News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dalam Suasana Berduka, Ayah Brigadir Yosua Menilai Adanya Kejanggalan dalam Kronologi yang Menewaskan Anaknya

Kasus penembakan melibatkan anggota Polri bernama Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat (Brigadir Yosua) atau Brigadir J tewas ditembak oleh rekannya sendiri.
Selasa, 12 Juli 2022 - 23:49 WIB
Ilustrasi Penembakan
Sumber :
  • Pixabay

Kasus penembakan yang melibatkan anggota Polri bernama Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat (Brigadir Yosua) atau Brigadir J yang tewas ditembak oleh rekannya sendiri sesama anggota Polri yakni Bharada E.

Peristiwa tersebut terjadi pada hari Jumat (8/7/2022) di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Sambo. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Brigadir J dan Bharada E diketahui merupakan staff atau Propam dari Mabes Polri. Keduanya merupakan sopir dan ajudan dari Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo

Brigadir J yang diduga melakukan pelecehan terhadap istri Kadiv Propam Polri sambil menodongkan pistol. Seketika istri Kadiv Propam berteriak hingga Bharada E datang menuju lokasi. 

Atas kejadian tersebut, dilakukan baku tembak antara Brigadir J dengan Bharada E. Namun Brigadir J tewas akibat tertembak oleh Bharada E hingga mendapatkan beberapa luka tembak dan luka sayatan di tubuhnya. 

Setelah kejadian tersebut, keluarga dari Brigadir Yosua menemukan beberapa kejanggalan dari kronologi yang disampaikan oleh Brigjen Hendra kepada pihak keluarga. 

Sang ayah dari Brigadir Yosua, Samuel Hutabarat mengatakan beberapa kejanggalan dari kronologi tersebut. 

Dirinya mengatakan pada salah satu kejanggalan pada peristiwa penembakan tersebut yakni tidak ada satupun peluru yang mengenai Bharada E. 

Menurutnya, tidak mungkin jika anaknya menembak duluan tanpa mengenai Bharada E.

“Kata orang itu (Brigjen Hendra) anak saya langsung menodongkan senjata terhadap Bharada E, langsung menembak. Saya tanya kepada pak jendral, pak yang duluan nembak siapa? Almarhum.Aapa yang kena dari Bharada E? Tidak ada yang kena. Hebat dia mengelak peluru itu. Dia berlindung di tangga,” ujar Samuel pada acara Kabar Siang (12/7/2022).

“Bharada E belakangan menembak, langsung sekali tembak kena anak saya. Sedangkan anak saya menembak dengan membabi-buta. Anak saya yang menembak duluan masak tidak kena?” Lanjutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut penjelasan dari Ayah Brigadir J, jarak penembakan antara Brigadir J dengan Bharada A sekitar kurang lebih 5 m sampai 7 m. 

Ia juga mengatakan bahwa Brigadir J jauh lebih senior daripada Bharada J. Anaknya telah mengemban pendidikan dari Korps Brimob yang sudah terlatih dalam menggunakan senjata api. Samuel mengatakan kronologi tersebut sangat janggal.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral