Airlangga Tegaskan ‘Tameng’ Ekonomi Indonesia Tahan Guncangan Global, Tidak Seperti Krisis 1998
- Dok. Kemenko Perekonomian
Di sisi penerimaan, pajak hingga Maret 2026 tercatat mencapai Rp462,7 triliun atau tumbuh 14,3 persen secara tahunan. Sementara itu, cadangan devisa tetap kuat di level US$148,2 miliar atau setara enam bulan impor.
“Dan jika Anda melihat cadangan devisa masih sekitar US$148,2 miliar, itu setara dengan enam bulan impor,” papar Airlangga.
Indikator sosial juga menunjukkan tren positif. Tingkat kemiskinan turun menjadi 8,25 persen, kesenjangan menurun ke level 0,363, dan pengangguran berhasil ditekan ke 4,7 persen.
Sementara itu, rasio utang pemerintah berada di angka 40,46 persen terhadap PDB. Mayoritas utang berasal dari dalam negeri, dengan kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara hanya 12,6 persen yaitu meminimalkan risiko gejolak eksternal.
“Jika Anda melihat detail utang kita, sebagian besar berasal dari dalam negeri. Jadi, risiko guncangan eksternal terkendali,” tutupnya.
Dengan kombinasi pertumbuhan tinggi, stabilitas fiskal, dan penguatan sektor domestik, pemerintah menilai ekonomi Indonesia kini memiliki bantalan kuat untuk menghadapi ketidakpastian global, sebuah kondisi yang diklaim sangat berbeda dibanding krisis 1998. (agr/ree)
Load more