News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Budi Sudarsono Ungkap Faktor Peringkat Liga Indonesia di Bawah Bandingkan dengan Jamannya, Pasalnya Liga 1 Sekarang ..

Striker legenda Timnas Indonesia, Budi Sudarsono memberikan pandangannya soal faktor peringkat Liga Indonesia masih di bawah rankingnya dibanding eranya. (13/2)
Selasa, 13 Februari 2024 - 13:17 WIB
Striker legenda timnas Indonesia, Budi Sudarsono.
Sumber :
  • VivaNews/ Nurcholis Anhari Lubis

Jakarta, tvOnenews.com - Striker legenda Timnas Indonesia, Budi Sudarsono memberikan pandangannya soal faktor peringkat Liga Indonesia masih di bawah rankingnya dibanding eranya.

Sekilas profil dari Budi Sudarsono, mantan penyerang timnas Indonesia yang dijuluki ular piton, karena kemampuan hebatnya dalam meloloskan diri dari lini pertahanan lawan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemain kelahiran Kediri tahun 1979 itu telah pengalaman membela klub raksasa di Liga 1 Indonesia, Persija Jakarta, Deltras DC, Persik Kediri hingga Persib Bandung.


Budi Sudarsono (kanan) dan Bambang Pamungkas. (VIVAnews/Zika Zakiya)

Budi bahkan pernah dua kali mempersembahkan gelar bagi klubnya yakni ketika membela Persija Jakarta dan Persik kediri.

Namanya pun mentereng di level tim nasional, saat itu timnas Indonesia dibawah asuhan Ivan Kolev. Pemilik nomor punggung 13 itu menjadi bintang kemenangan timnas Indonesia atas Bahrain pada Piala Asia 2007. 

Kala itu, Budi Sudarsono menjadi trisula maut timnas bersama Bambang Pamungkas dan Elie Aiboy.

Berkat trio bentuk pelatih Ivan Kolev tersebut, timnas mampu mengalahkan negara kuat di Asia saat itu yakni Bahrain. 

Budi Sudarsono berhasil mencetak satu gol dari kemenangan 2-1 atas Bahrain, saat itu ia menerima umpan terobosan lambung. 

Kemudian pemain berjuluk Si Ular Piton itu mengontrol bola lalu mengecoh kiper Bahrain dengan satu sentuhan, bola pun meluncur ke dalam gawang Bahrain. 

Gol lainnya dicetak oleh Bambang Pamungkas, kemenangan timnas Indonesia saat itu disambut meriah oleh penggemar sepak bola tanah air, karena membawa Garuda kembali berlaga di level Asia setelah puasa 15 tahun.

Budi Sudarsono soal peringkat Liga Indonesia masih di bawah


Logo Liga 1. (LIB)

Dalam acara bincang santai bersama Akmal Marhali, Budi Sudarsono ditanya dalam sesi tanya jawab dari netizen menyoal peringkat Liga Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kenapa liga Indonesia sekarang peringkat 26 di Asia, padahal dulu peringkat 8 dan dulu nomor 1 di ASEAN, apa yang membuat kualitas sepak bola kita jalan di tempat?" pertanyaan penggemar sepak bola.

Merespons hal tersebut, Budi Sudarsono mengatakan bahwa faktor Liga Indonesia menurun rankingnya adalah dari kualitas kompetisi sendiri.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT