News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Balitbangtan Siap Menawarkan Teknologi Pangan ke Negara-negara G20

Balitbangtan siap menawarkan teknologi dan produk pangan dari berbagai varietas padi dan jenis tumbuhan lain kepada negara-negara yang hadir pada Technical Workshop G20.
Rabu, 3 Agustus 2022 - 22:54 WIB
Balitbangtan Siap Menawarkan Teknologi Pangan ke Negara-negara G20
Sumber :
  • Antara

Bogor - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) siap menawarkan teknologi dan produk pangan dari berbagai varietas padi dan jenis tumbuhan lain kepada negara-negara yang hadir pada Technical Workshop G20.

Saat jumpa pers usai pembukaan technical workshop G20 di IICC Bogor, Rabu 3 Agusrus 2022, Kepala Balitbangtan Prof Fadjry Djufry mengatakan Indonesia telah memiliki teknologi pangan yang produktif untuk menghasilkan varietas pangan, di antaranya padi, jagung, kopi dan lain-lain untuk menghadapi ancaman krisis pangan global, salah satunya akibat perubahan iklim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sekarang kita sedang mengembangkan pertanian organik kita, kita sudah punya varietasnya, teknologinya dan itu dibutuhkan pasar luar negeri dan beberapa komoditi yang lain, kopi, kakao, organik dan kita juga akan membuat standar terkait semua komoditi produk kita,” kata dia.

Menurut Fadjry, negara-negara yang tergabung dalam G20, pasti akan tertarik kepada teknologi yang dipaparkan karena Indonesia memiliki pengetahuan spesifik lokal yang ada di setiap provinsi.

Ia juga akan memanfaatkan waktu yang diberikan selama 10 menit untuk memaparkan perkembangan teknologi Indonesia dalam menghadapi krisis pangan global. Balitbangtan akan memilah informasi yang bisa disampaikan kepada perwakilan negara-negara G20 dan informasi untuk kepentingan penelitian.

Menurut Kepala Balitbangtan itu, Indonesia telah mempersiapkan varietas-varietas padi yang mampu bertahan dan tetap produktif pada berbagai kondisi alam saat ini. Beberapa di antaranya ialah varietas padi toleran kering yang tahan pada lahan kering selama dua minggu, yakni cakrabuana dan padi gogo varietas satu sampai 10.

Selanjutnya, varietas padi impara satu sampai 10 yang tahan terhadap rendaman, sehingga dalam tinggi muka air tertentu masih bisa bertahan selama dua minggu tetap produktif. Ada pula varietas padi impari biosari yang toleran terhadap salinitas atau tingkat kegaraman tertentu.

Ada pula varietas padi khusus untuk stunting, beras merah dan beras hitam untuk diabetes, ada padi untuk subtitusi impor, untuk kebutuhan hotel, rumah sakit, dan beberapa basmati, beras-beras Jepang untuk susi yang dikembangkan menjadi varietas baroma, perkawinan antara basmati dan pandan wangi. Ditambah varietas beras tarabas jadi beras-beras Jepang.

Beberapa teknologi lain disiapkan dalam menghadapi krisis pangan global, padi, jagung dan kedelai. "Jadi ini, dua tiga hari ini kita akan belajar bersama, berbagi pengetahuan. Mudah-mudahan kita bisa mengimplementasikan  apa yang mereka lakukan dan apa yang harus kita siapkan dalam rangka menghadapi krisis pangan global karena perubahan iklim seperti itu," ujarnya.

Menurut Fadjry, sebagai negara kontinental dan maritim di G20 kali ini, Indonesia mempunyai 'base 'atau pengalaman yang berbeda dengan negara-negara lain. Menurut dia, mereka tentu ingin mendengar juga seperti apa Indonesia, dalam hal ini Kementerian Pertanian menghadapi ancaman krisis pangan global akibat perubahan iklim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Fadjriem, BNPT siap menghadapi itu. makanya Alhamdulillah bapak Presiden sudah instruksi, tidak ada impor beras tiga tahun ini," ujarnya. Dia mengatakan untuk bisa mencapai swasembada beras hingga tidak impor dari negara luar, tentu dengan intervensi teknologi dari dalam negeri yang terus dikembangkan para peneliti.

"Tidak mungkin tidak ada intervensi teknologi di situ, tidak mungkin kita bisa swasembada, padahal konversi lahan kita tiap tahun makin besar, hampir 100.000 per tahun konversi lahan jadi penggunaan yang lain. Kalau tidak ada peningkatan produktivitas, penggunaan teknologi, tidak mungkin bisa seperti itu," kata dia. Oleh karena itu, kata dia, dalam rangka pencegahan menghadapi krisis pangan akibat perubahan iklim, sehingga pemerintah mendukung lahirnya varietas-varietas baru pangan. (HW/toz)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT