News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga! Nasib Suami Dwi Sasetyaningtyas di Ujung Tanduk Usai Terseret Polemik Anak Jadi WNA Inggris, Dana Beasiswa LPDP Terancam Dikembalikan

Kasus ini bermula dari unggahan video Dwi Sasetyaningtyas di media sosial yang memperlihatkan anaknya memperoleh kewarganegaraan Inggris. 
Sabtu, 21 Februari 2026 - 09:51 WIB
Dwi Sasetyaningtyas bagikan kebahagiaannya lantaran anak-anaknya resmi menjadi Warga Negara Asing
Sumber :
  • ist

Jakarta, tvOnenews.com - Polemik yang menyeret nama Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas, alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), berbuntut panjang. 

Setelah video soal sang anak yang mendapat kewarganegaraan Inggris (WNA Inggris), kini sorotan publik mengarah pada status sang suami, Arya Iwantoro, yang disebut masih terikat kewajiban sebagai penerima beasiswa LPDP.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini bermula dari unggahan video Dwi Sasetyaningtyas di media sosial yang memperlihatkan anaknya memperoleh kewarganegaraan Inggris. 

Dalam video tersebut, Dwi Sasetyaningtyas mengucapkan pernyataan yang kemudian ramai dipersoalkan warganet karena dianggap merendahkan identitas sebagai warga negara Indonesia (WNI).

Cuplikan video itu dengan cepat menyebar di berbagai platform. Banyak pengguna media sosial mengkritik pernyataan Dwi Sasetyaningtyas karena dinilai tidak mencerminkan semangat kebangsaan, terlebih ia merupakan penerima beasiswa yang pendanaannya bersumber dari dana publik. 

Sejumlah komentar juga mempertanyakan komitmen kontribusi kepada Indonesia yang menjadi kewajiban penerima LPDP.

Nama Dwi Sasetyaningtyas pun menjadi perbincangan luas. Tagar terkait LPDP sempat ramai. Warganet mendesak adanya evaluasi terhadap penerima beasiswa yang dinilai tidak menunjukkan sikap nasionalisme.

Di tengah polemik tersebut, muncul informasi bahwa suami Dwi Sasetyaningtyas, yang diketahui bernama Arya Irwantoro, juga merupakan penerima beasiswa LPDP. 

Berbeda dengan Dwi Sasetyaningtyas yang disebut telah menyelesaikan masa studi dan kewajiban kontribusinya, status sang suami dikabarkan masih dalam masa studi atau belum menuntaskan kewajiban pengabdian.

Isu ini memicu spekulasi bahwa apabila terdapat pelanggaran kontrak atau ketentuan beasiswa, dana pendidikan yang telah diterima berpotensi untuk dikembalikan sesuai aturan yang berlaku.

Menanggapi derasnya kritik, Dwi Sasetyaningtyas akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui akun media sosialnya. Dalam klarifikasinya, ia mengakui pernyataannya telah menimbulkan kegaduhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat yang menimbulkan polemik, saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia,” tulis Dwi Sasetyaningtyas

Ia menegaskan tidak memiliki niat merendahkan kewarganegaraan Indonesia dan menyebut ucapannya merupakan ekspresi emosional sebagai orang tua. Dwi Sasetyaningtyas juga menyatakan dirinya tetap bangga sebagai WNI.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral