News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sabu 2,1 Ton dan Jurnalisme “Kaki”

“turba” jurnalistik saya bulan lalu membuka mata saya kembali, masalah pemberantasan narkoba—terutama sabu (methamphetamine)—di Indonesia ternyata dalam dan kompleks, menyangkut banyak aspek: hukum, ekonomi, sosial, hingga kelembagaan
Rabu, 4 Juni 2025 - 20:23 WIB
Ilustrasi - Pemred tvonenews Ecep Suwardaniyasa, insert operasi Desk Pemberantasan Narkoba gagalkan penyelundupan 2 ton sabu
Sumber :
  • istimewa

Catatan Ecep Suwardaniyasa, Pemimpin Redaksi tvOnenews.com

SALAH satu kemewahan sebagai jurnalis yang patut saya syukuri adalah saya masih bekerja dan  turun ke lapangan, mengolah, menelusuri, menghubung-hubungkan fakta, lalu kemudian  menulis kesimpulan awal atas  peristiwa-peristiwa yang didapat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan sikap kritis, saya menganalisa kembali, menkonfrontir kesimpulan awal dengan narasumber-narasumber kunci di lapangan. Begitulah, saya percaya bahwa jurnalisme bekerja, sesuatu yang sayangnya sekarang semakin sedikit pengikutnya. 

Kata guru-guru saya, jurnalisme dimulai pertama-tama adalah soal kaki, baru kepala. Artinya profesi ini sebenarnya mengandalkan kekuatan kaki, stamina, daya tahan, kekuatan berjibaku di lapangan. Setelah verifikasi di lapangan, barulah menulis depan laptop yang mengandalkan isi kepala. 

Karena itu, saya senang sekali ketika  Badan Narkotika Nasional (BNN) mengajak saya menginvestigasi peredaran narkoba di daerah paling panas di kawasan ASEAN: Selat Malaka. Mengikuti dan menikmati proses, saya cukup sabar bergabung dengan tim di lapangan. 

Ini sebuah kenikmatan lama, mengingat kembali jurnalisme investigasi yang pernah saya geluti.  Saya menyaksikan bagaimana anggota BNN mengendap-ngendap di dalam dak kapal, tidur dengan gelisah,  mengamati dan menginterogasi awak Kapal Motor Sea Dragon Tarawa di tengah laut. 

tvonenews

Sempat kejar-kejaran hingga memasuki perairan Malaysia, belasan petugas BNN akhirnya menangkap  awak kapal di tengah laut. Dan betul saja, di dalam kapal, persisnya gudang samping mesin kapal, ditemukan 31 kardus berwarna cokelat berisi puluhan bungkus plastik kemasan teh Guanyinwang warna hijau. Dalam bungkusan terlihat serbuk kristal yang mengandung narkotika jenis sabu.

Saya pernah beberapa kali ikut dalam operasi penangkapan penyelundupan narkoba di sejumlah perairan di Indonesia, tapi kali ini terasa istimewa bukan saja jumlah barang buktinya yang jumbo,  yaitu seberat 2.000.000 (dua juta) gram atau 2 ton, tapi juga melihat secara langsung kawasan segitiga emas penyelundupan narkoba. 

Penyelundupan sabu dengan kemasan teh adalah cara-cara klasik yang sangat khas dari narkoba yang diselundupkan di kawasan Golden Triangle. Di kawasan ini produksi utamanya terpusat di Myanmar. Sisanya dari negara-negara Mekong lainnya seperti Laos, Thailand, atau Kamboja. Sabu diproduksi dari pabrik-pabrik besar dan didistribusikan di wilayah ASEAN, Oceania dan Asia Timur. 

Yang menarik, dalam proses distribusi tersebut, Indonesia berada pada dua posisi strategis, sebagai daerah tujuan atau pasar dan sebagai daerah jalur penyelundupan ke negara-negara lain. Kawasan rawan penyelundupan di Selat Malaka adalah jalur penyelundupan utama narkoba dari wilayah Laut Andaman di Samudera Hindia menuju Indonesia, Filipina, Australia, dan negara-negara lainnya. Di luasnya laut-laut tersebut, transaksi ship to ship terjadi sebelum masuk ke daratan dalam jumlah beragam.

Karenanya saya mengapresiasi kerja-kerja aparat BNN di lapangan di bawah komando Komjen Pol. Martinus Hukom yang bersinergi, bahu membahu, memberantas penyelundupan narkoba di urat nadinya, yang bergerak pada titik episentrumnya. Kerja bareng BNN sebagai focal point dibantu oleh TNI Angkatan Laut  yang menggunakan Fleet One Quick Response (FIQR) saya kira menghasilkan pengungkapan yang bukan kaleng-kaleng belaka. Apalagi ini bukan yang pertama, berdasarkan data BNN dalam 12 bulan terakhir ada 6 kasus penyitaan di kawasan perairan ini dengan total 2,6 ton sabu. 

tvonenews

Namun, Indonesia adalah negara kepulauan, dengan ribuan pelabuhan tidak resmi yang sulit diawasi. Dalam konteks ini saya kira, BNN dan TNI Angkatan Laut butuh bantuan. Kerja sama patroli dengan Bakamla saya kira harus terus ditingkatkan. Selain itu program pemberdayaan masyarakat untuk deteksi dini dan pelaporan harus terus menerus ditingkatkan. Dalam konteks ini saya kira selain memperkuat kerja-sama regional dengan sesama negara ASEAN, di tingkat akar rumput jaringan nelayan perlu dirangkul sebagai alat deteksi dini yang paling ampuh.

Bagaimanapun sabu masih jadi “primadona” bagi para pemain narkoba internasional. Menurut Kepala BNN Martinus Hukom,  pengguna narkoba di Indonesia sekitar 3,3 juta jiwa, dengan sabu sebagai jenis narkoba paling dominan (sekitar 60%). Jika harga sabu eceran di jalanan berkisar antara Rp1 juta – Rp2,5 juta per gram tergantung kualitas dan lokasi, dan  2 juta pengguna sabu mengonsumsi rata-rata 1 gram per minggu, maka nilai pasarnya secara kasar mencapai  Rp156 triliun per tahun. Tak heran jika banyak pihak disinyalir terlibat dari besarnya perputaran uang tersebut. “Penangkapan besar ini adalah penanda, BNN sedang perang dengan sindikat narkoba,” demikian Martinus Hukom menegaskan.

Dalam pandangan Martinus, para sindikat disinyalir semakin canggih dalam “mensiasati” hukum. Untuk menghindari pelacakan keuangan, banyak hal mulai biasa dilakukan sindikat, misalnya dengan pencucian uang. Dana hasil kejahatan penjualan sabu digunakan untuk mendirikan usaha money changer, restoran atau kafe. Ada pula pemain yang menggunakan mata uang crypto untuk menghindari kejaran PPATK.

BNN Gagalkan Penyelundupan 2 Ton Sabu di Kepri
BNN Gagalkan Penyelundupan 2 Ton Sabu di Kepri
Sumber :
  • Antara

 

Jadi, kita sama sekali tak boleh abai dan harus semakin gencar melakukan sosialisasi penyalahgunaan narkoba. Sabu adalah narkoba paling populer di Indonesia karena efeknya yang dianggap “kuat dan cepat”. Banyak digunakan oleh pekerja malam, buruh pelabuhan, pengemudi, bahkan pelajar dan pekerja kantoran karena dianggap sebagai “penambah stamina”. Perlu ada kampanye bersama yang lebih massif dan terstruktur menjelaskan bahaya konsumsi sabu yang sesungguhnya, apalagi jika dicampur zat lain (seperti fenilpropana).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, tingginya jumlah pengguna narkoba sabu juga menyisakan masalah baru: penjara penuh dengan pengguna, bukan bandar. Saya kira kita perlu lebih serius membangun pendekatan yang mencegah, bukan hanya menghukum para pengguna narkoba yang terbukti hanya sebagai “pasien” saja. 

Demikian, “turba” jurnalistik saya bulan lalu membuka mata saya kembali, masalah pemberantasan narkoba—terutama sabu (methamphetamine)—di Indonesia ternyata dalam dan kompleks, menyangkut banyak aspek: hukum, ekonomi, sosial, hingga kelembagaan, namun saya terngiang pepatah lama: di mana ada kemauan, di situ ada jalan.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Relawan Sentil Jusuf Kalla Terkait Meminta Tunjukkan Ijazah Asli Jokowi: Mirip Roy Suryo

Relawan Sentil Jusuf Kalla Terkait Meminta Tunjukkan Ijazah Asli Jokowi: Mirip Roy Suryo

Terkait mencuatnya pernyataan Jusuf Kalla (JK) telah meminta Jokowi mau memperlihatkan ijazahnya, agar polemik ini tidak berlarut-larut. Ternyata menuai komen
Badai Absen Hantam Persija Jelang Lawan Persebaya, Tavares Siap Curi 3 Poin dari Jakarta

Badai Absen Hantam Persija Jelang Lawan Persebaya, Tavares Siap Curi 3 Poin dari Jakarta

Psywar atau perang urat saraf mulai dilepaskan jelang duel klasik antara Persija Jakarta menjamu Persebaya Surabaya pada pekan ke-27 Super League 2025/2026 ...
Menkeu Semprot Produsen Rokok Ilegal, Purbaya: Akan Kita Tutup Betulan

Menkeu Semprot Produsen Rokok Ilegal, Purbaya: Akan Kita Tutup Betulan

Pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis untuk menertibkan peredaran rokok ilegal atau tanpa cukai melalui skema legalisasi terbatas. Kebijakan ini
Seskab Teddy Sentil Pengamat Terkait Fenomena Inflasi

Seskab Teddy Sentil Pengamat Terkait Fenomena Inflasi

Seskab Teddy Indra Wijaya bocorkan saat ini tengah muncul fenomena meningkatnya atau inflasi pengamat di publik. Teddy menilai data yang disampaikan sejumlah
Ribuan Bonek bakal Geruduk Jakarta, Ketum Jakmania Beri Kata-kata Berkelas Jelang Laga Persija Vs Persebaya

Ribuan Bonek bakal Geruduk Jakarta, Ketum Jakmania Beri Kata-kata Berkelas Jelang Laga Persija Vs Persebaya

Ketua Umum the Jakmania, Diky Soemarno sambut Bonek Mania untuk dukung Persebaya Surabaya di laga kontra Persija Jakarta di SUGBK pada Super League 2025/2026.
Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Nasib kurang beruntung tengah dialami kiper utama Timnas Indonesia Maarten Paes. Meski kini bermain untuk raksasa Eredivisie Ajax Amsterdam Paes justru menjadi

Trending

Ribuan Bonek bakal Geruduk Jakarta, Ketum Jakmania Beri Kata-kata Berkelas Jelang Laga Persija Vs Persebaya

Ribuan Bonek bakal Geruduk Jakarta, Ketum Jakmania Beri Kata-kata Berkelas Jelang Laga Persija Vs Persebaya

Ketua Umum the Jakmania, Diky Soemarno sambut Bonek Mania untuk dukung Persebaya Surabaya di laga kontra Persija Jakarta di SUGBK pada Super League 2025/2026.
Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Nasib kurang beruntung tengah dialami kiper utama Timnas Indonesia Maarten Paes. Meski kini bermain untuk raksasa Eredivisie Ajax Amsterdam Paes justru menjadi
KAI Bandara Catat Kinerja Positif, Penumpang Triwulan I 2026 Meningkat

KAI Bandara Catat Kinerja Positif, Penumpang Triwulan I 2026 Meningkat

KAI Bandara mencatat kinerja positif pada angkutan penumpang selama Triwulan I tahun 2026 di wilayah Sumatera Utara. Hal ini tercermin dari peningkatan jumlah
Melihat Kondisi Rakyat, Presiden Prabowo Beri Peringatan Keras ke Pejabat

Melihat Kondisi Rakyat, Presiden Prabowo Beri Peringatan Keras ke Pejabat

Melihat kondisi rakyat Indonesia, Presiden Prabowo langsung lontarkan peringatan keras ke seluruh pejabat dan birokrat di jajaran kabinetnya terkait esensi
Media Belanda Bongkar Fakta Terbaru Passportgate, 4 Pemain Timnas Indonesia Bebas Main di Liga Belanda?

Media Belanda Bongkar Fakta Terbaru Passportgate, 4 Pemain Timnas Indonesia Bebas Main di Liga Belanda?

Drama paspor di liga Belanda: apa yang sebenarnya terjadi? Dalam kasus ini, keempat pemain diaspora Timnas Indonesia harus menghentikan aktivitas sepak bola mereka
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Selengkapnya

Viral