Warga di Ternate Panik Berlarian, Air Laut Naik Pasca Gempa Magnitudo 7,6
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Warga Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara berlarian panik air laut naik pasca gempabumi magnitudo 7,6 yang terjadi Kamis (2/4/2925) pagi.
Guncangan kencang membuat warga berhamburan keluar rumah. Bangunan rumah mereka rusak bahkan ada yang hancur.
"Pagi ini baru saja terjadi tanah goyang (gempa) di Batang Dua, yang kami tidak tahu berapa kekuatannya. Tapi yang pasti baru saja terjadi pada pukul 08.45 Wita. Dan sudah terjadi kepanikan seluruh masyarakat Batang Dua yang berencana berangkat ke Ternate (via laut)," kata seorang warga dalam video yang kami terima, Kamis (2/5/2026).
Dari video yang beredar terdengar teriakan kepanikan hingga suara isakan tangis warga.
- Istimewa
Bahkan warga di Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara berlarian menjauhi laut ketika air tiba-tiba naik ke daratan.
"Terjadi kenaikan air, masyarakat berhamburan," ujarnya sambal berlarian.
"Ini warga berhamburan karena ada penurunan (air laut naik) air," katanya panik.
Gempa bumi berkekuatan magnitude 7,6 mengguncang Bitung, Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026).
Pada laporan awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan jika gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami.
- Akun X BMKG
"Pemutakhiran peringatan dini tsunami, telah terjadi gempabumi dengan kekuatan 7.6, lokasi: 129 km Tenggara Bitung, Sulut," kata BMKG, Kamis (2/4/2026)
BMKG melaporkan gempa yang berpotensi tsunami tersebut terjadi sekitar pukul 05.48 WIB.
Titik gempa berada di 129 Km tenggara Bitung, dengan kedalaman 62 Km.
BMKG lebih lanjut memberikan peringatan untuk masyarakat di wilayah Maluku Utara agar waspada bencana tsunami.
"Berpotensi Tsunami di wilayah Maluku Utara, Sulawesi Utara," kata BMKG.
Tiga Wilayah Maluku Utara Masuk Status Siaga
BMKG mencatat tiga daerah di Provinsi Maluku Utara yang berpotensi mengalami dampak tsunami dan masuk kategori siaga, yakni:
- Kota Ternate
- Halmahera
- Tidore
Wilayah-wilayah tersebut berada cukup dekat dengan pusat gempa yang terjadi di perairan sekitar Bitung, sehingga menjadi area yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam mitigasi bencana.
Load more