GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Selain Menduga Nadiem Terima Aliran Dana Kasus Chromebook, Jaksa Beberkan Skema Aliran Keuntungannya

Baru-baru ini, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) menduga Nadiem terima aliran dana dari kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek. Bahkan, JPU
Rabu, 25 Februari 2026 - 02:00 WIB
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim
Sumber :
  • Aldi Herlanda/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Baru-baru ini, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) menduga Nadiem terima aliran dana dari kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Bahkan, JPU beberkan modus konflik kepentingan hingga praktik yang disebut sebagai simbiosis mutualisme dalam perkara tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini dibeberkan, JPU dalam sidang perkara dengan terdakwa mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, yang digelar pada Senin (23/2/2026).

Dalam hal ini, JPU Roy Riady mengatakan keterangan sejumlah saksi dalam persidangan mengungkap adanya pertemuan antara Nadiem dengan petinggi Google pada awal 2020. 

Salah satu saksi yang dihadirkan yakni mantan Sekretaris Mendikbudristek, Deswitha Arvinchi.

“Deswitha membenarkan adanya pertemuan pada awal 2020 antara Pak Nadiem dengan petinggi Google bernama Caesar,” ungkap Roy dikutip pada Selasa, (24/2/2026).

Untuk diketahui, dalam pertemuan tersebut, turut hadir sejumlah pejabat eselon I serta staf khusus Nadiem saat itu, termasuk Jurist Tan. 

Menurut jaksa, dalam pertemuan tersebut disepakati penggunaan sistem operasi Chrome OS untuk pengadaan perangkat Chromebook di Kemendikbudristek.

Bahkan Roy menyebut, setelah pertemuan itu, Caesar Sengupta kemudian diangkat menjadi komisaris di PT GT. 

Sementara Nadiem diketahui merupakan pendiri sekaligus pemegang saham di perusahaan tersebut.

“Nah di sini terlihat simbiosis mutualisme. Google mendapatkan pengadaan di kementerian, sementara pejabat Google ditempatkan sebagai komisaris di perusahaan milik Nadiem,” jelasnya.

Jaksa juga mengungkap bahwa dalam pelaksanaan pengadaan Chromebook, sejumlah pejabat struktural eselon II seperti direktur dan pejabat pembuat komitmen (PPK) diduga mendapat tekanan melalui staf khusus menteri.

Selain itu, JPU menyebut Nadiem diduga memperoleh keuntungan dari kerja sama tersebut melalui perusahaan yang terafiliasi dengan GT. 

"Pertama, keuntungan Rp809. 596.125.000 itu adalah keuntungan Nadiem mendapatkan performa atau keuntungan dari perusahaan dia, yang mana dia bekerja sama dengan Google melalui korporasi yang dia sebagai pemilik," bebernya.

Menurut jaksa, meski menjabat sebagai menteri, Nadiem disebut masih memiliki kendali terhadap perusahaan melalui penunjukan Andre Kelvin sebagai beneficial owner untuk mengendalikan PT G.

Jaksa juga mengungkap adanya aliran saham melalui sejumlah perusahaan afiliasi, seperti PT DKAB, PT SAB, hingga PT ANK.

Salah satu modus yang disorot dalam persidangan adalah penggunaan perusahaan investasi bernama Endless Art Investment yang berbasis di Singapura. 

"Yang nanti dari Endless Art Investment itu dialirkan ke saham milik dia, atas nama dia dan ke saham milik perusahaan yang dia juga sebagai pemegang sahamnya seperti perusahaan PT ANK, seperti itu," jelas Roy.

Selanjutnya Roy menjelaskan bahwa dalam persidangan juga terungkap transaksi investasi yang tercatat senilai 55 juta dolar AS dalam skema Google Investment pada Maret 2020. Namun dalam akta notaris, nilai yang tercatat hanya puluhan miliar rupiah sehingga diduga terdapat selisih nilai hingga lebih dari Rp800 miliar.

Jaksa juga menyebut notaris PT AKAB, tidak menerima dokumen transaksi lengkap dan hanya memperoleh dokumen sirkuler berupa persetujuan rapat pemegang saham di luar rapat.

Selain melalui perusahaan investasi, peningkatan kepemilikan saham juga diduga terjadi melalui mekanisme buyback saham pada 2024 senilai 91 juta dolar AS.

“Nah padahal program buyback itu dilakukan saat perusahaan dalam kondisi rugi. Kalau perusahaan rugi, kenapa melakukan buyback?” beber Roy.

Tak hanya itu saja, Jaksa juga menyoroti program kepemilikan saham karyawan atau Employee Stock Ownership Plan (ESOP) di lingkungan GT. Menurut Roy, keuntungan dari kerja sama korporasi tersebut justru lebih banyak dinikmati oleh direksi dan pemegang saham.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam persidangan juga terungkap dugaan praktik mark up dalam pengadaan Chromebook. 

Salah satu prinsipal PT S disebut mengakui bahwa spesifikasi perangkat telah dibocorkan terlebih dahulu oleh pihak Google sebelum proses pengadaan. (aag) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Daftar 25 Pemain Timnas Futsal Indonesia untuk AFF

Daftar 25 Pemain Timnas Futsal Indonesia untuk AFF

Timnas Futsal Indonesia dipastikan tampil dengan komposisi berbeda pada ajang AFF Futsal Championship 2026 di Thailand dibandingkan saat berlaga di Piala Asia -
Alasan di Balik Impor Pikap India untuk Koperasi Desa Merah Putih

Alasan di Balik Impor Pikap India untuk Koperasi Desa Merah Putih

PT Agrinas Pangan Nusantara resmi merealisasikan kontrak impor 105.000 unit kendaraan niaga asal India untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih ...
Erick Thohir Singgung soal Gaya Main Inggris agar John Herdman Hati-hati

Erick Thohir Singgung soal Gaya Main Inggris agar John Herdman Hati-hati

Ketua Umum PSSI Erick Thohir berharap pelatih anyar John Herdman mampu membangun pondasi yang solid bagi Timnas Indonesia. Herdman dijadwalkan memimpin skuad ..
Ramalan Keuangan Shio Kamis, 26 Februari 2026: Anjing Dapat Cuan, Babi Harus Bayar Cicilan

Ramalan Keuangan Shio Kamis, 26 Februari 2026: Anjing Dapat Cuan, Babi Harus Bayar Cicilan

Ramalan keuangan shio besok 26 Februari 2026. Simak peruntungan finansial lengkap untuk 12 shio, ada yang hoki besar dan ada yang perlu menahan pengeluaran.
Dampak Brimob Aniaya Siswa di Tual, Peran Brimob Dibatasi? Mabes Polri Lontarkan Respons Menohok

Dampak Brimob Aniaya Siswa di Tual, Peran Brimob Dibatasi? Mabes Polri Lontarkan Respons Menohok

Dampak dari kasus oknum brimob aniaya siswa di Tual, Maluku. Kini mencuat desakan peran brimob di tengah masyarakat dibatasi. Sontak, hal ini menuai respons
Media Vietnam Tiba-tiba Soroti Skuad Timnas Malaysia, Ada Apa?

Media Vietnam Tiba-tiba Soroti Skuad Timnas Malaysia, Ada Apa?

Timnas Malaysia national football team diperkirakan bakal mendapat tambahan kekuatan jelang laga krusial kontra Vietnam national football team pada partai ter-

Trending

Ramalan Zodiak Besok, 26 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo: Temukan Keberuntunganmu

Ramalan Zodiak Besok, 26 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo: Temukan Keberuntunganmu

Simak ramalan zodiak besok, 26 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Cek peruntungan cinta, karier, dan keuangan kamu di sini!
Soal Brimob Aniaya Siswa di Tual, Massa Geruduk Polda DIY, Warga Jogja Turun Tangan Lawan Massa Anarkis

Soal Brimob Aniaya Siswa di Tual, Massa Geruduk Polda DIY, Warga Jogja Turun Tangan Lawan Massa Anarkis

Baru-baru ini beredar video ratusan massa geruduk Polda DIY pada Selasa (24/2) di media sosial. Diketahui, massa lakukan hal itu karena menuntut keadilan dari
Naik ke-5 Besar Klasemen! Bhayangkara Presisi Tunjukkan Taring di Super League

Naik ke-5 Besar Klasemen! Bhayangkara Presisi Tunjukkan Taring di Super League

Bhayangkara Presisi Lampung FC tampil trengginas saat menghancurkan tamunya Semen Padang FC dengan skor telak 4-0 pada lanjutan Super League di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Selasa (24/02/2026).
Polemik ABK Dihukum Mati Karena Penyelundupan 2 Ton Narkoba, DPR: Aktor Intelektualnya Perlu Diburu!

Polemik ABK Dihukum Mati Karena Penyelundupan 2 Ton Narkoba, DPR: Aktor Intelektualnya Perlu Diburu!

Polemik ancaman hukuman mati terhadap anak buah kapal (ABK) Fandi Ramadhan karena penyelundupan 2 ton narkoba menggunakan Kapal Sea Dragon menuai sorotan hingga
Ketua BEM UGM Ceritakan Awal Mula Pihaknya "Terpancing" Kirim Surat ke UNICEF, Ternyata Bermula dari Bencana di Sumatera

Ketua BEM UGM Ceritakan Awal Mula Pihaknya "Terpancing" Kirim Surat ke UNICEF, Ternyata Bermula dari Bencana di Sumatera

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menceritakan awal mula pihaknya “terpancing” untuk mengirimkan surat ke UNICEF. 
Jadwal Proliga 2026 Seri Sentul: Penentuan Nasib Megawati Hangestri Cs Diperebutan Juara Putaran Kedua Babak Reguler

Jadwal Proliga 2026 Seri Sentul: Penentuan Nasib Megawati Hangestri Cs Diperebutan Juara Putaran Kedua Babak Reguler

Jadwal Proliga 2026 seri Sentul, yang akan diramaikan dengan penentuan nasib Megawati Hangestri dan Jakarta Pertamina Enduro dalam perebutan juara putaran kedua babak reguler.
Ketum FPTI Yenny Wahid Benarkan Kabar Penonaktifan Sementara Hendra Basir Sebagai Pelatih Pelatnas Panjat Tebing

Ketum FPTI Yenny Wahid Benarkan Kabar Penonaktifan Sementara Hendra Basir Sebagai Pelatih Pelatnas Panjat Tebing

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, membenarkan kabar terkait penonaktifan Hendra Basir sebagai kepala pelatih pelatnas panjat tebing.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT