Perjalanan Karier Bigmo dan Resbob: Dari Konten Gaming hingga Terseret Kasus Pencemaran Nama Baik Azizah Salsha
- Tangkapan layar
Jakarta, tvOnenews.com - Nama dua kreator konten, Bigmo dan Resbob, tengah menjadi perhatian publik setelah keduanya resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Azizah Salsha. Kasus ini membuat perjalanan karier keduanya kembali disorot, terutama bagaimana mereka membangun popularitas di media sosial hingga akhirnya terlibat dalam polemik hukum.
Baik Bigmo maupun Resbob dikenal sebagai figur yang aktif di berbagai platform digital. Keduanya membangun audiens melalui konten yang lugas, interaktif, dan kerap memicu perbincangan di kalangan pengguna media sosial, khususnya anak muda.
Bigmo: Konten Gaming, Gaya Sarkastik, dan Popularitas di Media Sosial
Muhammad Jannah, yang lebih dikenal dengan nama panggung Bigmo, merupakan kreator konten yang dikenal lewat gaya bicara sarkastik dan ceplas-ceplos. Karakter tersebut membuatnya cepat dikenal di berbagai platform media sosial.
Bigmo aktif di beberapa kanal digital, di antaranya TikTok melalui akun @momonotnice, Instagram @bigmoskyy, serta kanal YouTube bernama Niceguymoo. Ia dikenal sebagai kreator konten gaming yang sering melakukan siaran langsung dan berinteraksi langsung dengan para pengikutnya.
Perjalanan karier Bigmo tidak terjadi secara instan. Pada awalnya, ia membangun basis penonton melalui berbagai platform seperti Facebook dan TikTok sebelum akhirnya fokus pada aktivitas streaming. Melalui konten-konten gaming yang disertai komentar spontan dan humor khas, Bigmo berhasil menjangkau ratusan ribu pengikut.
Ciri khas Bigmo terletak pada gaya komunikasinya yang blak-blakan. Ia kerap membahas berbagai topik tanpa banyak filter, termasuk isu-isu yang dianggap sensitif. Gaya tersebut membuatnya memiliki basis penggemar tersendiri, namun juga tidak jarang memicu kontroversi di ruang publik digital.
Di balik popularitasnya, Bigmo juga pernah menceritakan perjalanan hidup yang tidak selalu mudah. Ia mengaku pernah mengambil pinjaman online hingga Rp70 juta untuk mendukung aktivitas streaming yang dijalaninya. Langkah tersebut diambil demi menjaga konsistensi produksi konten dan mempertahankan eksistensi di dunia kreator digital yang kompetitif.
Pengalaman hidup tersebut kerap ia bagikan kepada para penonton sebagai bagian dari cerita perjuangan membangun karier secara mandiri di industri kreatif digital.
Load more