News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengakuan Ibu Tiri di Sukabumi, Sebut Nizam Alami Kanker Bukan Dikasih Minum Air Mendidih

Beredar di media social pengakuan TR (46) ibu tiri di Sukabumi yang diduga lakukan kekerasan terhadap anaknya Nizam Syafei alias NS (12) hingga meninggal dunia.
Minggu, 22 Februari 2026 - 17:59 WIB
Pengakuan Ibu Tiri di Sukabumi, Sebut Nizam Alami Kanker Bukan Dikasih Minum Air Mendidih
Sumber :
  • Tangkapan Layar Instagram

Jakarta, tvOnenews.com - Beredar di media sosial pengakuan TR (46) ibu tiri di Sukabumi yang diduga lakukan kekerasan terhadap anaknya Nizam Syafei alias NS (12) hingga meninggal dunia.

Nizam dinyatakan meninggal dunia di RSUD Jampangkulon, Sukabumi pada pukul 16.00 WIB pada Kamis (19/2/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Video detik-detik Nizam meninggal di rumah sakit pun viral di media sosial. 

Nizam meninggal dunia setelah diduga disuruh meminum air mendidih oleh sang ibu tiri. Sejumlah tubuh NS melepuh terbakar akibat air mendidih yang diminumnya.

Bocah asal Sukabumi meregang nyawa diduga akibat penganiayaan berat yang dilakukan oleh ibu tirinya sendiri.
Bocah asal Sukabumi meregang nyawa diduga akibat penganiayaan berat yang dilakukan oleh ibu tirinya sendiri.
Sumber :
  • Youtube tvOnenews

Pasalnya, sebelum meninggal Nizam sempat memberikan keterangan kepada petugas medis dan kepolisian bahwa dirinya dipaksa meminum air panas oleh ibu tirinya.

Setelah video detik-detik Nizam meninggal di rumah sakit viral, TR pun diduga melakukan klarifikasi terkait dugaan kekerasan yang dilakukannya.

Beredar pesan suara diduga TR yang membantah tudiingan netizen terkait kekerasan yang dilakukannya pada Sabtu (21/2/2026).

TR mengaku tak pernah melakukan perbuatan seperti yang ditudingkan kepadanya.

"Terkait penyiraman itu tidak benar dan tidak ada. Kalaupun ada kulit yang melepuh, itu factor dari panas dalam. Tidak ada yang Namanya penyiraman air panas ataupun minum air panas, tidak pernah ada. Saya tidak kejam seperti yang dituduhkan netizen," katanya.

TR mengkalaim jika luka melepuh di tubuh Nizam akibat penyakit yang sudah lama diderita korban.

Bahkan TR menyebut Nizam menderita kanker darah leukemia dan autoimun.

"Anak meninggal karena sakit kanker darah leukemia dan autoimun. Jadi kulit melepuh itu karena factor panas dalam," bebernya.

Hasil Autopsi

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Polri, Kombes Pol dr Carles Siagian menjelaskan pihaknya mendapat laporan dari Polres Kabupaten Sukabumi adanya jenazah yang diduga korban penganiayaan pada Kamis (19/2/2026).

Berdasarkan pemeriksaan autopsi yang dilakukan tim dokter forensik, ditemukan luka bakar di sekujur tubuh korban disertai luka akibat benda tumpul.

“Kami bersama tim dokter forensik melakukan autopsi pada jenazah. Memang hasil sementara yang bisa saya sampaikan ke media bahwa terdapat luka bakar di sekujur tubuh korban. Ekstremitas di lengan, di paha, di perut. Kemudian ada luka tumpul juga di bagian bibir dan hidung pasien,” ungkap Kombes Pol dr Carles Siagian kepada tim tvOnenews pada Sabtu, (21/2/2026).

Namun, pihaknya belum bisa memberikan informasi lebih lanjut mengenai penyebab meninggalnya NS lantaran masih dilakukan pemeriksaan mendalam berdasarkan beberapa sampel organ dalam yang dikirimkan ke RS Bhayangkara Jakarta.

“Mengenai penyebab memang kami belum bisa tentukan karena luka-luka tersebut yang kami sebutkan memang tidak menyebabkan kematian. Tapi kami melakukan pemeriksaan mendalam mengambil beberapa sampel dari organ-organ dalam dan mengirimkannya dan kami sedang menunggu hasil dari Jakarta,” ujarnya.

Berdasarkan hasil autopsi sementara, terdapat luka lebam akibat benda tumpul yang nampaknya terjadi dengan jangka waktu yang belum lama.

Namun, Carles menegaskan anak tersebut dalam kondisi fisik yang cukup baik dan terawat sebelum meninggal dunia.

“Sementara memang kami lihat jangka waktunya bukan jangka waktu yang lama. Mungkin sekedar informasi, anak ini dalam kondisi fisik yang cukup baik artinya terawat, tidak kurus, rambut baik terawat. Tetapi ada luka-luka di sekujur tubuhnya,” jelas Carles.

Carles menjelaskan memang pihaknya menaruh kecurigaan pada sejumlah keanehan yang terdapat pada organ-organ dalam NS.

Akan tetapi, Carles masih belum bisa menjelaskan secara pasti apakah kecurigaan tersebut merupakan penyebab kematian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dari organ-organ dalam memang ada kecurigaan, tetapi kami belum bisa menentukan apakah ini karena sebuah penganiayaan. Karena ada beberapa kondisi juga yang juga menyebabkan organ dalam mengalami perubahan, salah satunya adalah penyakit,” terangnya.

Pihaknya hingga kini masih menunggu hasil dari RS Bhayangkara Jakarta apakah tanda kecurigaan tersebut timbul akibat dari penyakit atau sebuah penganiayaan. (kmr/muu)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral