News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sanksi FAM dan 7 Pemain Naturalisasi Malaysia Berubah usai FIFA Belum Kirim Dokumen Putusan? Fans Harimau Malaya: Semoga 

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) melaporkan bahwa pihaknya belum menerima dokumen putusan sanksi dari FIFA. Hal itu menimbulkan spekulasi liar di kalangan fans Malaysia.
Senin, 6 Oktober 2025 - 23:52 WIB
Para pemain naturalisasi Timnas Malaysia
Sumber :
  • FAM

Jakarta, tvOnenews.com - Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) melaporkan bahwa pihaknya belum menerima dokumen putusan sanksi dari FIFA. Hal itu menimbulkan spekulasi liar di kalangan fans Malaysia.

Pada 26 September 2025 lalu, FIFA mengumumkan hukuman terhadap FAM dan 7 pemain naturalisasi Timnas Malaysia. Mereka dianggap melakukan pemalsuan dokumen naturalisasi kepada FIFA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut kronologi FIFA sanksi berat Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) karena masalah naturalisasi ilegal.
Berikut kronologi FIFA sanksi berat Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) karena masalah naturalisasi ilegal.
Sumber :
  • Instagram resmi FAM

 

FIFA pun menghukum FAM dengan denda puluhan juta rupiah. Sementara ketujuh pemain naturalisasi Harimau Malaya didenda puluhan juta rupiah plus larangan bermain selama 12 bulan.

Ketujuh pemain itu yakni Gabriel Arrocha, Facundo Garcés, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, João Vitor Brandão Figueiredo, Jon Irazábal Iraurgui dan Hector Alejandro Hevel Serrano.

Sesuai peraturan, FAM akan menerima berkas soal putusan sanksi tersebut secara lengkap dalam waktu 10 hari. Namun, berdasarkan pengumuman FAM di atas, mereka masih belum menerima berkas tersebut.

Padahal, batas waktu 10 hari itu sudah berakhir pada hari ini, Senin, 6 Oktober 2025. FAM dalam pengumumannya menginformasikan bahwa pihaknya belum menerima dokumen putusan dari FIFA.

Resmi! FAM Konfirmasi Belum Ajukan Banding soal Sanksi 7 Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia meski Tenggat Akhir Malam Ini, Ini Alasannya 
Resmi! FAM Konfirmasi Belum Ajukan Banding soal Sanksi 7 Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia meski Tenggat Akhir Malam Ini, Ini Alasannya 
Sumber :
  • FAM

 

"Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) ingin menginformasikan bahwa FAM masih menunggu berkas lengkap hasil sanksi dari Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA). Proses banding hanya dapat dimulai setelah berkas lengkap hasil diterima secara resmi," bunyi pernyataan resmi FAM, Senin (6/10/2025).

"Tim hukum FAM siap mengambil tindakan segera setelah dokumen terkait tersedia. Setelah putusan lengkap diterima, tim hukum FAM akan mengajukan banding dengan dokumen pendukung yang memadai," tambahnya.

Belum diterimanya dokumen putusan dari FIFA telah menimbulkan opini publik Malaysia. Mereka menganggap FIFA mungkin telah melakukan kesalahan dalam proses investigasi. 

Karenanya, Federasi Sepak Bola Malaysia dinilai memiliki peluang untuk mengajukan banding dengan sukses dan terhindar dari hukuman. Berikut beberapa komentar dari penggemar Malaysia.

Suporter Malaysia
Suporter Malaysia
Sumber :
  • Facebook - FA Malaysia

 

"Tim Malaysia tidak perlu khawatir jika ada bukti yang jelas bahwa para pemain naturalisasi tersebut legal," kata seorang fans Malaysia, dikutip dari Soha Vn.

"Semoga saja ada kesalahan teknis dalam prosesnya dan para pemain Malaysia akan terhindar dari hukuman," timpal suporter Malaysia lainnya.

"Apakah FIFA sendiri yang salah? Saya harap tim Malaysia segera mengurangi hukumannya. Saya mulai kehilangan kesabaran dengan FIFA. Mereka memengaruhi tim Malaysia dan juga para pemain," kata fans yang lain.

Terlepas dari hal itu, belum ada konfirmasi dari FIFA terkait dokumen putusan sanksi tersebut. Jika benar ada kesalahan dari pihak FIFA, bukan tidak mungkin sanksi di atas bisa dibatalkan.

Yang pasti, Timnas Malaysia telah berkumpul untuk babak kualifikasi Piala Asia 2027 pada Oktober 2025. Mereka tidak diperkuat 7 pemain yang terkena sanksi FIFA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, Malaysia masih memiliki 15 pemain naturalisasi lainnya. Mereka bertekad memenangkan kedua pertandingan melawan Laos pada Oktober untuk mempertahankan posisi puncak Grup F.

(yus)

Klasemen
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.
background

Pekan ke-18

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT