Target Gila Gubernur Jabar KDM bakal Sulap Cirebon sebagai Kota Wisata Budaya: Harus Jadi Identitas Ekonomi
- ANTARA/Fathnur Rohman
Cirebon, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) serius ingin membuat gebrakan baru untuk Cirebon. Ia mendorong Cirebon menjadi kota wisata berbasis budaya.
KDM menyampaikan target menyulap Cirebon sebagai kawasan wisata kebudayaan saat menghadiri Rapat Paripurna Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Kamis (2/4/2026).
Dalam kunjungan kerjanya, KDM menyebut kebudayaan di Cirebon bernilai tinggi. Ia menganggap kebudayaan tidak sekadar dijadikan sebagai warisan, tetapi juga menjadi identitas daerah.
KDM juga menilai kebudayaan bisa menjadi ladang sumber ekonomi. Hal ini tentu sangat membantu dalam urusan pembangunan di Kabupaten Cirebon.
"Ketika budaya bisa diartikulasikan dengan baik, sebuah daerah akan tumbuh menjadi kabupaten yang kaya," ujar KDM.
KDM Lihat Potensi Besar Kebudayaan di Cirebon
- ANTARA/Fathnur Rohman
Lebih lanjut, pria bernama Dedi Mulyadi itu memberikan penilaian mendalamnya. Ia menganggap Cirebon mempunyai potensi besar dari sisi kebudayaan.
Kebudayaan di Cirebon, kata KDM, dapat dikembangkan atau dibangun secara serius untuk menjadi motor pembangunan daerah. Nantinya, upaya ini bisa menciptakan destinasi unggulan di Jabar.
KDM mempercayai setiap daerah mempunyai warisan budaya. Namun begitu, ia berharap agar kebudayaan tidak sekadar menjadi sejarah belaka.
Ia membicarakan betapa pentingnya menjaga warisan sejarah. Tak hanya itu, ia menyinggung bagaimana daerah dapat mengoptimalkan bagian ini.
Kata dia, minimal masyarakat hingga pemerintah dapat menjadikan keberadaan keraton sebagai pusat peradaban di Cirebon.
Selain itu, ia membicarakan terkait penataan arsitektur. Nantinya bisa dikembangkan untuk menampilkan ciri khas Cirebonan.
Bukan hanya itu, penataan arsitektur bisa menguatkan nilai sejarah terhadap tokoh Walisongo ternama di Indonesia, yakni Sunan Gunung Jati atau Syekh Syarif Hidayatullah.
Menurut KDM, penguatan ini sebagai upaya membentuk fondasi penting dalam melakukan pembangunan jati diri di suatu daerah.
Tata Kelola Pariwisata Butuh Peran Masyarakat
KDM memberikan penekanannya. Ia menginginkan tata kelola pariwisata harus didukung oleh masyarakat.
Ia menekankan untuk mewujudkan hal ini, setidaknya membutuhkan keinginan serius dalam membangun karakter masyarakat.
Ia mencontohkan keberhasilan tata kelola pariwisata di daerah, misalnya Yogyakarta dan Bali. Kedua daerah ini sukses menunjukkan kekuatan karakter masyarakat yang telah dibangun sejak lama.
Identitas yang kuat dapat mengarahkan betapa pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan hingga budaya.
"Kalau ingin maju, masyarakat juga harus diedukasi bagaimana menciptakan tata kelola pariwisata yang baik. Jogja dan Bali itu kuat karena karakter warganya sudah dibentuk," bebernya.
Ia meyakini Cirebon bisa melakukan penguatan identitas menjaga kebudayaan untuk disulap menjadi pembangunan pariwisata.
"Cirebon memiliki kekuatan besar dari sisi budaya. Ini harus menjadi simbol pembangunan dengan semangat dan kebudayaan Kacirebonan," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, KDM menyinggung terkait pentingnya penjagaan nilai-nilai budaya lokal. Ia mencontohkan "Sampurasun" dan "Kulanun" sebagai tradisi salam khas masyarakat Sunda dan Cirebon.
Ia berpendapat bahwa tradisi salam memberikan cerminan mendalam dalam menjaga nilai utama masyarakat Sunda, di antaranya budi pekerti dan akhlak.
"Intinya adalah penghormatan kepada orang lain. Sampurasun, rampes, atau Kulanun, semuanya memiliki makna yang sama, yaitu menghargai dan memuliakan orang di hadapan kita," tambahnya.
Targetkan Cirebon Jadi Kawasan Kebudayaan pada 2027
Dedi Mulyadi menyampaikan komitmen yang satu ini akan dijalankan pada 2027. Kata dia, Pemprov Jabar masih fokus membangun dan melakukan pemerataan infrastruktur jalan pada 2026.
KDM optimis program memfokuskan 90-100 persen pembangunan infrastruktur akan rampung pada akhir 2026.
Nantinya, Pemprov Jabar bisa beralih fokus pada penguatan branding wilayah berbasis kebudayaan pada 2027, khususnya penataan kawasan perkotaan di Cirebon.
"Kita saat ini masih fokus dulu meratakan infrastruktur jalan di seluruh Jawa Barat. InsyaAllah tahun ini selesai. Tahun depan kita mulai masuk ke tahap mem-branding dan re-branding wilayah berbasis kebudayaan," tukasnya.
(ant/hap)
Load more