News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Satu Anak Satu Bola

Bagi anak-anak yang berlatih di Sekolah Sepak Bola (SSB) elit, punya bola sendiri sudah lazim. Bahkan mungkin satu anak, punya dua bola. Kualitasnya pun kelas satu.
Minggu, 8 Februari 2026 - 09:47 WIB
Dokumentasi bola.
Sumber :
  • Istimewa

Oleh: Reva Deddy Utama
Penyuka Sepak Bola

“Satu anak, satu bola.. Walaahh.. mimpi apalagi nih Edisyah,” itu guman aku ketika mendengar Edisyahputra punya rencana membagi, secara gratis, sebuah bola sepak untuk satu anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Itu reaksi aku setahun yang lalu. Sekarang Edisyah sudah mewujukan mimpi itu jadi nyata. Sekurangnya dia sudah membagi 3.000 bola ke 3.000 anak di kawasan Jabotabek, beberapa kota di Jawa Barat dan Jawa Timur, serta Banda Aceh dan Papua.

Itu kerja bakti sosial luar biasa. Banyak tantangan, butuh tenaga, pikiran, koneksi, ketelitian, kesabaran dan loyalitas. Saya kagum bercampur iri padanya.

Maklum, aku, dan juga kebanyakan insan sepak bola, hanya pandai bicara. Kita berkoar, membangun sepak bola itu mesti dari hilir. Pemain hebat itu, dari pembinaan usia dini.

“Untuk membina usia dini itu, mesti bla… bla…bla, dan harus bla…bla…bla.. ” begitu biasanya isi diskusi kita. Ide setumpuk, tapi kita tak mampu mewujudkannya.

Edisyah dengan program ‘Satu Bola Satu Anak ‘ menjawab dan sudah mendahuluinya. Itulah mengapa aku kagum dan iri.

Bagi anak-anak yang berlatih di Sekolah Sepak Bola (SSB) elit, punya bola sendiri sudah lazim. Bahkan mungkin satu anak, punya dua bola. Kualitasnya pun kelas satu.

Tapi bagi ribuan anak tak mampu, di pinggir kota, punya bola sendiri hanya dalam mimpi. Bahkan mereka masih bermain dengan bola yang kulit sudah tercabik-cabik, yang sudah tak layak pakai.

Lantaran itu, bila dikaji program ‘Satu Anak Satu Bola,’ filosofinya tak sekadar pembinaan, tapi lebih dalam, yakni memassalkan sepak bola.

Membuat anak-anak lebih dekat mengenal, menyukai dan meresapi pesona sepak bola, penuh canda tawa. Dan pada gilirannya menggelutinya dengan bahagia.

Bila sebelumnya si anak menendang bola hanya saat berlatih di lapangan, kini dengan bola milik sendiri si anak bisa menyepak bola di mana saja. Bahkan dia bisa tidur dengan bola dipelukannya.

Dan jauh ke dalam lagi, program ‘Satu Anak Satu Bola’ adalah gerakan peduli sosial, membantu anak membangun mental positif dan prilaku sportif dan pribadi yang kuat.

Punya bola, dan sibuk bermain sepak bola tertanam nilai berkompetisi secara sportivitas. Si anak pun jauh dari pengaruh buruk tatanan sosial dan perubahan zaman, yang saat ini seram dan mengancam.

“Awalnya banyak teman-teman tertawa. Justru itu yang membuat saya terpicu, ingin membuktikan bahwa saya bisa,” kata Edisyah, yang menganggap sepak bola sudah belahan hidupnya.

Edisyah mengakui, walau banyak yang tertawa, program ‘Satu Anak Satu Bola’ bisa berjalan berkat bantuan kerabatnya juga. “Uang untuk beli bola, sumbangan dari teman-teman juga,” ujar Edisyah.

Melalui berita olahraga di televisi, aku melihat bagaimana gembiranya anak-anak ketika mendapatkan bola dari Edisyah. Dari moment itu saya meyakini program ‘Satu Anak Satu Bola’ sangat bermanfaat, tak ada mudaratnya.

Syukurlah program itu terus menggeliat. Sekarang sudah berkerjasama dengan Partai Amanat Nasional, di bawah bendera MaPAN FC.

Penanganan semakin serius. Sudah pasti ‘Satu Anak, Satu Bola’, semakin eksis dan luas jangkaunya. Targetnya akan membagi 5 juta bola. Wooww kerennn..

Bisa jadi bila pada perkembangannya, bukan cuma bola. Juga peralatan sepak bola lainnya, seperti jersey berlatih dan sepatu bola.

Dan akan lebih sensaional lagi bila MaPAN FC bisa menyediakan fasilitas lapangan sepak bola. Adalah fakta selain kurang, lapangan sepak bola untuk anak-anak tidak memadai.

Alhasil, suatu ketika nanti, bila prestasi tim nasional sepak bola menembus pentas asia dan dunia, itu karena ada sumbangsih program ‘Satu Anak Satu Bola’ MaPAN FC.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Itu memang harapan. Yang pasti Edisyah dengan MaPAN FC sudah melakukan azas kemanfatan. Itu tidak perlu balasan dan penghargaan, cukup pengakuan.. Tabiikkkk!!!!

– RDU, saat Cibubur mulai gelap…

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral