Murid yang Ledek Gurunya Sempat Syok dan Terpuruk Usai Videonya Viral, Dedi Mulyadi Tekankan Pentingnya Pembinaan
- dok.kolase tvonenews.com
Jakarta, tvOnenews.com - Murid yang meledek hingga mengacungkan jari tengah ke gurunya di Purwakarta sempat syok dan terpuruk usai videonya viral di jagat maya.
Hal ini diungkapkan salah satu guru Bimbingan Konseling (BK) SMA tersebut saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang berkunjung, Selasa (21/4/2026).
Pihak sekolah menyebut ada sembilan murid yang terlibat di antaranya tiga laki-laki dan enam perempuan.
Guru BK menyebut mereka sempat mengalami guncangan mental setelah viral. Akan tetapi, kini kondisi mereka mulai stabil.
"Awalnya syok sekali kayak terpuruk kembali. Sekarang sudah kuat hadapi kembali," ujarnya dikutip Rabu (22/4/2026).
Alih-alih disanksi skors, saat ini mereka menjalani hukuman berupa kerja sosial dan pembinaan akhlak di lingkungan sekolah.
Pihak sekolah mengikuti saran Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang sebelumnya menanggapi terkait video yang viral tersebut.
Sebelumnya KDM menyarankan hukuman yang edukatif bagi mereka lantaran lebih bermanfaat ketimbang skors yang justru membuat anak berdiam diri di rumah.
Anak-anak diketahui sudah meminta maaf kepada guru PPKn tersebut dan guru yang disapa Bu Atun itu sudah memaafkannya.
Di sisi lain, orang tua tak keberatan dengan hukuman yang diberikan kepada anak-anaknya.
Hukumannya, yakni selama tiga bulan ke depan mereka diwajibkan membersihkan lingkungan sekolah setiap hari.
Mereka juga menjalani proses refleksi diri melalui kegiatan keagamaan dengan membaca Al Quran bagi yang muslim dan Alkitab bagi yang nonis.
"Sama sekali tidak (komplain). (Orang tua) sangat bersyukur dengan aturan yang ada di sini," katanya.
Dedi Mulyadi pun menyiapkan program pembinaan lanjutan, yakni akan mengirimkan mereka ke barak militer untuk mendapatkan pelatihan kedisiplinan dan karakter.
"Nanti bulan Juni mereka ikut program barak militer. Nanti bareng ketua OSIS yang sekarang," kata KDM.
Dedi Mulyadi lantas menekankan pentingnya pembinaan bagi para siswa.
"Mereka kan harus dibina, harus mengajar yang tidak baik jadi yang baik," pungkasnya. (nsi)
Load more