News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

FIFA Sudah Beri Bukti Kuat! Eks Sekjen FAM Desak Malaysia Akui Kesalahan Soal Pemain Naturalisasi

Mantan Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), Datuk Seri Azzuddin Ahmad, mengingatkan adanya potensi konsekuensi serius jika FAM tetap bersikeras menentang sanksi yang dijatuhkan oleh FIFA terkait kasus pemain naturalisasi.
Kamis, 6 November 2025 - 02:34 WIB
Ilustrasi pemain naturalisasi Malaysia.
Sumber :
  • instagram FAM Malaysia

Jakarta, tvOnenews.com - Mantan Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), Datuk Seri Azzuddin Ahmad, mengingatkan adanya potensi konsekuensi serius jika FAM tetap bersikeras menentang sanksi yang dijatuhkan oleh FIFA terkait kasus pemain naturalisasi.

Menurut Azzuddin, langkah FAM yang berencana membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) merupakan tindakan berisiko tinggi dan justru dapat memperburuk situasi sepak bola Malaysia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“FIFA telah menolak banding FAM. Sesuai prosedur, hanya ada satu jalan terakhir CAS. Keputusan untuk melanjutkan atau tidak berada di tangan FAM, tetapi menurut saya, itu bukan solusi terbaik,” ujar Azzuddin, dikutip dari media lokal, Rabu (5/11).

Ia menegaskan bahwa melawan keputusan FIFA hanya akan memperpanjang krisis dan berpotensi membuat Malaysia mendapat hukuman tambahan.

“Ini berarti organisasi kami bisa ditangguhkan. Jika itu terjadi, semua kegiatan sepak bola, termasuk M-League, akan segera dihentikan. Itu hal terakhir yang ingin saya lihat,” ucapnya.

Azzuddin menyarankan agar FAM mengambil pendekatan yang lebih realistis dan terbuka, bukan konfrontatif.

“Pendekatan terbaik adalah dengan rendah hati mengakui adanya kesalahan. Tidak perlu menggunakan kata ‘kecurangan’, cukup akui saja adanya kelalaian,” ujarnya.

Ia juga menyebut bukti dan dokumen yang diajukan FIFA dalam kasus ini “jelas dan sulit dibantah.”

Menurutnya, jika FAM terus melanjutkan sengketa ke CAS, hal itu dapat memunculkan pertanyaan hukum baru dan bahkan berpotensi menyeret lembaga pemerintah Malaysia seperti Biro Registrasi Nasional dan Biro Imigrasi.

“Jika kasus ini terus berlanjut, saya khawatir akan menimbulkan pertanyaan lebih lanjut dan bahkan mungkin melibatkan lembaga pemerintah. FIFA sudah memberikan bukti yang meyakinkan, jadi tidak perlu dipertanyakan lagi. Menentangnya hanya akan memperburuk keadaan,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Komite Banding FIFA telah menolak banding yang diajukan FAM dan menguatkan keputusan Komite Disiplin FIFA.

Dalam keputusan tersebut, FAM didenda sebesar 350.000 franc Swiss (sekitar Rp6,5 miliar), sementara tujuh pemain tim nasional Malaysia dijatuhi skors 12 bulan serta denda 2.000 franc Swiss per orang karena memalsukan dokumen naturalisasi untuk bisa bermain di level internasional.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT