News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

AFC Belum Hukum Malaysia Imbas Gunakan Pemain Naturalisasi Ilegal di Kualifikasi Piala Asia, Giliran Nepal Protes pada FIFA

Nepal mendesak FIFA dan AFC untuk membatalkan kemenangan Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027 ketika melawan Nepal. Pertandingan yang digelar Maret 2025 lalu berakhir dengan skor 2-0 atas kemenangan Harimau Malaya. 
Rabu, 15 Oktober 2025 - 20:27 WIB
AFC Belum Hukum Malaysia Imbas Gunakan Pemain Naturalisasi Ilegal di Kualifikasi Piala Asia, Giliran Nepal Protes
Sumber :
  • AFC

Jakarta, tvOnenews.com - AFC tak kunjung memberi hukuman bagi Malaysia imbas menggunakan pemain naturalisasi ilegal di Kualifikasi Piala Asia 2027. Alhasil, giliran Nepal yang bersuara atas penggunaan pemain naturalisasi ilegal di kubu Malaysia. 

Nepal mendesak FIFA dan AFC untuk membatalkan kemenangan Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027 ketika melawan Nepal. Pertandingan yang digelar Maret 2025 lalu berakhir dengan skor 2-0 atas kemenangan Harimau Malaya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sanksi memang menghantui Federasi Sepak Bola Malaysia dan Timnas Malaysia jika mereka gagal membuktikan keabsahan tujuh pemain naturalisasi yang sudah dihukum oleh FIFA. 

Merasa tidak cukup dengan hanya banned 12 bulan di sepak bola profesional, Nepal merasa seluruh pertandingan yang dibela oleh pemain naturalisasi ilegal yang digunakan Malaysia didiskualifikasi. 

Saat ini Malaysia tengah mengajukan banding dan menunggu hasil keputusan dari FIFA. Namun berkaca pada kasus serupa yang dijatuhkan pada Timor Leste 2017 lalu, saat itu TImor Leste tidak diizinkan bermain di Piala Asia 2023. 

"Asosiasi Sepak Bola Nepal (ANFA) telah mengajukan keluhan terhadap Malaysia, setelah Hector Hevel yang mencetak gol dalam kemenangan 2-0 atas Nepal pada Maret lalu, dinyatakan tidak memenuhi syarat FIFA, yang berarti keputusan tersebut dapat dibatalkan," tulis pernyataan ANFA dikutip Stadium Astro, Rabu (15/10/2025). 

Selain Hector Hevel, ada Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Garrces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, dan Jon Irazabal Iraurgui. Ketujuhnya pun dihukum 12 bulan larangan beraktivitas di sepak bola profesioinal di bawah FIFA. 

Saat ini FAM telah mengajukan banding dan tengah menunggu keputusan resmi. Jika tidak menguntungkan, FAM masih bsa mengajukan kembali pada Komite Banding FIFA. 

Tak hanya itu, Malaysia pun diperbolehkan untuk melaporkan kasus ini pada Court of Arbitration (CAS) untuk menggugat FIFA. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Walaupun tujuh pemain tersebut mendapatkan sanksi FIFA, seluruh pertandingan, termasuk pertandingan Nepal, Vietnam dan Singapura tetap dihitung oleh AFC.

Saat ini, Malaysia berada di puncak klasemen Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 dengan raihan 12 poin. Seperti diketahui, hanya juara grup yang bisa lolos ke Piala Asia 2027. (hfp)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT