Banjir Rendam Rel di Grobogan, Perjalanan 8 Kereta Api Jalur Utara Terganggu dan Berlaku Sistem Satu Jalur
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Perjalanan kereta api di jalur Utara Jawa mengalami gangguan akibat banjir yang merendam sebagian rel di wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Insiden ini terjadi sejak Jumat (3/4) dini hari dan berdampak pada sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh.
PT KAI Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang memastikan bahwa genangan air menutupi salah satu dari dua jalur rel yang berada di antara Stasiun Karangjati dan Stasiun Gubug. Kondisi tersebut memaksa operasional kereta api harus diatur ulang demi menjaga keselamatan perjalanan.
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa genangan air mencapai ketinggian sekitar 25 sentimeter dan menggenangi jalur hilir di kilometer 32+7/8.
“Sejak pukul 01.45 WIB diberlakukan sistem satu jalur karena salah satu jalur tidak dapat dilewati akibat genangan,” ujar Luqman.
Delapan Kereta Api Terdampak, Perjalanan Tertunda
Akibat kondisi tersebut, setidaknya delapan perjalanan kereta api mengalami gangguan. Sistem operasional yang mengharuskan kereta melintas secara bergantian menyebabkan keterlambatan perjalanan.
Beberapa kereta api yang terdampak antara lain:
-
KA Kertajaya tujuan Jakarta
-
KA Darmawangsa tujuan Jakarta
-
KA Gumarang tujuan Surabaya
-
KA Jayabaya tujuan Surabaya
-
KA Harina tujuan Surabaya
-
KA Argo Anjasmoro tujuan Surabaya
Keterlambatan yang terjadi berkisar antara 10 hingga 15 menit, tergantung antrean dan kondisi lintasan saat itu.
Meskipun tergolong tidak terlalu lama, gangguan ini tetap berdampak pada jadwal perjalanan, terutama bagi penumpang yang memiliki koneksi perjalanan lanjutan.
Sistem Satu Jalur Diberlakukan Demi Keselamatan
Untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api, KAI menerapkan rekayasa operasional berupa sistem satu jalur. Artinya, kereta api yang melintas di jalur tersebut harus bergantian menggunakan rel yang tidak tergenang.
Langkah ini dinilai sebagai prosedur standar dalam kondisi darurat seperti banjir, guna meminimalkan risiko kecelakaan akibat kondisi rel yang tidak aman.
Selain itu, petugas di lapangan juga terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi jalur. Upaya ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kerusakan lanjutan yang dapat membahayakan perjalanan kereta api.
“Kami terus memantau kondisi di lokasi agar jalur dapat segera kembali normal dan aman dilalui,” kata Luqman.
Hujan Deras Picu Banjir di Sejumlah Wilayah
Banjir yang merendam jalur rel tersebut dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Grobogan sejak Kamis (2/4) sore hingga Jumat dini hari. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah titik di wilayah tersebut terendam air.
Tidak hanya berdampak pada jalur rel kereta api, banjir juga dilaporkan terjadi di beberapa kawasan permukiman dan jalan utama di Grobogan. Kondisi ini memperlihatkan tingginya curah hujan yang terjadi dalam waktu relatif singkat.
Genangan air yang mencapai rel kereta menjadi salah satu dampak serius karena berpotensi mengganggu mobilitas transportasi publik, khususnya jalur kereta api yang menjadi salah satu moda transportasi utama di Pulau Jawa.
KAI Fokus Pemulihan dan Pengamanan Jalur
PT KAI Daop 4 Semarang menegaskan bahwa keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam situasi ini. Oleh karena itu, berbagai langkah pengamanan terus dilakukan, termasuk pengecekan kondisi rel secara berkala.
Petugas di lapangan juga disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air atau potensi gangguan lanjutan. Selain itu, koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan guna mempercepat penanganan banjir di lokasi terdampak.
KAI juga mengimbau para penumpang untuk tetap memperhatikan informasi terbaru terkait jadwal perjalanan, terutama bagi yang akan melintasi jalur Utara.
Dengan upaya yang dilakukan secara intensif, diharapkan kondisi jalur rel dapat segera pulih sehingga perjalanan kereta api kembali berjalan normal tanpa hambatan. (ant/nsp)
Load more