Balitbangtan Siap Menawarkan Teknologi Pangan ke Negara-negara G20
- Antara
Beberapa teknologi lain disiapkan dalam menghadapi krisis pangan global, padi, jagung dan kedelai. "Jadi ini, dua tiga hari ini kita akan belajar bersama, berbagi pengetahuan. Mudah-mudahan kita bisa mengimplementasikan apa yang mereka lakukan dan apa yang harus kita siapkan dalam rangka menghadapi krisis pangan global karena perubahan iklim seperti itu," ujarnya.
Menurut Fadjry, sebagai negara kontinental dan maritim di G20 kali ini, Indonesia mempunyai 'base 'atau pengalaman yang berbeda dengan negara-negara lain. Menurut dia, mereka tentu ingin mendengar juga seperti apa Indonesia, dalam hal ini Kementerian Pertanian menghadapi ancaman krisis pangan global akibat perubahan iklim.
Menurut Fadjriem, BNPT siap menghadapi itu. makanya Alhamdulillah bapak Presiden sudah instruksi, tidak ada impor beras tiga tahun ini," ujarnya. Dia mengatakan untuk bisa mencapai swasembada beras hingga tidak impor dari negara luar, tentu dengan intervensi teknologi dari dalam negeri yang terus dikembangkan para peneliti.
"Tidak mungkin tidak ada intervensi teknologi di situ, tidak mungkin kita bisa swasembada, padahal konversi lahan kita tiap tahun makin besar, hampir 100.000 per tahun konversi lahan jadi penggunaan yang lain. Kalau tidak ada peningkatan produktivitas, penggunaan teknologi, tidak mungkin bisa seperti itu," kata dia. Oleh karena itu, kata dia, dalam rangka pencegahan menghadapi krisis pangan akibat perubahan iklim, sehingga pemerintah mendukung lahirnya varietas-varietas baru pangan. (HW/toz)
Load more