News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

PSSI-nya Palestina Minta FIFA Turun Tangan untuk Hukum Israel usai Kirim Gas Air Mata ke Stadion

PSSI-nya Palestina, PFA, meminta FIFA untuk turun tangan menghukum Israel usai mengirim gas air mata ke Stadion Faisal Al-Husseini.
Rabu, 18 Juni 2025 - 07:26 WIB
Suporter Timnas Palestina
Sumber :
  • REUTERS/Noufal Ibrahim

Jakarta, tvOnenews.com - PSSI-nya Palestina, PFA, meminta FIFA untuk turun tangan menghukum Israel usai mengirim gas air mata ke Stadion Faisal Al-Husseini.

Federasi Sepak Bola Palestina, PFA, melaporkan pada Selasa (17/6/2025) kemarin tentang serangan terbaru pasukan Israel terhadap mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui akun resmi Instagram-nya, PFA melaporkan bahwa pasukan Israel mengirim gas air mata ke stadion mereka hingga masuk ke gedung PFA. Imbasnya, beberapa karyawan mengalami kesulitan bernapas dan mata perih.

Unggahan PFA
Unggahan PFA
Sumber :
  • Instagram/PFA

 

“Hari ini Pasukan Pendudukan Israel melemparkan tabung gas ke gedung Asosiasi Sepak Bola Palestina dan Stadion Faisal Al-Husseini. Gas tersebut masuk ke gedung PFA yang menyebabkan beberapa karyawan mengalami kesulitan bernapas dan mata perih,” tulis PFA dalam pernyataannya.

“Serangan tersebut juga membakar sebagian rumput Stadion Faisal Husseini. Ini bukan serangan pertama yang dialami kantor pusat PFA dan Stadion Faisal Husseini,” tambahnya.

PFA pun mendesak FIFA untuk turun tangan terhadap tindakan Israel tersebut, yang mana telah menggempur Gaza sejak 7 Oktober 2023 hingga menewaskan ratusan pemain sepak bola.

“PFA mengutuk keras serangan Israel terbaru dan menyerukan FIFA untuk mengambil tindakan konkret terhadap serangan dan pelanggaran Israel terhadap sepak bola Palestina di seluruh Palestina,” tambahnya.

Mohammed Rashid saat membela timnas Palestina
Mohammed Rashid saat membela timnas Palestina
Sumber :
  • Instagram @moerashid95

 

“Sejak 7 Oktober [2023], Israel telah menghancurkan sebagian atau seluruh 10 stadion sepak bola di Gaza dan menewaskan ratusan pemain sepak bola,” tulisnya.

PFA juga menekankan bahwa gempuran Israel telah membuat Liga Palestina lumpuh sejak beberapa waktu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Di Tepi Barat yang diduduki, pemain sepak bola Palestina telah menjadi korban penghinaan di pos pemeriksaan serta stadion sebagian telah digunakan sebagai pusat penahanan dan penyiksaan oleh Pasukan Pendudukan Israel,” tulis pernyataan tersebut.

“Liga Palestina telah lumpuh karena serangan tersebut, selain serangan teror oleh pemukim Israel,” pungkasnya. (rda)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT