News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Psikolog Forensik Ungkap Jiwa Korsa Bharada E dan Ferdy Sambo Menyimpang, Karena Ini..

Pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Psikolog Forensik ungkap jiwa korsa Bharada E dan Ferdy Sambo menyimpang.
Selasa, 27 Desember 2022 - 04:58 WIB
Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dan Bharada Richard Eliezer.
Sumber :
  • Sumber : kolase tvOnenews.com/Julio Trisaputra/ antara

Jakarta, tvOnenews.com - Sidang pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Psikolog Forensik ungkap jiwa korsa Bharada E dan Ferdy Sambo menyimpang, Selasa (27/12/2022).

Sidang yang telah bergululir kurang lebih sebulan ini telah menyita perhatian publik, karena sejumlah fakta-fakta satu demi satu diungkap di persidangan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun saksi ahli, Psikolog Forensik ungkap jiwa korsa Bharada E dan Ferdy Sambo menyimpang.


Kolase foto Mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo dan Bharada Richard Eliezer.  (Julio Trisaputa/Antara)

Ahli Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel menyampaikan jiwa korsa dari Mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo menyimpang. Reza juga menyebut jiwa korsa Richard Eliezer atau Bharada E menyimpang selaku yang menembak mati Brigadir Yosua.

Hal itu disampaikan Reza saat dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Bharada E dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 26 Desember 2022.

Pada awalnya, tim penasihat hukum Bharada E meminta Reza mendeskripsikan situasi yang dihadapi kliennya atas pengaruh Ferdy Sambo, Reza menjawab dengan menyinggung soal instumen jiwa korsa yang harus dimiliki anggota kepolisian.

"Peristiwa bahwa klien saya, Richard di bawah pengaruh atau tekanan Ferdy Sambo. Bagaimana ahli menjelaskan situasi dalam tekanan tersebut?," tanya Tim Penasihat hukum Bharada E.

"Pemahaman saya, baik Richard (Bharada E) atau Sambo adalah bagian dari institusi lembaga penegakan hukum. Dalam organisasi kepolisian, ada instrumen yang sangat vital, penting dan krusial yang harus dimiliki personel yaitu jiwa korsa," kata Reza.


Ronny Talapessy, Kuasa Hukum Bharada Richard Eliezer. (tim tvOne/Muhammad Bagas)
 

Dia menjelaskan, jiwa korsa merupakan sumber stamina, energi, sumber eksistensi bagi setiap insan kepolisian.

"Jiwa korsa dimanifestasikan dalam perilaku setia kawan, mereka menggunakan kosa kata yang sama, cara berpikir yang sama, mereka menunjukkan ketaatan, kepatuhan, ketundukan dan keseragaman. Itulah jiwa korsa yang harus dimiliki insan kepolisian," ungkap Reza. 

Lebih lanjut, Reza menyebut dari beberapa hasil studi didapatkan adanya penyimpangan terhadap jiwa korsa yang disebut sebagai kode senyap atau code of silent. Salah satu bentuk jiwa korsa yang menyimpang ini terlihat dari perintah Ferdy Sambo ke Bharada E untuk menembak Brigadir Yosua

"Konsekuensinya ketika kita menyoroti (Bharada E) atau Sambo. Menurut kita tidak bisa abai terhadap jiwa korsa ini. Termasuk dengan jiwa korsa yang menyimpang yang mereka lakukan," sambung Reza.

Reza menyampaikan, kasus yang terjadi antara Ferdy Sambo dan Bharada E ini bukan menjadi satu-satunya contoh code of silent atau penyimpangan jiwa korsa. Katanya, code of silent ini banyak terjadi di dalam tubu polri.

"Code of silent berdasarkan riset, terjadi atau menjadi fenomena banyak di Kepolisian, Sekali lagi, jiwa korsa ini merupakan sumber stamina yang mutlak harus dimiliki insan kepolisian," jelas Reza. (viva/ind)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam menyoroti polemik yang melibatkan Dean James, yang disebut berpotensi memicu kekacauan di Eredivisie akibat sengketa status kelayakan bermain.
Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Media Vietnam menyoroti skuad Timnas Indonesia jelang Piala ASEAN 2026, dengan perhatian utama tertuju pada Marselino Ferdinan sebagai satu-satunya pemain yang.
Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri membongkar kasus penyalahgunaan gas LPG subsidi di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (2/5/2026). Dalam hal ini, dua orang pelaku berhasil diamankan.
Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mencatat sebanyak 42 calon jemaah haji non prosedural telah dicegah keberangkatannya ke Tanah Suci sejak awal masa haji 2026.
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral