News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kluivert Werd Uiteindelijk Ontslagen, PSSI: "Jangan Salah Lagi..."

Kluivert werd uiteindelijk ontslagen... (Kluivert akhirnya dipecat).
Jumat, 17 Oktober 2025 - 16:38 WIB
Patrick Kluivert didepak dari Timnas Indonesia
Sumber :
  • ANTARA/REUTERS/Amr Abdallah Dalsh/am

Penulis: M. Nigara, Wartawan Sepakbola Senior

tvOnenews.com - SETELAH GEMPURAN amat dahsyat dari nitizen dan kelompok suporter. Wabil khusus atas permintaan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi, Kluivert werd uiteindelijk ontslagen... (Kluivert akhirnya dipecat), Kamis 15/10/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah cepat ini dilakukan oleh PSSI, tampaknya agar buntut dari kegagalan tim nasional kita di babak-4 Kualifikasi Piala Dunia, Grup B, zona Asia, tidak berlanjut pada hal-hal yang negatif. Jujur, langkah cepat dan tanggap ini sangat jarang dilakukan oleh PSSI.

Jadi, langkah positif ini harus pula diikuti oleh sikap yang lebih berhati-hati saat memilih calon pengganti. Kedepankan kepentingsn ydng jauh lebih besar. Sikap terburu-buru saat memberhentikan Shin Tae-yong dan menunjuk Patrick Kluivert, tidak boleh terjadi lagi.

Jangan Tergesa

Track record pelatih yang ditunjuk, hendaknya menjadi bagian terdepan. Dengan begitu, maka kita yakin sang pelatih akan mampu memberikan sesuatu yang kita harapkan. Itu saja, belum tentu impian kita untuk tampil di Piala Dunia bisa diraih, namun jika semua catatan terbaik sudah tersaji, usaha keras dan peningkatan kualitas sudah terlihat, kesuksesan atau kegagalan, hanyalah nasib.

Kita minimal dua kali gagal, tapi rasa hormat pendukung pada tim tetap begitu tinggi. Sebutlah 1975 tim asuhan Wiel Coerver. Kita gagal dalam laga penentuan untuk ke Olimpiade Montreal 1976. Kalah adu penalti melawan Korea Utara, tapi 100 ribu penonton tak juga bergerak dari kursi mereka di Stadion Utama Senayan. Mereka terus memberi applause kepada para pemain.

Begitu juga saat timnas asuhan Sinyo Aliandu, 1985. Kita dua kali kali dari Korsel, 0-2 di Seoul dan 1-4 di Jakarta untuk menuju Piala Dunia 1986 di Meksiko. Kita lolos dari Sub Grup 3B mengalahkan Thailand, Bangladesh, dan India. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski kita gagal, tapi, sekali lagi, applause penonton begitu rupa. Memang belum ada medsos, tapi sambutan para suporter tak pernah putus.

Artinya, para pendukung sungguh-sungguh memahami kondisi yang ada. Baik timnas 1975/76 dan 1985/86, secara teknis, mereka tidak kalah, baik dari Korut maupun Korsel. Hanya nasib yang saat itu tidak sedang berada di tengah kita.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT