News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Komentar Menohok Politisi PDIP Terkait Jusuf Kalla Klaim Berjasa untuk Jokowi: Sudah Tutup Buku

Dua politisi PDIP lontarkan komentar menohok terkait  mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) klaim berjasa di karier politik Jokowi. Satu di antaranya Guntur Romli dan
Senin, 20 April 2026 - 19:36 WIB
Pengakuan Mencengangkan Jusuf Kalla soal Peran Besarnya di Karier Politik Jokowi: Kasih Tahu Itu Termul-termul!
Sumber :
  • tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Dua politisi PDIP lontarkan komentar menohok terkait  mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) klaim berjasa di karier politik Jokowi. Satu di antaranya Guntur Romli dan Andreas Hugo Pareira.

Seperti diketahui, pernyataan itu sempat disampaikan JK dalam konferensi pers terkait klarifikasi potongan video ceramahnya saat menjadi pembicara di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

JK mengeklaim tanpa jasa darinya, Jokowi tidak mungkin diusung oleh PDIP ketika mencalonkan diri sebagai calon gubernur (cagub) dalam Pilkada DKI Jakarta 2012 serta calon presiden (capres) saat Pilpres 2014.

Ketika ditanya terkait pernyataan JK itu, Guntur pun menegaskan PDIP sudah enggan untuk dikaitkan dengan Jokowi setelah yang bersangkutan dipecat sebagai kader.

Diketahui, Jokowi dipecat sebagai kader pada 16 Desember 2024 lalu.

Pemecatan juga dilakukan terhadap putra sulungnya sekaligus Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, serta menantunya yang juga Gubernur Sumatra Utara (Sumut), Bobby Nasution.


Kala itu, salah satu alasan dipecatnya keluarga Jokowi karena mendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.

"PDI Perjuangan sudah tutup buku dengan Pak Jokowi, sudah dipecat. Tidak mau lagi membahas dan dikaitkan dengan Jokowi," beber Guntur, seperti dikutip pada Senin (20/4/2026).

Namun, Guntur mengakui bahwa pernyataan JK bisa diartikan sebagai wujud kekecewaa mantan Ketua Umum Golkar yang memang merasa dikhianati oleh Jokowi.

JK merupakan wapres yang mendampingi Jokowi dalam periode pertama kepemimpinannya pada 2014-2019.

"Tapi kesan dari pernyataan Pak JK, Jokowi itu memang berkhianat dan melukai pada orang-orang yang berjasa besar padanya," bebernya.

Tak cuma JK, Guntur juga menganggap ada beberapa orang yang juga berjasa untuk karier politik Jokowi.

Dia menyebut ada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri; Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto; Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung; mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Andhika Perkasa; hingga mantan Ketua DPC PDIP Solo sekaligus eks Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo atau FX Rudy.

Bahkan, Guntur juga menyebut orang-orang di luar lingkaran PDIP yang berjasa dan telah membantu Jokowi dalam pemerintahannya.

Dia mencontohkan Anies Baswedan dan Tom Lembong.

Seperti diketahui, Anies sempat menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) era kepemimpinan Jokowi periode pertama.

Bahkan, dirinya juga menjadi juru bicara tim pemenangan Jokowi-JK dalam Pilpres 2014 lalu.

Sementara, Tom Lembong menjabat menjadi Menteri Perdagangan (Mendag) di era Jokowi periode pertama.

"Dan tidak hanya ke orang-orang PDI Perjuangan (Jokowi dianggap berkhianat), juga pada Pak Anies Baswedan, dan Pak Tom Lembong, yang semuanya pernah membantu Jokowi," jelas Guntur.

Guntur kembali menegaskan bahwa nama-nama yang disebutnya itu kini dikhianati oleh Jokowi.

"Nama-nama yang saya sebut itu semua berkontribusi besar terhadap karier Jokowi. Tapi apa balasannya? Pengkhianatan dan menyakitkan," ucapnya.

Sementara, politikus PDIP lainnya, Andreas Hugo Pareira memastikan partainya tidak terusik dengan pernyaatan JK.

Bahkan kata dia, PDIP tidak ada urusan dengan pernyataan JK yang mengeklaim telah berjasa terhadap Jokowi dalam karier politiknya.

"Lebih baik tanya langsung Jokowi saja. Karena pernyataan JK ini dugaan saya maksudnya ke Jokowi," jelas Andreas saat dihubungi, Senin (20/4/2026).

Andreas berharap agar pernyataan JK itu ditanggapi oleh 'bos termul'.

Untuk diketahui, termul merupakan singkatan dari 'Ternak Mulyono'. Istilah ini kerap ditujukan kepada relawan Jokowi. Adapun Mulyono merupakan nama kecil dari Jokowi.

"Gak terusik, dan gak ada urusan dengan bos nya para Termul. Tanya bos Termul. Dia perlu bertanggung jawab terhadap ternak-ternaknya," jelas Andreas.

Andreas meyakini JK memang memiliki kekesalan tersendiri dengan para 'termul' sehingga meminta bosnya untuk bertanggung jawab.

"Kekesalan pak JK karena ternak dan didikan pemilik ternak. Makanya Pak JK kesal. Gak ada urusan dengan PDI Perjuangan. Pemilik ternak yang harus tanggung jawab," bebernya.

Sebelumnya diberitakan, JK menegaskan perannya dalam karier politik Jokowi hingga bisa menjadi Presiden RI.

Dia mengungkapkan perannya yang besar terhadap Jokowi. JK turut menyinggung 'termul-termul' untuk membandingkan dengan perannya tersebut.

JK mengatakan dalam kontestasi Pilgub DKI Jakarta 2012Megawati menolak untuk mengusung Jokowi sebagai cagub.

Lalu, JK mengeklaim bahwa dirinya membawa Jokowi ke Megawati dan mempromosikannya dengan representasi sebaagi sosok 'orang baik'.

"Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo untuk jadi Gubernur. Saya bawa. Saya ke Ibu Mega, 'Ibu ini ada calon baik orang PDIP'. (Megawati menjawab) 'Ah jangan'. Saya datang lagi, akhirnya beliau setuju jadilah Gubernur," ucap JK dalam konferensi pers di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

JK lantas menyebut Jokowi berterimakasih kepadanya karena telah membuat dia menang Pilgub DKI Jakarta 2012.

Lewat pernyataannya itu, dirinya lantas mengeklaim bahwa tanpa jasanya, Jokowi tidak mungkin bisa maju menjadi capres pada Pilpres 2014 dan berujung menang.

"Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi Presiden karena saya. Kan tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden?" tegas JK dengan suara lantang.

Pada momen tersebut, JK menyebut Megawati juga sempat enggan untuk mengusung Jokowi menjadi capres dalam Pilpres 2014 jika bukan dirinya yang menjadi cawapres.

"2 tahun dia gubernur (DKI Jakarta), oke silakan, saya tidak campur, saya tidak pernah datang waktu Gubernur. Tiba-tiba jadi Presiden, saya bilanglah, eh belum cukup pengalaman jangan, nanti rusak negeri ini. Ah tapi Ibu Mega kasih tahu saya, dia tidak mau teken kalau saya tidak wakilnya (cawapres pada Pilpres 2014)," ucap JK.

Dia menjelaskan Megawati mau untuk memasangkan Jokowi dengannya karena berpengalaman. Megawati ingin agar JK membimbing Jokowi.

Kala itu, JK mengaku sempat bimbang karena berencana untuk pulang ke kampung halamannya di Makassar. Namun, akhirnya mau untuk menuruti permintaan Megawati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Aduh saya mau pulang kampung waktu itu mau pulang ke Makassar, Ibu Mega bilang jangan, 'Pak Yusuf dampingi. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Yusuf' Ya bukan saya minta, bukan," kata JK.

"Ibu Mega yang minta sama saya agar dampingi karena beliau tidak berpengalaman. Mengerti? Jadi jangan coba. Minta maaf ya, kasih tahu semua itu buzzer-buzzer itu. Dia tidak jadi Gubernur kalau bukan saya," pungkasnya. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Wamen Ekraf Harap Pagelaran Sabang Merauke Bisa Menggugah Rasa Cinta Terhadap Bangsa Indonesia

Wamen Ekraf Harap Pagelaran Sabang Merauke Bisa Menggugah Rasa Cinta Terhadap Bangsa Indonesia

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Wamen Ekraf), Irene Umar menyampaikan apresiasi dan berharap agar Pagelaran Sabang Merauke yang digelar pada 21-23 Agustus 2026, di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, dapat menggugah rasa cinta terhadap tanah air.
iForte GePagelaran Sabang Merauke Dorong Generasi Muda Cinta Budaya

iForte GePagelaran Sabang Merauke Dorong Generasi Muda Cinta Budaya

iForte akan menggelar Pagelaran Sabang Merauke dengan mengusung tema 'Hikayat Srikandi Nusantara' yang akan berlangsung pada 21-23 Agustus 2026, di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat.
Bojan Hodak Akui Frustrasi Lawan Arema FC, Posisi Persib di Puncak Klasemen Terancam

Bojan Hodak Akui Frustrasi Lawan Arema FC, Posisi Persib di Puncak Klasemen Terancam

Langkah Persib Bandung dalam perburuan gelar juara BRI Super League 2025/2026 sedikit tersendat. Menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) ..
Konflik Maluku–Malut Meningkat Dinilai Meningkat, DPR Desak Operasi Wilayah TNI Dihidupkan Lagi

Konflik Maluku–Malut Meningkat Dinilai Meningkat, DPR Desak Operasi Wilayah TNI Dihidupkan Lagi

Komisi I DPR RI mendesak pemerintah segera menghidupkan kembali dukungan anggaran operasional wilayah di Maluku dan Maluku Utara.
Jakarta Pertamina Enduro Selangkah Lagi Juara Proliga 2026, Gresik Phonska Dipaksa Tunduk di Final Proliga 2026!

Jakarta Pertamina Enduro Selangkah Lagi Juara Proliga 2026, Gresik Phonska Dipaksa Tunduk di Final Proliga 2026!

Jakarta Pertamina Enduro tampil luar biasa saat menghadapi tekanan besar dari Gresik Phonska di leg pertama Grand Final Proliga 2026. Selangkah lagi juara
DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.

Trending

Jakarta Pertamina Enduro Selangkah Lagi Juara Proliga 2026, Gresik Phonska Dipaksa Tunduk di Final Proliga 2026!

Jakarta Pertamina Enduro Selangkah Lagi Juara Proliga 2026, Gresik Phonska Dipaksa Tunduk di Final Proliga 2026!

Jakarta Pertamina Enduro tampil luar biasa saat menghadapi tekanan besar dari Gresik Phonska di leg pertama Grand Final Proliga 2026. Selangkah lagi juara
Resah Jadi Pengangguran? Ustaz Adi Hidayat Ungkap Amalan Kunci Pembuka Pintu Rezeki

Resah Jadi Pengangguran? Ustaz Adi Hidayat Ungkap Amalan Kunci Pembuka Pintu Rezeki

Pendakwah Ustaz Adi Hidayat (UAH) membagikan amalan sederhana namun jadi kunci membuka pintu aliran rezeki di saat menjadi pengangguran dan sulit dapat kerja.
Persija Kirim 4 Pemain ke Timnas Indonesia! Keputusan John Herdman Tanpa Rizky Ridho dan Jordi Amat

Persija Kirim 4 Pemain ke Timnas Indonesia! Keputusan John Herdman Tanpa Rizky Ridho dan Jordi Amat

Strategi John Herdman memanggil pemain dari Persija dinilai sebagai langkah taktis untuk memperkuat kedalaman skuad Garuda, khususnya menjelang Piala ASEAN 2026
Daftar Pemain Timnas Indonesia Termahal di Eropa: Jay Idzes Kokoh di Puncak, Mees Hilgers Terjun Bebas

Daftar Pemain Timnas Indonesia Termahal di Eropa: Jay Idzes Kokoh di Puncak, Mees Hilgers Terjun Bebas

Berkiprah di liga-liga top Eropa menjadi bukti nyata peningkatan kualitas pemain Timnas Indonesia. Berdasarkan taksiran Transfermarkt per April 2026, nilai ...
DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Rizky Ridho Resmi Dicoret, Ini Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Dipanggil John Herdman ke TC Piala AFF 2026

Rizky Ridho Resmi Dicoret, Ini Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Dipanggil John Herdman ke TC Piala AFF 2026

Rizky Ridho dicoret, berikut daftar 23 pemain Timnas Indonesia yang diprediksi akan dipanggil John Herdman ke pemusatan latihan (TC) jelang Piala AFF 2026.
Peringatan Tegas Dedi Mulyadi untuk ASN Pemprov Jabar dan Kota Bandung: Radius 1 KM dari Kantor Wajib Bersih

Peringatan Tegas Dedi Mulyadi untuk ASN Pemprov Jabar dan Kota Bandung: Radius 1 KM dari Kantor Wajib Bersih

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), gencar melakukan upaya besar untuk mengembalikan daya tarik dan kewibawaan Kota Bandung sebagai ibu kota provinsi. 
Selengkapnya

Viral