Info Gempa Terbaru, Potensi Tsunami 5 Meter BMKG Imbau Warga Malut Tak Beraktivitas di Pesisir Pantai
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Maluku Utara mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di pesisir pantai setelah gempa magnitudo 7,6 yang berpotensi tsunami.
"Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan aktivitas di pesisir pantai hingga ada pengumuman resmi bahwa ancaman tsunami telah berakhir," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate Gede Eriksana Yasa di Ternate, Kamis (3/4/2026).
Gede menyampaikan gempa tersebut berpotensi tsunami dengan ketinggian antara 0,3 hingga 5 meter berdasarkan hasil pemodelan.
Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah, termasuk Provinsi Maluku Utara.
- Akun X BMKG
Ia mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah.
Ia menjelaskan gempa terjadi pada pukul 07.48 WIT dengan magnitudo awal 7,6 sebelum kemudian dimutakhirkan menjadi magnitudo 7,3.
Episenter gempa berada di koordinat 1,25 lintang utara dan 126,27 bujur timur, atau sekitar 127–129 kilometer tenggara Bitung, dengan kedalaman antara 18 hingga 62 kilometer.
Sejumlah wilayah di Maluku Utara, seperti Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, dan Halmahera masuk dalam status siaga.
Laporan awal menyebutkan terjadi kenaikan muka air laut atau gelombang kecil di Halmahera Barat dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter.
Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat laporan kerusakan signifikan maupun korban jiwa di daerah setempat akibat gempa maupun gelombang tersebut.
BMKG mencatat sedikitnya 15 kali gempa susulan terjadi setelah gempa utama. Hal ini menandakan aktivitas tektonik di wilayah tersebut masih berlangsung dan berpotensi memicu gempa susulan.
Dia menjelaskan gempa disebabkan aktivitas lempeng di Laut Maluku, tepatnya akibat mekanisme sesar naik (thrust fault).
Wilayah pertemuan antara Lempeng Laut Maluku dengan sistem patahan di kawasan Sangihe dan Halmahera dikenal sebagai salah satu sumber gempa aktif di Indonesia.
"Di wilayah Laut Maluku itu memang banyak patahan aktif sehingga menjadi salah satu sumber gempa terbanyak, khususnya di bagian barat Halmahera," katanya.
Load more