News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Trisha Anak Ferdy Sambo Cerita Detik-Detik saat Hakim Datangi Rumah Saguling

Terbaru, Trisha anak Ferdy Sambo cerita detik-detik saat Hakim datangi rumah Saguling, yang melakukan peninjuan bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU).Sabtu 7/1/2023
Sabtu, 7 Januari 2023 - 09:16 WIB
Trisha Eungelica dan Ferdy Sambo.
Sumber :
  • Tiktok @peppysyam

Jakarta, tvOnenews.com - Trisha Eungelica Ardyadana, anak sulung dari Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi menjadi sorotan publik atas kasus yang menimpa orang tuanya. Adapun Trisha anak Ferdy Sambo cerita detik-detik saat Hakim datangi rumah Saguling, Sabtu (7/1/2023).

Pengungkapan kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J sedang bergulir sidangnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Beberapa fakta terungkap di hadapan Majelis Hakim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terbaru, Trisha anak Ferdy Sambo cerita detik-detik saat Hakim datangi rumah Saguling, yang melakukan peninjuan bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU).


Trisha Eungelica, Anak dari pasangan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. (Kolase tim tvOnenews.com)

Putri sulung Ferdy Sambo, Trisha membagikan ceritanya saat hakim pengadilan negeri Jakarta Selatan, Wahyu Iman Santoso mendatangi rumahnya di Jalan Saguling, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan untuk melihat lokasi kejadian rangkaian pembunuhan Brigadir J.

Hakim diketahui datang ke rumah Saguling bersama dengan jaksa penuntut umum dan lima penasihat hukum para terdakwa pembunuhan Briagdir J yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, Ricky Rizal dan Bharada E.

Mengutip dari VIVA yang melansir dari TikTok pribadi Trisha @trishhh yang melakukan live pada Kamis malam, dia menjelaskan detik-detik hakim masuk ke rumahnya.

"Saat itu saya lagi di lantai 2 dan tiba-tiba banyak orang datang masuk ke rumah. Saya enggak tahu yang mana hakimnya karena semua pakai masker. Jujur saya enggak pernah dateng ke pengadilan dan enggak pernah lihat sidang di tv juga jadi enggak tahu yang mana muka hakimnya," kata Trisha.

Mahasiswa Kedokteran Universitas Trisakti ini menceritakan bahwa hanya mengenal sosok 'Ayah' sapaan akrab pengacara Sambo, Arman Hanis yang berada di rumahnya saat itu.

"Jadi mereka (termasuk hakim) masuk ke lantai dua dan lantai tiga, saya cuma bengong lihatin karena banyak banget. Sebenernya sudah dikasih tahu sama ayah kalau hakim mau datang, terus tiba-tiba masuk jadi kaget. Kebetulan abis jengung mama juga kan," kata dia.

Saat di rumah Saguling, kata dia tidak ada televisi yang masuk ke sana sehingga tidak nampak di siaran tv. Dia mengaku tidak mengikuti proses sidang hakim tersebut.


Rombongan Majelis Hakim dan JPU di Duren Tiga dari rumah Saguling, Jakarta Selatan, Rabu (4/1/2023). (sumber: Julio Trisaputra).

Sebelumnya diberitakan, Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menangani sidang kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, berencana untuk mendatangi TKP penembakan pada hari ini, Rabu, 4 Januari 2023.  

Pejabat humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Djuyamto mengatakan kedatangannya ke TKP penembakan Brigadir Yosua itu bertujuan untuk melengkapi fakta persidangan dan memastikan keterangan dari para saksi maupun terdakwa dalam kasus tersebut. 

"Kewenangan Majelis Hakim untuk melengkapi, memperoleh fakta-fakta di persidangan antara lain bisa dengan pemeriksaan setempat. Teknisnya secara prinsip hanya untuk cross check keterangan saksi-saksi maupun terdakwa mengenai TKP," kata Djuyamto saat dikonfirmasi wartawan, Selasa, 3 Januari 2023. 

"Majelis Hakim juga akan melihat posisi saat rekonstruksi dalam BAP dan sesuai keterangan saksi juga terdakwa," sambungnya.

Dalam hal itu, Wahyu tak mengucap kalimat apapun ketika tiba di rumah saguling. Tak hanya itu, sejumlah Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan diselingi oleh sejumlah kuasa hukum para terdakwa pembunuham berencana Brigadir J pun telah tiba sebelum hakim ketua tiba. 

Adapun kuasa hukum para terdakwa pun yang sudah di dan tampak masuk ke dalam rumah pribadi Ferdy Sambo itu diantaranya Arman Hanis, Rasamala Aritonang (Kuasa Hukum keluarga Ferdy Sambo), Ronny Talapessy (Kuasa Hukum Bharada E), Erman Umar (Kuasa Hukum Bripka RR), Irwan Irawan (Kuasa Hukum Kuat Maruf). (viva/ind)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT