GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

UI Klarifikasi Video Demo 27 Februari: Jaket Almamater Dipakai Orang Lain, Bukan Mahasiswa Universitas Indonesia

UI menegaskan individu berjaket almamater dalam video demo 27 Februari di Mabes Polri bukan mahasiswa Universitas Indonesia dan tak punya afiliasi kampus.
Minggu, 1 Maret 2026 - 12:49 WIB
Mahasiswa sesalkan sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang tak menemuinya saat aksi demo yang dilakukan di depan Mabes Polri, Jumat (27/2/2026).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Aldi Herlanda

Depok, tvOnenews.comUniversitas Indonesia (UI) menegaskan bahwa individu yang terekam dalam video viral aksi demonstrasi mahasiswa pada 27 Februari 2026 di depan Mabes Polri bukan merupakan mahasiswa Universitas Indonesia. Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya tayangan di media sosial yang memperlihatkan seorang pria mengenakan jaket almamater UI dan diduga melakukan tindakan provokatif terhadap aparat penegak hukum.

Pihak UI menyatakan, penggunaan atribut kampus oleh individu tersebut telah memunculkan kesalahpahaman publik dan berpotensi merugikan nama baik institusi. Oleh karena itu, UI merasa perlu memberikan penjelasan resmi agar tidak terjadi simpang siur informasi di ruang publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penelusuran Internal Dilakukan Menyeluruh

UI melalui Kantor Organisasi Kemahasiswaan bersama Direktorat Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional segera melakukan penelusuran dan verifikasi internal secara komprehensif. Proses ini mencakup koordinasi lintas unit di lingkungan universitas, termasuk konfirmasi kepada unsur kemahasiswaan di tingkat fakultas maupun universitas.

Langkah tersebut diambil untuk memastikan keakuratan informasi serta menegaskan posisi UI di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap berkembang tanpa verifikasi memadai.

Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro, dalam keterangannya pada Minggu (1/3/2026), menyampaikan bahwa hasil penelusuran telah mengarah pada satu kesimpulan tegas.

“Berdasarkan komunikasi dan pengecekan bersama BEM Fakultas Ilmu Administrasi UI serta penelusuran pada pangkalan data resmi Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), dapat dipastikan bahwa individu dalam video tersebut bukan mahasiswa Universitas Indonesia,” ujar Erwin.

Terdaftar di Kampus Lain

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa individu yang mengenakan jaket almamater UI dalam video tersebut tercatat sebagai mahasiswa aktif di perguruan tinggi lain. Dengan demikian, yang bersangkutan tidak memiliki afiliasi akademik, administratif, maupun kelembagaan dengan Universitas Indonesia.

“Dari sistem pendataan resmi, diketahui individu tersebut sama sekali tidak memiliki hubungan akademik dengan UI,” tegasnya.

Penegasan ini sekaligus mematahkan spekulasi yang berkembang di media sosial yang mengaitkan tindakan individu tersebut dengan sivitas akademika UI.

UI Dukung Demokrasi, Tolak Provokasi

Dalam pernyataannya, UI juga menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang menjunjung tinggi nilai demokrasi. UI menghormati kebebasan berpendapat dan hak setiap warga negara, termasuk mahasiswa, untuk menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan bertanggung jawab.

Namun demikian, UI menolak segala bentuk tindakan provokatif maupun perbuatan yang melanggar hukum. Menurut pihak kampus, tindakan semacam itu tidak mencerminkan nilai, etika, dan karakter sivitas akademika UI yang menjunjung tinggi integritas, nalar kritis yang bertanggung jawab, serta penghormatan terhadap hukum dan ketertiban umum.

“UI selalu menekankan bahwa penyampaian aspirasi harus dilakukan secara konstruktif dan tidak merugikan pihak lain,” kata Erwin.

Keberatan atas Penyalahgunaan Atribut

UI juga secara tegas menyampaikan keberatan atas penggunaan atribut atau simbol institusi tanpa hak dan tanpa konfirmasi resmi. Penggunaan jaket almamater oleh pihak yang tidak berhak dinilai berpotensi menyesatkan publik dan mencemarkan nama baik lembaga maupun sivitas akademika yang tidak terkait dengan peristiwa tersebut.

Pihak universitas menilai, atribut kampus bukan sekadar simbol fisik, melainkan representasi nilai dan tanggung jawab moral yang melekat pada institusi pendidikan tinggi.

Imbauan kepada Masyarakat

Seiring maraknya penyebaran video dan potongan informasi di media sosial, UI mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Di era digital, kecepatan informasi sering kali tidak diimbangi dengan akurasi.

“Kehati-hatian dalam menerima dan membagikan informasi merupakan tanggung jawab bersama untuk mencegah disinformasi dan menjaga ruang publik yang sehat,” ujar Erwin.

UI berharap klarifikasi ini dapat meluruskan persepsi publik sekaligus menghentikan narasi keliru yang berpotensi merugikan institusi maupun pihak-pihak yang tidak terlibat.

Tegaskan Marwah Kampus

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menutup keterangannya, UI menegaskan komitmennya untuk terus menjaga marwah institusi serta mendukung iklim demokrasi yang sehat. Kampus, kata Erwin, akan selalu berada di garis depan dalam mendorong kebebasan berekspresi yang berlandaskan etika, hukum, dan tanggung jawab sosial.

“Kami menyampaikan klarifikasi ini agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi yang dapat merugikan nama baik Universitas Indonesia. UI berkomitmen menjaga integritas institusi dan mendukung penyampaian aspirasi yang konstruktif, tertib, serta selaras dengan prinsip demokrasi,” pungkasnya. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Isi Pertemuan Prabowo dengan Megawati Dibocorkan Hasto

Isi Pertemuan Prabowo dengan Megawati Dibocorkan Hasto

Isi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dibocorkan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.
Penahanan Gus Yaqut Dialihkan KPK ke Tahanan Rumah Sejak Kamis Malam

Penahanan Gus Yaqut Dialihkan KPK ke Tahanan Rumah Sejak Kamis Malam

Belakangan ini publik mempertanyakan terkait menghilangnya mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut dari Rumah Tahanan (Rutan) KPK
Terungkap, Alasan Utama Menkeu Purbaya Tidak Suntik Modal ke Agrinas Pangan

Terungkap, Alasan Utama Menkeu Purbaya Tidak Suntik Modal ke Agrinas Pangan

Terungkap, alasan Utama Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tidak akan memberikan penyertaan modal negara ke Agrinas Pangan Nusantara dalam mengerjakan program Koperasi
Anies Baswedan Berkomentar Menohok soal Kasus Aktivis KontraS Andrie Yunus

Anies Baswedan Berkomentar Menohok soal Kasus Aktivis KontraS Andrie Yunus

Kasus aktivis KontraS Andrie Yunus masih menyedot perhatian publik. Bahkan menuai komentar menohok eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Diketahui, bebergai
3 Hal yang akan Terjadi jika Timnas Indonesia Berhasil Keluar sebagai Juara di FIFA Series 2026

3 Hal yang akan Terjadi jika Timnas Indonesia Berhasil Keluar sebagai Juara di FIFA Series 2026

Jika Timnas Indonesia berhasil meraih kemenangan dalam rangkaian turnamen FIFA Series 2026, setidaknya ada tiga hal bersejarah yang akan terjadi. Apa saja itu?
Nahas, Pemotor Tewas Seketika Akibat Terlindas Bus di Puncak Bogor

Nahas, Pemotor Tewas Seketika Akibat Terlindas Bus di Puncak Bogor

Seorang pemotor tewas usai terlibat kecelakaan di wilayah Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jumat (20/3/2026). Plt Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor,

Trending

Suara Hati Megawati Hangestri Jelang Final Four Proliga 2026

Suara Hati Megawati Hangestri Jelang Final Four Proliga 2026

Megawati Hangestri memaknai momen Lebaran sebagai waktu untuk pulang, mengenang, dan memperkuat mental jelang Final Four Proliga 2026. Megatron
Idul Fitri Sudah Berlalu, Boleh atau Tidak Puasa Syawal Tidak Berurutan? Buya Yahya Beri Penjelasannya

Idul Fitri Sudah Berlalu, Boleh atau Tidak Puasa Syawal Tidak Berurutan? Buya Yahya Beri Penjelasannya

Buya Yahya mengambil penjelasan dari Mazhab Imam Syafi'i. Di dalamnya, hukum puasa Syawal selama enam hari tidak dilakukan secara berturut-turut masih sah.
Melihat Kondisi Satrio Wiratama Bayi Panda yang Diberi Nama Oleh Prabowo, Sudah Bisa Merangkak

Melihat Kondisi Satrio Wiratama Bayi Panda yang Diberi Nama Oleh Prabowo, Sudah Bisa Merangkak

Satrio Wiratama adalah seekor panda yang lahir di Taman Safari Indonesia (TSI), Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Nama Satrio sendiri diberikan langsung oleh Prabowo
Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir Asep Mudik Jalan Kaki Cuma Modal Bawa Cilok: Berani Mendaki, Takut Minta Ongkos

Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir Asep Mudik Jalan Kaki Cuma Modal Bawa Cilok: Berani Mendaki, Takut Minta Ongkos

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) menyayangkan penjual cilok yang mudik berjalan kaki dari Bandung-Ciamis, Asep Kumala Seta tidak berani minta ongkos ke bos.
Coret 17 Pemain, John Herdman Umumkan Skuad Timnas Indonesia di FIFA Series! Ada Ole Romeny Hingga Elkan Baggott

Coret 17 Pemain, John Herdman Umumkan Skuad Timnas Indonesia di FIFA Series! Ada Ole Romeny Hingga Elkan Baggott

Sebanyak 17 pemain dari skuad provisional dicoret hingga akhirnya ada 24 pemain dalam skuad final Timnas Indonesia.
John Herdman Coret Ezra Walian Hingga Ricky Kambuaya, Intip 17 Nama Pemain yang Gagal Tembus Skuad Final Timnas Indonesia

John Herdman Coret Ezra Walian Hingga Ricky Kambuaya, Intip 17 Nama Pemain yang Gagal Tembus Skuad Final Timnas Indonesia

Dari daftar nama yang dicoret, hampir seluruhnya nama berasal dari klub-klub Super League. John Herdman bahkan mencoret Ezra Walian dan Ricky Kambuaya dari daftar final Timnas Indonesia. 
Reaksi Berkelas Go Ahead Eagles Setelah Klub Eredivisie Protes Status Dean James ke PSSI Belanda

Reaksi Berkelas Go Ahead Eagles Setelah Klub Eredivisie Protes Status Dean James ke PSSI Belanda

NAC Breda mengajukan protes dengan meminta pertandingan melawan Go Ahead Eagles diulang. Kekalahan 0-6 dari Go Ahead Eagles dituduhkan NAC Breda karena tidak sahnya klub lawan menurunkan Dean James. 
Selengkapnya

Viral