Polisi Ungkap Masalah Taksi Green SM di Bekasi Timur Hingga Diduga JAdi Penyebab Tragedi Maut Kereta di Bekasi Timur: Belum Perawatan
- X @TMCPoldaMetro
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi Ungkap Masalah Taksi Green SM di Bekasi Timur Hingga Diduga JAdi Penyebab Tragedi Maut Kereta di Bekasi Timur: Belum Perawatan
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden taksi Green SM di perlintasan sebidang hingga diduga menjadi penyebab tragedi maut tertabraknya KRL Commuter Line oleh KA Argo Bromo Anggrek di wilayah Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) lalu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menerangkan taksi tersebut diketahui sudah mencapai 24.000 KM yang semestinya sudah dilakukan service atau perawatan per 15.000 KM.
- tvOnenews.com/Adinda Ratna Safira
“Kami juga menyampaikan bahwa terkait tentang informasi dari depot manajer operasional, ini taksi tersebut harusnya per 15.000 KM itu sudah harus masuk ke depot untuk melaksanakan maintenance ataupun perawatan. Tapi sampai dengan 24.000 itu belum dilakukan maintenance,” ungkap Budi, di Polda Metro Jaya, Jumat (8/5/2026).
Kemudian Budi mengatakan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman mengenai mobil tersebut mati listrik di perlintasan sebidang apakah dikarenakan dampak dari belum dilakukan maintenance atau tidak.
“Nah, kita masih mendalami apakah akibat tadi pertanyaan tadi mati mobil listrik ini di perlintasan sebidang kereta api, apakah termasuk dampak dari belum dilakukan maintenance? Nah, ini masih kami lakukan pengkajian,” ungkap Budi.
Untuk diketahui, polisi masih menyelidiki soal insiden taksi Green SM tertemper KRL di perlintasan sebidang yang diduga mejadi pemicu kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek wilayah Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) lalu. Beredar informasi bahwa ada rentang waktu 30 menit dari taksi berhenti hingga tertemper KRL.
Menanggapi hal ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pohaknya masih melakukan pendalaman dengan memeriksa Kapusdal Daop 1 tentang bagaimana operasional perkeretaapian di hari itu.
“Waktu 30 menit ini masih didalami oleh Puslabfor termasuk dari perkeretaapian. Tadi sudah kami sampaikan ada pemeriksaan kepada Kapusdal Daop 1 tentang bagaimana operasional perkeretaapian di hari itu,” kata Budi, di Polda Metro Jaya, Jumat (8/5/2026).
Budi menjelaskan, pendalaman yang dilakukan yakni runtutan peristiwa mulai dari awal kejadian sampai dengan terjadi insiden temper antara kereta api listrik dengan taksi online.
“Setelah itu ada kereta listrik yang mengantre karena terjadi kecelakaan, yang ditemper kembali oleh Kereta Argo Bromo Anggrek. Nah, ini masih didalami,” ungkap Budi.
Selain itu, Budi menjelaskan, pendalaman yang dilakukan juga berkaitan dengan sistem peringatan dini atau early warning system hingga voice logger.
“Apakah terkait tentang early warning system ataupun voice logger ataupun informasi yang disampaikan dari pengawas dari menara kepada kereta api Argo Bromo sudah mendapat informasi belum apabila ada di depan kereta api yang sedang mengalami kecelakaan dan berhenti? Ada dua kereta api, yang satu mengalami kecelakaan dan satu berhenti. Ini masih dalam pendalaman,” ungkap Budi.
Kemudian Budi merangkan, pihak kepolisian juga tengah meminta keterangan terhadap SM yang saat itu sebagai pengatur perjalanan kereta api.
“Ini juga masih didalami tentang sinyal hijau. Saksi memberikan sinyal hijau kepada kereta api Argo Bromo Anggrek nomor 4B yang melintas di wilayah Tambun. Nah, ini juga masih dilakukan pendalaman oleh Puslabfor, penyidik, serta KNKT,” ucap Budi.(ars/raa)
Load more