News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dari Pegawai Terbaik ke Kursi Dicopot Gubernur Kang Dedi Mulyadi: Prestasi Ida Hamidah Tersorot, Harta Rp5,4 Miliar Ikut Jadi Sorotan

Profil Ida Hamidah, Kepala Samsat Soetta Bandung yang dicopot Gubernur Kang Dedi Mulyadi. Dari prestasi gemilang hingga sorotan harta kekayaan miliaran rupiah.
Kamis, 9 April 2026 - 16:04 WIB
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta Kota Bandung yang Dicopot Gubernur Dedi Mulyadi
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Nama Ida Hamidah mendadak jadi perbincangan publik. Sosok yang dikenal berprestasi ini harus menerima kenyataan pahit setelah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kepala Samsat Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Bandung.

Keputusan tegas itu diambil langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyusul polemik pelayanan pajak kendaraan yang viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun di balik pencopotan tersebut, rekam jejak prestasi Ida Hamidah dan kekayaan yang dimilikinya justru ikut menjadi sorotan.

Prestasi Ida Hamidah: Pernah Jadi Pegawai Terbaik

Sebelum tersandung polemik, Ida Hamidah dikenal sebagai birokrat dengan kinerja mentereng.

Sebagai Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Kota Bandung III, Ida Hamidah berhasil menunjukkan capaian signifikan dalam meningkatkan pelayanan publik, khususnya di sektor pajak kendaraan.

Prestasi Ida Hamidah bahkan diakui secara resmi. Ia pernah meraih penghargaan sebagai Pegawai Berkinerja Terbaik kategori jabatan administrator pada Triwulan II tahun 2024 di lingkungan Bapenda Jawa Barat.

Tak hanya itu, prestasi Ida Hamidah juga tercermin dari berbagai inovasi pelayanan yang dilakukannya, antara lain:

  • Program jemput bola ke perusahaan pemilik kendaraan

  • Sosialisasi aktif program pemutihan pajak

  • Upaya peningkatan kepatuhan wajib pajak

Deretan prestasi Ida Hamidah tersebut membuatnya dikenal sebagai salah satu pejabat yang cukup progresif dalam reformasi pelayanan publik.

Karier Tersandung, Ida Hamidah Dicopot

Sayangnya, prestasi Ida Hamidah harus tercoreng akibat polemik pelayanan di Samsat Soetta.

Kasus ini mencuat setelah viralnya video warga yang mengeluhkan proses pembayaran pajak kendaraan yang masih mensyaratkan KTP pemilik pertama, meski aturan baru sudah memperbolehkan cukup dengan STNK.

Kebijakan tersebut sejatinya merupakan bagian dari program Pemprov Jawa Barat untuk mempermudah masyarakat dan meningkatkan pendapatan daerah.

Namun di lapangan, implementasinya tidak berjalan sesuai arahan.

Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi langsung mengambil langkah cepat dengan menonaktifkan Ida Hamidah sebagai bentuk evaluasi.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal tegas bahwa reformasi birokrasi harus berjalan hingga ke level teknis pelayanan.

Harta Kekayaan Ida Hamidah Jadi Sorotan

Di tengah polemik pencopotan, perhatian publik juga tertuju pada harta kekayaan Ida Hamidah.

Berdasarkan data yang beredar, total kekayaan Ida Hamidah mencapai sekitar Rp5,467 miliar setelah dikurangi utang.

Sebagian besar kekayaan Ida Hamidah berasal dari aset properti. Berikut rinciannya:

Aset Tanah dan Bangunan (Rp4,9 miliar):

  • Properti di Bandung senilai Rp2,03 miliar

  • Properti di Bandung senilai Rp2,77 miliar

  • Tanah di Garut senilai Rp108 juta

Kendaraan (Rp230 juta):

  • Mobil Mitsubishi Pajero tahun 2017

Aset lainnya:

  • Harta bergerak: Rp24 juta

  • Surat berharga: Rp121 juta

  • Kas: Rp10 juta

  • Harta lainnya: Rp299 juta

Dengan total tersebut, kekayaan Ida Hamidah menempatkannya sebagai salah satu pejabat daerah dengan aset yang cukup besar.

Prestasi vs Realita: Sorotan pada Kepemimpinan

Kasus yang menimpa Ida Hamidah menjadi gambaran kontras antara prestasi dan tantangan implementasi di lapangan.

Di satu sisi, Ida Hamidah memiliki rekam jejak prestasi yang solid. Namun di sisi lain, kegagalan dalam memastikan kebijakan berjalan optimal membuat posisinya harus dikorbankan.

Sebagai pimpinan, tanggung jawab atas kinerja pelayanan tetap melekat, termasuk kesalahan yang terjadi di level petugas.

Efek Domino: Reformasi Pelayanan Publik

Pencopotan Ida Hamidah bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi juga menjadi peringatan keras bagi seluruh aparatur pelayanan publik.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kemudahan layanan pajak merupakan prioritas, karena berdampak langsung pada penerimaan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Kasus ini juga membuka diskusi luas: bahwa prestasi birokrasi tidak cukup hanya di atas kertas, tetapi harus benar-benar dirasakan masyarakat.

Dari Prestasi ke Ujian Integritas

Kisah Ida Hamidah menjadi potret perjalanan karier seorang pejabat publik—dari prestasi yang membanggakan hingga ujian integritas di tengah sorotan publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini, publik menanti hasil investigasi dan perbaikan sistem pelayanan, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Sementara itu, nama Ida Hamidah tetap menjadi perbincangan—bukan hanya karena pencopotan jabatannya, tetapi juga karena prestasi dan kekayaan yang ikut terseret dalam pusaran isu. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral