Dedi Mulyadi Marah Besar Saat Sidak SMK 2 Subang, Merasa Dibohongi dan Langsung Telepon Kadis Pendidikan
- YouTube @Kang Dedi Mulyadi Channel
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi marah besar dalam salah satu kunjungannya ke SMK 2 Subang beberapa waktu lalu karena merasa dibohongi.
Mulanya, Dedi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMK 2 Subang dan memeriksa kebersihan sekolah pertanian itu. Ia pun meminta agar beberapa tempat dibersihkan karena terlihat kumuh.
Selain itu, mantan Bupati Purwakarta ini melihat beberapa kebutuhan kebersihan belum terpenuhi di sekolah itu. Ia pun berjanji akan mengirimkan tempat sampah dan alat pemotong rumput.
- YouTube @Kang Dedi Mulyadi Channel
Setelah memastikan kebutuhan kebersihan terpenuhi, KDM kemudian berjalan masuk ke sebuah ruang kelas. Di dalam terdapat beberapa murid kelas XII yang sedang duduk.
Dedi kemudian bertanya apakah sudah ada informasi soal rekrutmen perusahaan mobil Vinfast dan BYD. Para murid itu pun menjawab bahwa mereka belum mengetahuinya.
Ia kemudian bertanya kepada guru yang menemaninya untuk mengkonformasi soal rekrutmen Vinfast dan BYD yang masuk ke sekolah itu.
"Kan ada rekrutmen Vinfast, BYD, bahkan kekurangan. Berapa SMK sini yang diupload (didaftarkan)?," kata Dedi kepada para guru, dikutip dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Jumat (3/4/2026).
"Belum muncul Pak yang ini, adanya yang tahun kemarin," jawab seorang guru laki-laki.
Mendengar jawaban itu, sang gubernur pun kembali bertanya. Sebab, ia mengatakan bahwa sejak lama meminta agar rekrutmen untuk sekolah kejuruan ini segera diurus.
"Ada yang disebut prakerja. Mereka kan sudah bisa diakses, misalnya rekrutmen di bulan Oktober, ini mereka harus sudah masuk," kata dia.
"Sudah," jawab salah satu guru.
"Sudah? Kok (para murid) belum tahu?," timpal Dedi.
Guru itu pun menjawab bahwa masih ada hal yang harus diselesaikan para murid sebelum diinformasikan sekaligus didaftarkan soal rekrutmen tersebut.
Namun, KDM mengatakan bahwa mestinya anak-anak kelas XII sudah didaftarkan rekrutmen ke perusahaan teknologi yang membutuhkan. Perusahaan-perusahaan itu pun sudah berkomunikasi dengan pemerintah provinsi. Guru tersebut hanya diam dan membenarkan perkataan sang gubernur.
Menanggapi hal itu, KDM pun terlihat marah karena laporan yang diterimanya sejauh ini soal rekrutmen tersebut sudah selesai. Namun, ternyata di lapangan situasinya berbeda.
"Jangan sampai laporan ke saya sekian, oke, beres, di lapangannya enggak. Saya tanya di sini sudah berapa yang terdaftar dalam list bursa kerja?," ujar Dedi lagi.
Kali ini, seorang guru perempuan berusaha menjawab. Ia mengatakan bahwa masih belum ada terdaftar dalam aplikasi tersebut karena belum waktunya.
"Izin Pak ya, kalau untuk siap kerja, aplikasi siap kerja, memang belum karena baru akan kita agendakan setelah momen uji kom," kata guru tersebut.
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Sang gubernur pun mulai terlihat makin marah mendengar jawaban sang guru. Menurutnya, tidak ada alasan murid kelas XII belum didaftarkan dalam aplikasi yang dimaksud.
"Kan saya sudah meminta sejak lama agar rekrutmen Vinfast dan BYD itu merekrut sekolah kejuruan, artinya anak-anak kelas XII ini disiapkan untuk prakerja. Nama-namanya sudah ter-list (daftar) dalam antrean data kerja," ujar KDM.
Guru tersebut kemudian menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak BYD. Perusahaan mobil itu meminta lulusan teknik dari SMK 2 Subang.
Dedi Mulyadi kemudian bertanya apakah sudah ada yang direkrut. Sang guru menjawab sudah ada siswa yang direkrut namun belum bisa dipastikan jumlahnya.
"Belum (dihitung), itu di grup ada anak yang nge-share foto dia pakai seragam," kata sang guru.
Dedi langsung memotong perkataan guru tersebut dan menjelaskan bahwa mestinya sekolah mencatat langsung, bukan hanya mendapat laporan dari grup WhatsApp.
"Enggak bisa. Ibu punya data enggak sekolahnya?," tanya Dedi.
"Belum," jawab guru tersebut.
"Ya sudah, katakan belum. Sudah. Berarti dinas pendidikan provinsi sampai ini (SMK) bohong semua," katanya dengan nada kesal.
"Tapi datanya sudah masuk Pak ke BYD," kata dia lagi.
"Cara masuknya tidak meyakinkan. Kerja saya bukan begitu. Karena saya ngomong dari setahun yang lalu. Artinya ini ngomong doang. Saya telepon kepala dinas pendidikan," katanya.
Dedi pun langsung mengambil handphone-nya dan menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Begitu dijawab, sang gubernur langsung melontarkan kalimat tegas.
"Kamu turun sebagai kepala dinas ke sekolah, cek! Sekolah berantakan UPTD tidak berfungsi, sistem rekrutmen pekerja online belum berjalan, laporannya iya saja di depan umum, fakta di lapangannya belum. Seminggu ini diberesin, saya enggak mau kinerja Provinsi Jawa Barat kayak begini," ujarnya. (iwh)
Load more