News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tawuran Libatkan 4 Sekolah di Jakarta, Seorang Pelajar Tewas Dibacok

Pelajar AIS (16) SMA Islam Tambora atau Istambul tewas usai terlibat tawuran dan dibacok senjata tajam (sajam) jenis celurit oleh sekelompok pelajar lainnya
Kamis, 21 Juli 2022 - 18:01 WIB
Tawuran Libatkan 4 Sekolah di Jakarta, Seorang Pelajar Tewas Dibacok
Sumber :
  • Julio Tri Saputra

Jakarta - Seorang pelajar berinisial AIS (16) yang duduk di kelas XI SMA Islam Tambora atau yang kerap disingkat Istambul, Jakarta Barat tewas usai terlibat tawuran dan dibacok senjata tajam (sajam) jenis celurit oleh sekelompok pelajar lainnya.

Kapolsek Tamansari, AKBP Rohman Yonky mengatakan korban tewas akibat dikeroyok sejumlah kelompok pelajar lainnya saat aksi tawuran terjadi di Gang Kesederhanaan Jalan Gajah Mada, Tamansari, Jakarta Barat pada Selasa (19/7/2022) sore. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pada hari tanggal dan jam tersebut telah terjadi tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan meninggalnya satu orang laki-laki," kata Yonky saat merilis kasus tersebut di Mapolsek Tamansari, Jakarta Barat, Kamis (21/7/2022).

Yonky menuturkan kronologi tewasnya seorang pelajar tersebut ditengarai aksi tawuran yang melibatkan empat kelompok pelajar dari sekolah yang berbeda. Menurutnya tawuran bermula ketika SMK YP IPPI Petojo, Jakarta Pusat sedang melangsungkan live pada akun instagramnya IPPI_803_CHOTA. 

Pada live instagram yang sedang berlangsung, sang admin mengundang pelajar dari SMA Islam Tambora untuk ikut berpartisipasi melalui akun instagram ISTAMBOEL 182.

Alhasil dua kelompok pelajar itu pun saling membuat janji melalui live instagram itu untuk menggelar aksi tawuran di Jalan Gajah Mada. Namun, SMA Islam Tambora datang bersama dua kelompok pelajar lain yang berasal dari SMK Jakarta Pusat 1 (JP1) dan SMK Sentosa. 

"Sepakat untuk tawuran, setibanya di TKP dua kelompok terjadi saling kejar dan beberapa orang dari dua kelompok terlihat membawa sajam," ungkapnya. 

Saat aksi tawuran tersebut berlangsung, AIS bersama seorang rekannya terpisah sehingga dikejar oleh kelompok SMK YP IPPI. 

Seketika korban dan rekannya berlari menyelamatkan diri, kelompok pelajar SMK YP IPPI langsung membacok bagian tubuh dengan senjata tajam jenis celurit yang dibawanya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kelompok pelaku yang mengejar korban membacok di sekitar perut dan punggung dan mengakibatkan korban kehilangan banyak darah di TKP," ungkapnya. 

Warga dan petugas anggota Sat Lantas Polres Metro Jakarta Barat Unit Tamansari mendapatkan pelaku terkapar usai aksi pembacokan tersebut. Warga dan anggota polisi membawanya ke RSUD Tamansari untuk mendapatkan pertolongan. 

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi percobaan penyitaan paksa kendaraan oleh kelompok debt collector atau penagih utang atau yang akrab disapa "mata elang" kembali meresahkan warga.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT