News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Debat Panas Maruarar Sirait dan Hercules di Atas Lahan PT. KAI, Ketum GRIB Jaya Minta Menteri PKP Kembali Temui Presiden

Perdebatan panas antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait dengan Ketua Umum Ormas GRIB Jaya, Rosario de Marshal atau Hercules viral
Selasa, 7 April 2026 - 22:17 WIB
Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait
Sumber :
  • Instagram @maruararsirait

tvOnenews.com - Perdebatan panas antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait dengan Ketua Umum Ormas GRIB Jaya, Rosario de Marshal atau Hercules viral di media sosial.

Perdebatan ini dipicu oleh adanya persoalan lahan milik PT. Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) di wilayah Tanah Abang dikuasai oleh ormas milik Hercules. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Momen ini viral setelah diunggah oleh Maruarar Sirait pada akun Instagram miliknya saat meninjau lahan tersebut. 

Maruarar Sirait atau akrab disapa Ara didampingi oleh sejumlah jajaran petinggi, seperti Dirut PT KAI Bobby Rasyidin hingga Kepala BP BUMN Dony Oskaria dengan tujuan mempercepat hunian bagi rakyat.

Sesampainya di lokasi lahan, Menteri Ara didatangi oleh Hercules. Kemudian Menteri PKP itu menyampaikan maksud dan tujuannya datang ke lokasi tersebut.

“Saya datang kesini baik-baik, punya itikad baik terbuka. Saya jelaskan siapa saya. Tujuan saya mau membangun untuk rumah rakyat di sini. Jadi bukan untuk pengembang-pengembang dan sebagainya,” ungkap Menteri PKP, Maruarar Sirait kepada Hercules.

Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait
Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ Tim tvOnenews - Julio Trisaputra

Menanggapi Ara, Hercules menegaskan bahwa lahan yang dikelola ormasnya memang lahan milik negara, namun statusnya adalah HPL (Hak Pengelolaan Lahan). 

Oleh karena itu, Hercules mengatakan bila memang negara menginginkan lahan tersebut, ia pun tidak keberatan jika digunakan untuk membangun hunian.

“HPL itu untuk mengelola lahan, tapi bukan untuk memiliki. Kalau ini negara punya, hari ini pun saya serahkan,” ujar Hercules.

Untuk memastikan, Hercules meminta Menteri PKP bertemu Presiden Prabowo untuk memastikan legalitas lahan.

“Tapi saya ingatkan, ini bukan punya negara. Kalau memang punya negara, saya kasihkan. Kalau bukan punya negara saya tidak kasihkan,” tegas Hercules.

“Silahkan bapak besok bertemu Presiden, pak Menteri yang terhormat,” sambungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, Ara kembali menegaskan kepada Hercules untuk memastikan bahwa menurutnya lahan tersebut hanya bersifat HPL. 

“Saya ulangi ya. Jadi menurut bapak Hercules, ini bukan tanah negara?” tanya Ara.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral