Selat Hormuz Dibuka 2 Minggu, DPR Sentil Diplomasi RI: Jangan Sampai Hanya Formalitas
- ANTARA
“Pemerintah tidak boleh santai. Harus ada langkah cepat dan berani. Jangan lagi pakai ritme birokrasi biasa. Harus ada tekanan diplomatik yang nyata, harus ada komunikasi level tinggi, bahkan kalau perlu langsung antar kepala negara,” jelasnya.
Di sisi lain, Mufti juga mengingatkan pemerintah untuk memanfaatkan momentum ini guna memperkuat ketahanan energi nasional dengan menambah stok selama situasi masih relatif kondusif.
“Impor harus dipercepat, stok harus diamankan sebanyak mungkin, selama harga masih relatif terkendali,” katanya.
Terakhir, ia menegaskan bahwa kegagalan memanfaatkan momentum ini bisa berdampak luas, bukan hanya pada sektor energi, tetapi juga kepercayaan publik dan posisi Indonesia di mata global.
“Kalau momentum ini saja kita gagal manfaatkan, yang dipertaruhkan bukan hanya dua kapal, tapi kepercayaan rakyat dan wibawa Indonesia di mata dunia,” pungkasnya.(rpi/raa)
Load more