News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tidak Berlebihan Rasanya Kalau Indonesia Kini Jadi Surga Pangan Dunia

Swasembada beras Indonesia tampaknya sudah diakui dunia. Presiden Donald Trump dalam Sidang PBB lalu sempat memuji pidato Prabowo dengan kalimat You did a Great Job.
Selasa, 28 Oktober 2025 - 21:05 WIB
Dr. Ir. Hermanto MP Plt. Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan.
Sumber :
  • Kementan

Oleh: Dr. Ir. Hermanto MP, Plt. Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan

Berita swasembada yang semakin menggema di tengah riuhnya perpolitikan nasional menjadi kabar baik bagi masyarakat di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Swasembada seolah menjadi titik balik kembalinya Indonesia sebagai negara pangan terbesar dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baru-baru ini, Presiden Prabowo dalam Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat menegaskan bahwa Indonesia berhasil menghadirkan beras melimpah di tengah cuaca ekstrem el nino panjang yang melanda semua daerah. Presiden bahkan mengatakan Indonesia kini sudah swasembada beras dan siap ekspor hingga membantu Negara Palestina yang terpuruk akibat konflik berkepanjangan.

Swasembada beras nampaknya sudah diakui dunia. Presiden Donald Trump dalam kesempatan yang sama juga memuji pidato Prabowo dengan kalimat You did a Great Job. Berdasarkan data lembaga internasional seperti Food and Agriculture Organization (FAO) dan United States Department of Agriculture (USDA), produksi Indonesia memang tumbuh di atas rata-rata produksi negara penghasil beras dunia lainnya.

USDA menyebut produksi beras Indonesia diperkirakan mencapai 34,6 juta ton pada tahun ini. Sementara FAO memprediksi beras Indonesia akan mencapai 35,6 juta ton pada masa tanam 2025/2026. Dan kini, Badan Pusat Statistik merilis bahwa produksi beras Januari–November 2025 diperkirakan mencapai 33,19 juta ton, naik 12,62 persen apabila dibanding periode yang sama tahun 2024 (29,47 juta ton). 

Bila kita cermati, angka produksi Januari – November 2025 ini tidak hanya melampaui capaian tahun 2024, tapi juga sudah melampaui capaian selama kurun waktu tujuh tahun terakhir, di mana sebelumnya, capaian produksi tertinggi terjadi pada tahun 2022, yaitu 31,54 juta ton.

Ada cerita menarik dari perberasan dunia, Thailand sebagai negara penghasil beras di kawasan ASEAN kini pusing 7 keliling karena berasnya tak laku dijual akibat produksi petani Indonesia melampaui angka tinggi. Ekspor mereka menurun hingga 30 persen pada kuartal I 2025. Vietnam lebih parah lagi yang merosot hingga 97 persen pada paruh pertama 2025. Begitu juga dengan Kamboja, Filipina dan negara penghasil beras lainnya yang juga sama-sama merosot akibat gagal jualan.

Tentu Baru-baru ini, yang juga membanggakan kita adalah Indonesia masuk kedalam daftar penerima rekognisi Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), di mana kontribusi pertanian kita betul-betul nyata dirasakan oleh Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) terutama dalam pembangunan sektor pangan dunia.

Indonesia menjadi salah satu dari 18 penerima rekognisi KSST pada dua kategori Country-Level Recognition dan Institutional-Level Recognition. Penghargaan tersebut diserahkan pada acara Global Technical Recognition Ceremony di Kantor Pusat FAO, Roma, Italia, Rabu (15/10), dalam rangka peringatan 80 tahun FAO.

Untuk diketahui, selama dua dekade terakhir Kementerian Pertanian getol mengimplementasikan inisiatif KSST untuk 74 negara, dengan mengirimkan 190 tenaga ahli, 400 alat dan mesin pertanian, 5.000 dosis semen beku, serta memberikan pelatihan bagi lebihdari 1.500 peserta dari Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Pasifik. Indonesia juga mendirikan pusat pelatihan regional di Tanzania, Gambia, dan Fiji serta mendukung pemulihan produksi pangan di Madagaskar dan Sudan.

Bisa jadi, penghargaan ini adalah sebuah simbol dari dunia Internasional bahwa Indonesia telah bertransformasi menjadi solusi bagi pertanian di dunia. Penghargaan ini juga berarti pengakuan dunia atas peran strategis Indonesia sebagai penyedia solusi pertanian bagi negara berkembang.

Dibalik keberhasilan ini ada banyak kerja keras yang dilakukan pemerintah dan juga para petani dalam negeri. Pembangunan pertanian selalu menjadi perhatian publik karena makanan adalah tuntutan sehari-hari. Sebagai contoh, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sejak awal telah bergerak cepat memastikan el nino bukan masalah yang dibiarkan menjadi batu besar.

Perlahan tapi pasti, batu besar itu dipecahkan melalui pompanisasi sebagai solusi konkrit dalam menghadapi kekeringan. Selanjutnya, pemerintah juga menggerakan pembagian benih gratis hingga menyediakan pupuk subsidi secara adil dan merata.

Pupuk memang menjadi perhatian serius pemerintah terutama setelah comeback Mentan Amran Sulaiman. Kontribusi pupuk terhadap peningkatan produktivitas sangat besar serta mampu menjaga ekosistem pertanaman menjadi subur. Inilah yang menjadi dasar mengapa pupuk bersubsidi sebagai faktor strategis yang menentukan ketersediaan pangan.

Memang, awalnya, tren alokasi pupuk subsidi menurun drastis hingga 4,73 juta ton pada awal tahun 2024. Angka yang menukik jika dibanding tahun 2018. Sebabnya tak lain tak bukan karena lonjakan harga pupuk global yang semakin tinggi akibat pandemi COVID-19, ditambah perang Rusia-Ukraina, serta pelemahan rupiah yang memperparah kondisi ini.

Tapi, pemerintah bukan pemain cadangan yang duduk-duduk sambil menonton. Tambahan volume pupuk adalah bukti, di mana volume kembali dinaikkan menjadi 9,55 juta ton atau sesuai kebutuhan petani. Inilah Kerja-kerja nyata yang menghasilkan beras di setiap meja makan keluarga kita.

Selain pupuk, gebrakan lainnya yang membetot perhatian publik adalah cetak sawah rakyat dan optimasi lahan atau Oplah baik rawa maupun non rawa. Kedua program terbukti memberi dampak yang signifikan terhadap naiknya produksi nasional. Setidaknya, pelaksanaan oplah terus digempur di 24 Provinsi, di mana hasilnya kini sudah dirasakan petani.

Dalam arahannya, Mentan Amran telah memerintahkan semua jajaran di kementan baik yang duduk di eselon 1, 2 sampai mereka yang dibawahnya untuk Sama-sama bergerak turun langsung mengawal jalannya Optimasi Lahan (Opla) Rawa dan Non Rawa serta Cetak Sawah Rakyat (CSR).

Perlu diketahui, pelaksana oplah non rawa dilakukan meliputi konservasi tanah dan air, peningkatan fungsi jaringan, rehabilitasi, instalasi pipa serta pengembangan sistem air dan sumber irigasi alternatif lainya. Sedangkan Oplah rawa yang merupakan pengerjaan lahan yang kurang produktif  menjadi lebih produktif meliputi pembangunan tanggul, pembangunan saluran irigasi, pembangunan unit pompa sampai pengerjaan lainnya sesuai dengan spesifikasi lahan rawa untuk memperbaiki tata kelola air di lahan rawa. 

Yang pasti, oplah dan cetak sawah adalah satu kesatuan yang diharapkan mampu meningkat kapasitas produksi dan mendongkrak produktivitas dalam negeri sehingga ke depan Indonesia Betul-betul menjadi negara berdaulat pangan yang paling kuat di dunia jika dibandingkan negara lain yang mungkin  masih kacau balau akibat salah mengelola sektor pangan dan pertanian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

langkah Mentan Amran yang berhasil mengubah lahan rawa, lahan kering, lahan mubazir atau lahan tidur lainnya menjadi lahan produktif dengan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) dan oplah kini sudah berbuah hasil, di mana para petani kian sejahtera dan ekonomi masyarakat mulai bergerak dan tumbuh. Program-program tersebut menjadi masa depan bangsa dalam menjaga kedaulatan negara melalui ketahanan pangan yang berkelanjutan. 

Dari sekian banyak yang dilakukan, nampaknya langkah penting selanjutnya adalah membangun optimisme yang lebih kuat untuk menjadikan Indonesia sebagai surganya pangan dunia. Dan kini surga itu sudah di depan mata, yaitu berbentuk swasembada pangan. Saatnya kita kembali menjadi macan Asia untuk Indonesia yang lebih sejahtera dan berdaulat pangan secara berkelanjutan. (rpi)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Terimakasih ke MUI: Saya Bangga Jadi Presiden RI

Prabowo Terimakasih ke MUI: Saya Bangga Jadi Presiden RI

Presiden RI, Prabowo Subianto menghadiri kegiatan Pengukuhan Pengurus MUI periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Seleknas PBSI 2026 Rampung, Jalur Menuju Pelatnas Masih Berlanjut

Seleknas PBSI 2026 Rampung, Jalur Menuju Pelatnas Masih Berlanjut

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) telah merampungkan Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2026 yang digelar pada 3–7 Februari 2026 di Majeh Arena, Wadas, Karawang. 
Drama Penalti Lawan Iran, Hector Souto Sebut Perjuangan Timnas Futsal Fantastis

Drama Penalti Lawan Iran, Hector Souto Sebut Perjuangan Timnas Futsal Fantastis

Pelatih kepala timnas futsal Indonesia Hector Souto mengaku bangga dengan perjuangan para pemainnya meskipun harus mengakui keunggulan Iran melalui adu penalti pada final Piala Asia Futsal 2026, Sabtu (7/2/2026).
Belum Selesai Isu Selingkuh dan Poligami, Video Insanul Fahmi Diduga Dugem Viral, Istri Sah Bereaksi

Belum Selesai Isu Selingkuh dan Poligami, Video Insanul Fahmi Diduga Dugem Viral, Istri Sah Bereaksi

Belum reda isu selingkuh dan poligami dengan Inara Rusli, kini video Insanul Fahmi diduga sedang dugem bersama teman-temannya viral di media sosial.
Ketua PN Depok Ditangkap KPK, MA Respons Begini

Ketua PN Depok Ditangkap KPK, MA Respons Begini

Mahkamah Agung (MA) merespons penangkapan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok, I Wayan Eka Mariarta dan Wakilnya, Bambang Setyawan oleh KPK.
Media Malaysia Bandingkan Prestasi Timnas Futsal Indonesia Sekarang dengan Negeri Jiran Dulu

Media Malaysia Bandingkan Prestasi Timnas Futsal Indonesia Sekarang dengan Negeri Jiran Dulu

Media Malaysia membahas ketertinggalan Timnas Futsal Malaysia dari Indonesia, meski Negeri Jiran tercatat lebih dulu menekuni olahraga futsal secara serius ...

Trending

Ketua PN Depok Ditangkap KPK, MA Respons Begini

Ketua PN Depok Ditangkap KPK, MA Respons Begini

Mahkamah Agung (MA) merespons penangkapan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok, I Wayan Eka Mariarta dan Wakilnya, Bambang Setyawan oleh KPK.
Drama Penalti Lawan Iran, Hector Souto Sebut Perjuangan Timnas Futsal Fantastis

Drama Penalti Lawan Iran, Hector Souto Sebut Perjuangan Timnas Futsal Fantastis

Pelatih kepala timnas futsal Indonesia Hector Souto mengaku bangga dengan perjuangan para pemainnya meskipun harus mengakui keunggulan Iran melalui adu penalti pada final Piala Asia Futsal 2026, Sabtu (7/2/2026).
Belum Selesai Isu Selingkuh dan Poligami, Video Insanul Fahmi Diduga Dugem Viral, Istri Sah Bereaksi

Belum Selesai Isu Selingkuh dan Poligami, Video Insanul Fahmi Diduga Dugem Viral, Istri Sah Bereaksi

Belum reda isu selingkuh dan poligami dengan Inara Rusli, kini video Insanul Fahmi diduga sedang dugem bersama teman-temannya viral di media sosial.
Seleknas PBSI 2026 Rampung, Jalur Menuju Pelatnas Masih Berlanjut

Seleknas PBSI 2026 Rampung, Jalur Menuju Pelatnas Masih Berlanjut

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) telah merampungkan Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2026 yang digelar pada 3–7 Februari 2026 di Majeh Arena, Wadas, Karawang. 
Adam Przybek Dicoret, Persib Bandung Daftarkan Sang Legenda yang Sudah Pensiun di Putaran Kedua Super League

Adam Przybek Dicoret, Persib Bandung Daftarkan Sang Legenda yang Sudah Pensiun di Putaran Kedua Super League

Kejutan diberikan oleh Persib Bandung setelah Adam Przybek tak masuk skuad Super League. Sang legenda Made Wirawan tiba-tiba terdaftar pemain di putaran kedua.
Hasil Final Piala Asia 2026: Timnas Futsal Indonesia Vs Iran Lanjut ke Extra Time

Hasil Final Piala Asia 2026: Timnas Futsal Indonesia Vs Iran Lanjut ke Extra Time

Hasil final Piala Asia 2026 antara Timnas Futsal Indonesia melawan Iran di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu (7/2/2026).
Kabar Gembira untuk John Herdman, Striker Keturunan Depok yang Minat Bela Timnas Indonesia Menggila di Belanda

Kabar Gembira untuk John Herdman, Striker Keturunan Depok yang Minat Bela Timnas Indonesia Menggila di Belanda

Kabar positif untuk pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Striker keturunan Depok yang terbuka gabung skuad Garuda, Dean Zandbergen, menggila di Belanda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT