News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terungkap! Dokter Forensik Beberkan Penyebab Kematian Satu Keluarga di Kalideres

hasil penyelidikan diungkap oleh Mapolda Metro Jaya beserta tim. Adapun terbaru, Dokter Forensik beberkan penyebab kematian satu keluarga di Kalideres, (10/12)
Sabtu, 10 Desember 2022 - 09:10 WIB
Dokter Forensik Beberkan Penyebab Kematian Satu Keluarga di Kalideres.
Sumber :
  • Sumber: Kolase tvonenews.com (Rizki Amana/Arief Budiman/tim tvOne)

Diberitakan sebelumnya, Bikin geger penemuan jenazah yang merupakan satu keluarga di sebuah rumah di perumahan Citra Garden Kalideres, Jakarta Barat pada Kamis 10 November 2022.

Keempat jenazah disebutkan telah dalam kondisi mengering dan menimbulkan aroma busuk pada area luar rumah. Setelah diidentifikasi keempat jenazah itu adalah Rudyanto Gunawana (71), Reni Margaretha Gunawana (58), kemudian anak dari keduanya yang bernama Dian (40) dan terakhir yakni Budiyanto Gunawan yaitu Ipar dari Rudyanto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak ditemukan DNA lain dari TKP

Konferensi pers pengungkapan kasus kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat. (tim tvOne/Rizki Amana)

Hasil penyelidikan terkait tewasnya satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat diumumkan setelah bergulir hampir sebulan. Salah satu hasil penyelidikan mengungkap bahwa tidak ditemukan adanya DNA orang lain di rumah tersebut kecuali keempat jenazah keluarga.

Hal itu diungkap oleh Kabid Kimia dan Biologi Forensik (Kimbofor) Pusat Laboratorium Forensik, Kombes Pol Wahyu Marsudi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya.

"Kami mencari jejak material biologi DNA selain korban di TKP (tempat kejadian perkara), Kenapa? kalau ada jejak DNA korban maka bisa diduga ada orang lain yang pernah masuk ke TKP tersebut. Kita cari tahu di akses pintu masuk, kamar mandi, kelar. Kita ambil DNA dan periksa di labfor ternyata tidak ditemukan DNA selain keempat korban," ucap Wahy dalam Konferensi Pers yang dihadiri oleh sejumlah tim ahli.

Kemudian, Kombes Pol Wahyu Marsudi menuturkan bahwa pihak juga mengambil tulang iga dari keempat korban dalam rangka memastikan korban apakah sesuai dengan kartu tanda penduduk (KTP). Penyesuaian identitas korban juga dilakukan melalui perbandingan dengan anggota keluarga yang masih hidup yaitu Irwanto Gunawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita pakai metode sibling, membandingkan korban meninggal dunia dengan keluarga yang masih hidup. Ternyata ada keidentikan. Jadi keluarga masih yaitu Irwanto Gunawan yang kita bandingkan dengan keempat korban, yang ternyata punya sibling atau garis kekerabatan dengan Irwanto Gunawan yang masih hidup," ujarnya. (ind)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT