GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tragedi Kanjuruhan, Simak Beberapa Kerumuman di Dunia yang Juga Memakan Korban

Sebanyak 125 orang meninggal dunia dalam insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Jawa Timur. Sebelumnya, ada beberapa kejadian serupa yang terjadi di dunia.
Selasa, 4 Oktober 2022 - 12:04 WIB
Suporter sepak bola memasuki lapangan Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022).
Sumber :
  • AP Newsroom

Jakarta -Polisi menembakkan gas air mata setelah kerusuhan pecah pada pertandingan sepak bola yang digelar di stadion Kanjuruhan, Jawa Timur Ketika Persebaya Surabaya berhasil mengalahkan Arema Malang 3-2.

Akibat panik dan terburu-buru untuk keluar meninggalkan stadion Kanjuruhan, setidaknya 125 orang tewas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut keterangan kepolisian Jawa Timur, sebagian korban tewas karena terinjak-injak saat ingin keluar dari stadion.

Kejadian tersebut bukanlah kali pertama yang terjadi. Berikut beberapa bencana kerumunan besar, yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir di dunia: 

3 Desember 1979

Sebanyak 11 orang dinyatakan tewas ketika ribuan penggemar bergegas masuk ke konser Who di Riverfront Coloseum di Cincinnati.

20 Januari 1980

Sebuah stadion kayu berlantai empat runtuh pada adu banteng di Sincelejo, Kolombia.

Insiden itu telah menewaskan sekitar 200 penonton.

20 Oktober 1982

Sebanyak 66 orang tewas dalam kecelakaan penggemar saat meninggalkan pertandingan Piala UEFA antara Spartak Moscow dan Haarlem, Belanda di Stadion Luzhniki di Moskow.

28 Mei 1985

Terdata ada 39 orang tewas dalam kekerasan penggemar di final Piala Eropa 1985 antara Liverpool dan Juventus di Stadion Heysel di Brussels.

13 Maret 1988

Sebanyak 93 orang tewas Ketika ribuan penggemar sepak bola melonjak ke pintu keluar stadion yang terkunci untuk melarikan diri dari hujan es yang turun secara tiba-tiba di Kathmandu, Nepal.

15 April 1989

97 orang meninggal dan ratusan lainnya terluka dalam kecelakaan antar penggemar di Stadion Hillsborough akibat berdesakan di Sheffield, Inggris.

Satu korban meninggal pada tahun 2021 karena pneumonia aspirasi, akibat bencana tersebut.

2 Juli 1990

Saat haji tahunan di Arab Saudi tahun 1990, terdapat 1.426 peziarah Muslim, terutama dari Asia, meninggal di dalam dan sekitar terowongan pejalan kaki yang mengarah dari Mekkah ke Mina.

13 Januari 1991

Terdapat 42 orang tewas ketika penggemar mencoba melarikan diri dari perkelahian di Stadion Oppenheimer di Afrika Selatan.

23 Mei 1994

270 peziarah Muslim tewas saat sedang berziarah.

23 November 1994

Sebanyak 113 orang meninggal akibat kepanikan selama protes politik di Nagpur, India.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

16 Oktober 1996

Dalam insiden tersebut ada 84 orang meninggal dan 147 terluka saat para penggemar yang panik disiram sebelum kualifikasi Piala Dunia antara Guatemala dan Costa Rika di Guatemala City.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sempat Tak Dilirik dalam 4 Tahun Terakhir, Ezra Walian Berpeluang Akhiri Penantian Panjang di Timnas Indonesia

Sempat Tak Dilirik dalam 4 Tahun Terakhir, Ezra Walian Berpeluang Akhiri Penantian Panjang di Timnas Indonesia

Banyak yang menilai ini sebagai momen kebangkitan Ezra setelah cukup lama absen dari Timnas Indonesia
Mengejutkan! Khabib Ajukan Permintaan Tak Lazim ke Presiden Putin

Mengejutkan! Khabib Ajukan Permintaan Tak Lazim ke Presiden Putin

Khabib Nurmagomedov ternyata pernah mengajukan permintaan tak lazim kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin. Apakah itu?
3 Pemain Keturunan yang Dikabarkan Sudah Dihubungi PSSI untuk dinaturalisasi dan Memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026, Siapa Saja?

3 Pemain Keturunan yang Dikabarkan Sudah Dihubungi PSSI untuk dinaturalisasi dan Memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026, Siapa Saja?

PSSI dikabarkan sudah menghubungi 3pemain keturunan dari Belanda hingga Australia. Mereka diprediksi akan dinaturalisasi dan memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026.
Rapor Pevoli Indonesia yang Abroad! Farhan Halim jadi Juru Kunci di Jepang, Rivan dan Doni Haryono ke Final Four di Thailand

Rapor Pevoli Indonesia yang Abroad! Farhan Halim jadi Juru Kunci di Jepang, Rivan dan Doni Haryono ke Final Four di Thailand

Pada kompetisi musim 2025/2026 sejumlah pevoli kebanggan Indonesia tengah menjalani karier di luar negeri yakni Rivan Nurmulki, Doni Haryono dan Farhan Halim.
‎Beda dengan Era Patrick Kluivert, John Herdman Pilih Kombinasi Seimbang Asisten Lokal dan Asing dalam Staf Kepelatihan Timnas Indonesia ‎

‎Beda dengan Era Patrick Kluivert, John Herdman Pilih Kombinasi Seimbang Asisten Lokal dan Asing dalam Staf Kepelatihan Timnas Indonesia ‎

Pendekatan ini menjadi sinyal bahwa John Herdman ingin menciptakan harmoni dalam tim kepelatihan. Ia tampak menaruh kepercayaan besar terhadap kontribusi pelatih lokal dalam mendukungnya di Timnas Indonesia.
Bukan soal Gol-gol Indah! Intelijen Bongkar Ancaman Nyata Piala Dunia 2026 Dibayangi Kerusuhan Gegara Konflik Amerika Serikat

Bukan soal Gol-gol Indah! Intelijen Bongkar Ancaman Nyata Piala Dunia 2026 Dibayangi Kerusuhan Gegara Konflik Amerika Serikat

Kabar kurang menyenangkan terungkap jelang gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Laporan intelijen memperingatkan adanya kerusuhan

Trending

Suara Hati Megawati Hangestri Jelang Final Four Proliga 2026

Suara Hati Megawati Hangestri Jelang Final Four Proliga 2026

Megawati Hangestri memaknai momen Lebaran sebagai waktu untuk pulang, mengenang, dan memperkuat mental jelang Final Four Proliga 2026. Megatron
Idul Fitri Sudah Berlalu, Boleh atau Tidak Puasa Syawal Tidak Berurutan? Buya Yahya Beri Penjelasannya

Idul Fitri Sudah Berlalu, Boleh atau Tidak Puasa Syawal Tidak Berurutan? Buya Yahya Beri Penjelasannya

Buya Yahya mengambil penjelasan dari Mazhab Imam Syafi'i. Di dalamnya, hukum puasa Syawal selama enam hari tidak dilakukan secara berturut-turut masih sah.
Melihat Kondisi Satrio Wiratama Bayi Panda yang Diberi Nama Oleh Prabowo, Sudah Bisa Merangkak

Melihat Kondisi Satrio Wiratama Bayi Panda yang Diberi Nama Oleh Prabowo, Sudah Bisa Merangkak

Satrio Wiratama adalah seekor panda yang lahir di Taman Safari Indonesia (TSI), Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Nama Satrio sendiri diberikan langsung oleh Prabowo
Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir Asep Mudik Jalan Kaki Cuma Modal Bawa Cilok: Berani Mendaki, Takut Minta Ongkos

Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir Asep Mudik Jalan Kaki Cuma Modal Bawa Cilok: Berani Mendaki, Takut Minta Ongkos

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) menyayangkan penjual cilok yang mudik berjalan kaki dari Bandung-Ciamis, Asep Kumala Seta tidak berani minta ongkos ke bos.
Coret 17 Pemain, John Herdman Umumkan Skuad Timnas Indonesia di FIFA Series! Ada Ole Romeny Hingga Elkan Baggott

Coret 17 Pemain, John Herdman Umumkan Skuad Timnas Indonesia di FIFA Series! Ada Ole Romeny Hingga Elkan Baggott

Sebanyak 17 pemain dari skuad provisional dicoret hingga akhirnya ada 24 pemain dalam skuad final Timnas Indonesia.
John Herdman Coret Ezra Walian Hingga Ricky Kambuaya, Intip 17 Nama Pemain yang Gagal Tembus Skuad Final Timnas Indonesia

John Herdman Coret Ezra Walian Hingga Ricky Kambuaya, Intip 17 Nama Pemain yang Gagal Tembus Skuad Final Timnas Indonesia

Dari daftar nama yang dicoret, hampir seluruhnya nama berasal dari klub-klub Super League. John Herdman bahkan mencoret Ezra Walian dan Ricky Kambuaya dari daftar final Timnas Indonesia. 
Reaksi Berkelas Go Ahead Eagles Setelah Klub Eredivisie Protes Status Dean James ke PSSI Belanda

Reaksi Berkelas Go Ahead Eagles Setelah Klub Eredivisie Protes Status Dean James ke PSSI Belanda

NAC Breda mengajukan protes dengan meminta pertandingan melawan Go Ahead Eagles diulang. Kekalahan 0-6 dari Go Ahead Eagles dituduhkan NAC Breda karena tidak sahnya klub lawan menurunkan Dean James. 
Selengkapnya

Viral