News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Penuhi Syarat, 80 Persen SMP di Kulon Progo Telah Melaksanakan PTM

Jumlah sekolah yang dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk jenjang SMP di Kulon Progo bertambah, setelah sejumlah sekolah memenuhi kriteria penerapan protokol kesehatan
Jumat, 8 Oktober 2021 - 19:02 WIB
Suasana pembelajaran tatap muka tingkat SMP di Kulun Progo, DIY, Jumat 8/10/2021
Sumber :
  • Tim tvOne - Ari Wibowo


Kulon Progo, DIY - Jumlah sekolah yang dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk jenjang SMP di Kulon Progo, DIY, telah bertambah, setelah sejumlah sekolah memenuhi kriteria penerapan protokol kesehatan. Saat ini terdapat 50 sekolah yang menggelar PTM, atau hampir 80 persen dari jumlah keseluruhan SMP di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kulon Progo, Arif Prastowo, mengatakan, terbitnya ijin PTM tersebut lantaran sekolah telah memenuhi kriteria penerapan protokol kesehatan dan prosedur pembelajaran yang aman dari penularan virus Covid-19. Sehingga oleh gugus tugas dan instansi terkait direkomendasikan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


"Meski ijin telah terbit, kami tetap akan evaluasi terhadap pelaksanaan PTMnya, untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran dan penerapan prokes di sekolah. Kegiatan evaluasi akan kami lakukan setiap dua pekan sekali," terang Arif saat dikonfirmasi, Jumat (8/10).

Dari total 65 SMP negeri dan swasta di Kulon Progo sudah 50 sekolah yang terbit ijin pelaksanaan PTM-nya. Artinya, sudah hampir 80 persen sekolah jenjang menengah pertama di wilayah itu yang memenuhi syarat tatap muka.


Dengan terbitnya ijin tersebut, Arif meminta agar setiap sekolah bisa berhati-hati dan berusaha maksimal untuk mencegah potensi penularan Covid-19 di sekolah. Sehingga harapannya kegiatan PTM tidak menjadi klaster penularan virus bagi siswa maupun guru.


Kemudian apabila dalam pelaksanaan PTM bagi jenjang SMP itu berjalan baik, lanjut Arif, maka tidak menutup kemungkinan PTM akan diterapkan kepada jenjang dibawahnya. Seperti sekolah dasar (SD), Taman Kanak-kanak (TK) hingga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).


Untuk jenjang SD hingga PAUD sendiri, Arif menyatakan saat ini pihaknya tengah melakukan verifikasi sarana prasarana prokes sekolah dan melakukan berbagai persiapannya . Untuk jenjang SD disebut telah memenuhi syarat dan siap menggelar PTM dalam waktu dekat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


"Namun untuk TK dan PAUD kemungkinan masih lama," ujar Arif. 

Terpisah, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana mengatakan, sebagai upaya meningkatkan upaya pencegahan virus Covid-19 di sekolah. Pihaknya juga telah mengajukan penerapan QR Code aplikasi Peduli Lindungi untuk sekolah di Kulonprogo.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT