GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Info A1! Anak Purbaya Blak-blakan Ungkap Nasib Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas Usai Pamer Paspor Inggris Anak: Lebih Parah dari Korupsi

Ia menilai tindakan wanita yang akrab disapa Tyas itu jauh lebih buruk dibanding kasus korupsi dana pendidikan.
Senin, 9 Maret 2026 - 11:05 WIB
Menteri Keuangan, Purbaya Yudho Sadewa dan Alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ tim tvOnenews - Abdul Ghani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com - Kontroversi yang melibatkan alumni penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, terus memicu reaksi dari berbagai pihak. Kali ini, komentar datang dari Yudo Achilles Sadewa, putra Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Ia menilai tindakan wanita yang akrab disapa Tyas itu jauh lebih buruk dibanding kasus korupsi dana pendidikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Yudo menanggapi kabar bahwa Dwi Sasetyaningtyas bersama suaminya, Arya Iwantoro, masuk daftar hitam pemerintah lantaran postingan pamer paspor Inggris sang anak.

Ia mengutip pemberitaan yang menyebut pasangan tersebut dilarang bekerja sama dengan pemerintah dan diwajibkan mengembalikan dana beasiswa LPDP yang diterima beserta bunganya.

Dalam komentarnya, Yudo menyebut kasus ini bukan sekadar pelanggaran administratif. Ia bahkan menilai perbuatan Dwi Sasetyaningtyas lebih buruk dibanding penyalahgunaan dana pendidikan.

"Tapi ini kasus LPDP jauh lebih parah dibanding korupsi sih, soalnya bayangkan kamu seorang ibu atau bapak yang menyekolahkan anak kamu di universitas terbaik sampai doktor tapi pas kelulusan kamu meludahi ibu bapak kamu. kan durhaka," tulis Yudo.

Pemerintah Siapkan Sanksi Tegas

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan menjatuhkan sanksi tegas kepada alumni LPDP yang dianggap merendahkan Indonesia. Ia memastikan nama Dwi Sasetyaningtyas dan Arya Irwantoro akan dimasukkan dalam daftar hitam di seluruh institusi pemerintah.

Langkah tersebut diambil setelah video Dwi Sasetyaningtyas viral di media sosial. Dalam video itu, ia menyatakan, “cukup saya saja yang menjadi WNI, anak-anak saya jangan.”

Purbaya menilai pernyataan tersebut tidak pantas diucapkan oleh penerima beasiswa yang dibiayai negara.

"Nanti akan saya blacklist dia, di seluruh pemerintahan enggak akan bisa masuk, nanti akan kalian lihat blacklist-nya seperti apa, jadi jangan menghina negara Anda sendiri," kata Purbaya.

Di sisi lain, pemerintah juga mengungkapkan bahwa suami Dwi Sasetyaningtyas, Arya Iwantoro, telah menyatakan kesediaan untuk mengembalikan dana beasiswa LPDP yang ia gunakan selama menempuh studi.

Arya Irwantoro diketahui menyelesaikan pendidikan magister dan doktoralnya di Utrecht University di Belanda. Pengembalian dana tersebut, menurut Purbaya, akan mencakup nilai pokok serta bunga sesuai ketentuan yang berlaku.

"Pak Dirut LPDP sudah bicara dengan suami terkait dan dia sepertinya sudah setuju untuk mengembalikan uang yang dipakai LPDP nilainya jadi termasuk bunganya. Kan saya juga taruh uang di bank ada bunganya," ujar Purbaya.

Direktur Utama LPDP, Sudarto, turut menyampaikan penyesalan atas polemik yang terjadi. Ia menilai perilaku tersebut tidak sejalan dengan nilai etika dan semangat kebangsaan yang selalu ditekankan kepada para penerima beasiswa.

Menurutnya, dana beasiswa LPDP berasal dari pajak masyarakat dan sebagian dari pembiayaan negara, sehingga penerima beasiswa memiliki kewajiban moral untuk memberi kontribusi kembali kepada Indonesia.

Sudarto juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Arya Irwantoro dan saat ini sedang memproses sanksi sesuai aturan yang berlaku dalam pedoman LPDP.

LPDP selama ini menerapkan skema kontribusi bagi para alumninya. Dalam ketentuan terbaru, penerima beasiswa diwajibkan kembali ke Indonesia dan berkontribusi minimal dua kali masa studi mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Artinya, jika seorang mahasiswa menempuh pendidikan selama dua tahun, maka ia diwajibkan berada dan berkontribusi di Indonesia setidaknya selama empat tahun. Aturan sebelumnya bahkan menerapkan formula 2N+1, yakni dua kali masa studi ditambah satu tahun tambahan pengabdian.

Kasus yang menimpa Dwi Sasetyaningtyas dan Arya Irwantoro kini menjadi sorotan luas, sekaligus menjadi pengingat bagi para penerima beasiswa negara agar menjaga sikap serta komitmen terhadap tanah air. (nba)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Buntut 3 Dokter Magang Tewas, Kemenkes: Bukan Kelebihan Beban Kerja, Ini Kronologi Lengkapnya

Buntut 3 Dokter Magang Tewas, Kemenkes: Bukan Kelebihan Beban Kerja, Ini Kronologi Lengkapnya

Buntut tiga dokter internship atau magang yang meninggal dunia dalam waktu berdekatan di lokasi berbeda. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara terkait
Meski Gagal Comeback, Media Korea Puji Kehebatan Megawati Hangestri di Draft Pemain Asing V-League

Meski Gagal Comeback, Media Korea Puji Kehebatan Megawati Hangestri di Draft Pemain Asing V-League

Meski Megawati Hangestri dipastikan tak kembali ke V-League musim depan, media Korea tetap menyoroti kehebatan “Megatron” saat membahas draft pemain asing.
Seskab Bocorkan Keberhasilan Indonesia Raih Investasi Lebih Rp380 T di Jepang

Seskab Bocorkan Keberhasilan Indonesia Raih Investasi Lebih Rp380 T di Jepang

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan keberhasilan Indonesia meraih komitmen investasi lebih dari Rp380 triliun di Jepang. Keberhasilan ini
Demi Ketahanan Energi Nasional, Bahlil Pastikan Pemerintah Percepatan Blok Masela

Demi Ketahanan Energi Nasional, Bahlil Pastikan Pemerintah Percepatan Blok Masela

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah mendorong percepatan pengembangan Proyek Strategis Nasional Blok Masela, Maluku. Bahkan Bahlil jelaskan,
Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan kekecewaannya usai kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria dalam laga FIFA Series 2026. Dia bilang timnas Indonesia
Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam soroti kekalahan Timnas Indonesia 0-1 dari Bulgaria di final FIFA Series 2026, beberkan kesalahan penalti menjadi faktor fatal bagi skuad Garuda.

Trending

Kalah karena Penalti, John Herdman Bilang Begini soal Permainan Timnas Indonesia vs Bulgaria

Kalah karena Penalti, John Herdman Bilang Begini soal Permainan Timnas Indonesia vs Bulgaria

Kekalahan perdana yang dialami John Herdman bersama Timnas Indonesia tidak serta-merta membuatnya pesimistis. Meski takluk 0-1 dari Timnas Bulgaria di Stadion -
Pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi Momentum Tepat untuk Pembenahan

Pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi Momentum Tepat untuk Pembenahan

Momentum pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi dinilai sebagai langkah penting dalam upaya pembenahan sektor keimigrasian nasional.
Ihwal Pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat, Gubernur: Tidak Ada Titipan

Ihwal Pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat, Gubernur: Tidak Ada Titipan

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan jelaskan, tidak ada titipan atau intervensi dari pihak manapun dalam bursa pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat
Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan kekecewaannya usai kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria dalam laga FIFA Series 2026. Dia bilang timnas Indonesia
VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026

VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026

Timnas Indonesia harus mengubur mimpi meraih gelar FIFA Series 2026 setelah kalah tipis dari Bulgaria. Kekalahan itu ditentukan lewat penalti kontroversial.
Reaksi Francis Ngannou Usai Israel Adesanya Tersungkur di UFC Seattle: Olahraga Ini Tak Selalu Adil

Reaksi Francis Ngannou Usai Israel Adesanya Tersungkur di UFC Seattle: Olahraga Ini Tak Selalu Adil

Mantan juara kelas berat UFC, Francis Ngannou, mengaku patah hati menyaksikan sahabatnya, Israel Adesanya, kalah TKO dari Joe Pyfer dalam UFC Fight Night 271.
Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam soroti kekalahan Timnas Indonesia 0-1 dari Bulgaria di final FIFA Series 2026, beberkan kesalahan penalti menjadi faktor fatal bagi skuad Garuda.
Selengkapnya

Viral