News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

28 Pemain Keturunan Malaysia akan Dinaturalisasi FAM sebelum 7 Naturalisasi Ilegal Disanksi FIFA Kata Bos JDT

Pemilik klub Johor Darul Ta'zim (JDT), Tunku Ismail, menyebut awalnya ada 28 pemain yang disebut-sebut punya keturunan Malaysia akan dinaturalisasi. Namun, hanya tujuh pemain saja yang berhasil dinaturalisasi dan kini disanksi FIFA.
Senin, 27 Oktober 2025 - 14:51 WIB
FIFA mulai Soroti Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia, Sergio Aguero Bicara Kondisi Sepak Bola di Negeri Jiran Saya di Sini…
Sumber :
  • FAM

Jakarta, tvOnenews.com - Pemilik klub Johor Darul Ta'zim (JDT), Tunku Ismail, menyebut awalnya ada 28 pemain yang disebut-sebut punya keturunan Malaysia akan dinaturalisasi. Namun, hanya tujuh pemain saja yang berhasil dinaturalisasi dan kini disanksi FIFA.

Seperti diketahui, FIFA menjatuhkan sanksi kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia pada 25 September 2025. Mereka dianggap telah melakukan pemalsuan dokumen naturalisasi tujuh pemain terhadap FIFA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para pemain naturalisasi Timnas Malaysia
Para pemain naturalisasi Timnas Malaysia
Sumber :
  • FAM

 

Ketujuh pemain tersebut yakni Gabriel Arrocha, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Brandao, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. Mereka semuanya sudah menjalani pertandingan resmi bersama Harimau Malaya.

Dalam putusannya, Komite Disiplin FIFA menjatuhkan hukuman denda sebesar 350.000 franc Swiss kepada FAM. Sementara untuk ketujuh pemain naturalisasi masing-masing didenda 2.000 franc Swiss.

Selain itu, ketujuh pemain yang disebutkan juga mendapatkan hukuman larangan terlibat dalam kegiatan sepak bola apa pun selama 12 bulan. Sanksi itu mulai dari tanggal keputusan diterbitkan.

Jauh sebelum ketujuh pemain naturalisasi ilegal di atas disanksi FIFA, FAM disebut memiliki total 28 pemain keturunan yang rencananya akan dinaturalisasi dalam daftar awal.

Skuad Harimau Malaya menerima daftar awal yang panjang berisi 28 pemain yang disebut-sebut memiliki garis keturunan Malaysia. Tujuh di antaranya adalah mereka yang sudah dihukum FIFA.

Hal itu diungkapkan oleh Putra Mahkota Johor, Tunku Ismail. Bos JDT itu baru-baru ini memaparkan situasi sebenarnya di balik upaya perolehan informasi terkait 7 pemain naturalisasi Malaysia yang diskors FIFA.

Dalam sesi jumpa pers, Tunku Ismail menyebut ada beberapa agen yang mengirimkan nama-nama calon pemain warisan Malaysia sebelum diminta menyerahkan kepada FAM.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama Tunku Ismail Idris
Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama Tunku Ismail Idris
Sumber :
  • Instagram/ErickThohir

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami punya banyak agen dengan 27 pemain. Saya tidak terlibat langsung, ada orang lain yang terlibat, Tengku Muda Pahang, yang memperkenalkan saya dan melihat beberapa pemain," ujar Tunku Ismail, dikutip dari Makan Bola.

"Saya katakan, 'Semua orang, jika ada yang punya informasi, entah itu agen atau pencari bakat, silakan sampaikan ke FAM," tambahnya.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT