Presiden PKS Almuzzammil Yusuf: Hari Kartini Bukan Sekadar Seremoni, Saatnya Perkuat Kontribusi Perempuan
- Istimewa
Dalam kesempatan tersebut, Almuzzammil turut menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan saat ini, termasuk maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di sejumlah kampus terkemuka di Indonesia.
PKS, tegasnya, mengecam keras kejadian tersebut dan menilai tindakan itu bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan kejahatan yang merendahkan martabat kemanusiaan.
“Kita berpihak sepenuhnya pada korban dan mendukung proses hukum yang tegas dan berkeadilan. Tidak boleh ada toleransi bagi predator seksual di ruang publik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Almuzzammil menegaskan bahwa PKS tidak pernah bergeser dari garis perjuangannya dalam memperjuangkan pemberdayaan perempuan dan penguatan keluarga.
Melalui Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka), PKS terus mendorong berbagai program yang berfokus pada pemuliaan perempuan dan ketahanan keluarga.
Ia menekankan bahwa pemuliaan perempuan berarti menempatkan perempuan pada posisi terhormat, baik ketika berkiprah di ruang publik maupun saat mendedikasikan diri dalam mendidik generasi di dalam keluarga.
“Pemuliaan berarti menempatkan perempuan pada tempat yang terhormat, baik saat ia sedang berkarya di ruang publik, maupun saat ia mendedikasikan dirinya mendidik generasi di rumah tangga. Keduanya tugas mulia, sesuatu yang tidak patut dibentur-benturkan,” ujarnya.
Menutup pidatonya, Almuzzammil menegaskan komitmen PKS untuk terus mengawal berbagai isu strategis yang berkaitan dengan perempuan dan keluarga, termasuk perlindungan ibu dan anak, ketahanan ekonomi keluarga, serta memastikan kebijakan dan undang-undang yang lahir dari parlemen berpihak pada keadilan bagi perempuan. (aag)
Load more