thailand resmi memboikot gelaran SEA Games 2025. Pendukung militan Timnas Thailand ini dipastikan absen di stadion setelah polemik tiket pertandingan gratis di cabang olahraga sepak bola dan futsal

Otoritas SEA Games dan Pemerintah Thailand resmi menggratiskan seluruh tiket pertandingan sepak bola dan futsal. Sayangnya, hal ini tak membuat Ultras Thailand mau mendukung langsung pertandingan ini di dalam stadion. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ternyata, salah satu syarat untuk mendapatkan tiket pertandingan sepak bola dan futsal gratis adalah pengisian data diri yang ternyata terlalu bersifat pribadi. 

Di saat yang sama, Thailand tengah mengalami krisis kebocoran data yang membuat suporter ragu untuk memberikan data pribadi mereka hanya demi mendapatkan tiket gratis. 

Dilansir dari laman Tuoitre, Ultras Thailand mendesak PSSI-nya Thailand maupun otoritas SEA Games untuk mencabut syarat tersebut. 

"Kami tidak akan memasuki lapangan sepak bola dan futsal di SEA Games sampai otoritas olahraga Thailand mengubah regulasi dengan tidak melanggar hak suporter," tulis Ultras Thailand, dikutip Selasa (2/12/2025). 

Mereka menilai memberikan informasi pribadi demi tiket pertandingan sama saja dengan melanggar kebebasan penonton. 

"Di era di mana informasi pribadi mudah diretas dan bocor, perilaku ini secara langsung membuat orang berisiko diserang oknum tak bertanggung jawab," lanjut Ultras Thailand. 

Selain karena alasan data pribadi yang rawan bocor, Ultras Thailand memiliki alasan yang masuk akal dan berkaitan dengan budaya mendukung mereka di venue. 

Ternyata, penyelenggara SEA Games ingin menyimpan tim tamu di belakang gawang yang mana selama ini menjadi tempat bagi Ultras Thailand. 

Posisi tersebut membuat Ultras Thailand menjadi pemain ke-12 untuk membantu Thailand dengan menekan lini belakang lawan lewat yel-yel yang menyudutkan tim lawan. 

Tekanan dari suporter ini seringkali menjadi mimpi buruk bagi tim lawan. Sayangnya, keinginan otoritas SEA Games untuk menaruh suporter lawan di belakang gawang mencoreng esensi dalam Ultras Thailand bertugas sebagai pemain ke-12. 

"Kami mendukung Timnas Thailand, tapi kami tidak akan menyerah untuk mendesak perbaikan syarat data pribadi ini. Kami akan tetap datang ke stadion, tapi tak akan mengambil tiket ampai pihak terkait menghentikan aturan ini," tegas Ultras Thailand. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Thailand memang membutuhkan banyak suporter karena tim tampil di Stadion Nasional Rajamangala yang berkapasitas hingga 50 ribu penonton. 

Walau tiket dijual secara gratis, namun laporan menunjukkan bahwa tak ada antusiasme tinggi dari pertandingan perdana Thailand melawan Timor Leste pada Rabu (3/12/2025) mendatang. (hfp)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

Pihaknya telah menyampaikan sejumlah dalil yang didukung dokumen, bukti tertulis, keterangan saksi, serta ahli.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Tanpa tolok ukur teknis yang jelas, risiko kebocoran data dan serangan siber dapat meningkat drastis, mengancam kepercayaan publik terhadap sistem digital. Keamanan tidak
Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Bagi yang sedang mengincar promosi atau mendambakan perubahan karier yang signifikan, hari ini bisa menjadi momentum emas. Berikut prediksi karier weton besok.

Trending

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Kelakuan Shin Tae-yong yang masih sering bolak-balik ke Indonesia meski jabatannya di skuad Merah-putih sudah digantikan John Herdman bikin keluarganya heran.
Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Kasus pelecehan seksual FH UI mengungkap fakta mengejutkan, pelaku diduga anak polisi, TNI hingga pejabat kampus. Publik soroti transparansi.
Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro akui Megawati Hangestri sebagai aset penting tim meski masih dalam pemulihan cedera lutut, performanya krusial di Proliga.
Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Nama Maarten Paes kembali jadi sorotan panas di Belanda usai performanya bersama Ajax menuai kritik tajam dari media setempat. Jurnalis Belanda blak-blakan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT