News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Selebgram Awbimax Panas Lihat Tingkah Penerima LPDP Dwi Sasetyaningtyas, Aib Arya Iwantoro Suami Tyas Dikuliti

Sosok penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas menjadi viral di media sosial setelah mengunggah video yang menyebut kewarganegaraan anaknya.
  • Reporter :
  • Editor :
Sabtu, 21 Februari 2026 - 06:22 WIB
Kolase Dwi Sasetyaningtyas dan Awbimax
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Sosok penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas menjadi viral di media sosial setelah mengunggah video yang menyebut kewarganegaraan anaknya.

Tyas melihatkan surat resmi dari Home Office Inggris dan mengaku senang anak keduanya resmi menyandang status warga negara Inggris.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini adalah surat dari Home Office Inggris yang menyatakan kalau anak aku yang kedua sudah diterima jadi warga negara Inggris.

"Aku tahu dunia terlihat nggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," katanya.

Aksi Tyas itu sontak memancing amarah netizen, terlebih karena statusnya yang merupakan alumni penerima beasisqa LPDP.

Tak hanya Tyas, suaminya Arya Iwantoro juga kini turut menjadi sorotan. Bahkan selebgram Awbimax ikut angkat bicara 

Awbimax pun membahas soal status Arya yang belum kembali ke Indonesia untuk mengabdi.

"Suaminya itu jadi Researcher di UK karena suaminya dulu ambil Master + PhD di Netherland dan sampai sekarang belum pulang untuk pegabdian," kata Awbimax dalam akun media sosialnya.

"Also, suaminya ngelanggar code of conduct, aturan LPDP yang hanya mengizinkan almuninya untuk bekerja 2 tahun di luar sesuai bidang, meanwhile suaminya udah offer 2 years kerja di Inggris gak pulang-pulang dan mbak nya bisa stay di UK karena dapet dependent visa alias numpang ke visa ke suaminya," lanjutnya.

Diketahui, Arya merupakan lulusan Teknik Kelautan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2013 lalu.

Ia kemudian menjadi penerima beasiswa LPDP untuk studi S2 di Utrecht University, Belanda pada 2016.

Arya juga diketahui telah menyelesaikan gelar Doktoral (PhD) di universitas yang sama pada tahun 2022.

Kini Arya bekerja sebagai seorang peneliti di Inggris dan pernah menjabat sebagai Postdoctoral Research Associate di University of Exeter.

Nama Arya Iwantoro juga kinintak luput dari kritikan karena dikaitkan dengan aturan 2N+1 bagi penerima LPDP.

Diketahui, aturan ini mewajibkan setiap alumni LPDP kembali ke Indonesia dan mengabdi selama dua kali masa studi ditambah satu tahun (2N+1).

 

Sebelumnya, LPDP angkat bicara dan membongkar fakta mengejutkan soal suami Tyas, Arya Iwantoro.

"Terkait suami Saudari DS, Saudara AP, yang juga menjadi perhatian publik dan merupakan alumni LPDP, yang bersangkutan diduga belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya menamatkan studi," tulis akun lpdp_ri.

"LPDP saat ini melakukan pendalaman internal terkait dugaan tersebut. LPDP tengah melakukan pemanggilan kepada Saudara AP untuk meminta klarifikasi," sambungnya.

Terkait hal tersebut, LPDP akan memberikan sanksi kepada Arya jika kontribusi dalam programnya tidak terpenuhi.

"Serta akan melakukan proses penindakan dan pengenaan sanksi sampai pengembalian seluruh dana beasiswa apabila terbukti bahwa kewajiban berkontribusi di Indonesia belum dipenuhi," lanjutnya.

"LPDP berkomitmen untuk menegakkan aturan secara adil, konsisten, dan bertanggung jawab kepada seluruh awardee dan alumni, serta terus menjaga integritas institusi dalam memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia," tutup pernyataan tersebut.

Diketahui, Tyas menjadi sorotan setelah memamerkan status anaknya yang kini memiliki paspor warga negara Inggris.

“Aku tahu dunia terlihat enggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” ucap Tyas mengutip akun X @blaugrana1O. 

"Jujur, kalau aku sih memang capek jadi WNI. Tapi, sebagai penerima beasiswa uang rakyat, sudah seharusnya aku menyuarakan kepentingan rakyat," ucap Tyas.

Video tersebut langsung viral dan mendapatkan banyak kecaman dari netizen.

Banyak yang menyayangkan tindakan Tyas yang merupakan alumni LPDP namun dianggap justru menjelekkan status WNI.

Setelah video tersebut viral, Tyas akhirnya meminta maaf.

"Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi," tulis Tyas. 

Lalu siapa sebenarnya Dwi Sasetyaningtyas? Berikut tvOnenews rangkum soal sosok Tyas.

Tyas bukanlah orang sembarangan, ia dikenal sebagai aktivis sosial di Indonesia.

Ia menempuh pendidikan di Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) sebelum akhirnya menerima beasiswa LPDP ke Delft University of Technology, Belanda mengambil jurusan Sustainable Energy Technology.

Dari tahun 2015 hingga 2017 Tyas menempuh pendidikan dengan beasiwa LPDP. Setelah lulus ia mengaku kembali ke Indonesia dan memberikan pengabdian.

"Selama enam tahun aku menetap di Indonesia untuk memenuhi kewajiban sebagai penerima beasiswa dan berkontribusi kembali untuk Indonesia dan masih berlangsung hingga hari ini," ungkap Tyas dalam akun Instagramnya.

Tyas diketahui membuat platfom pengembangan energi surya di Pulau Sumba secara gratis.

Ia juga memiliki bisnis untuk mendukung UMKM. Tyas juga dikenal sebagai pemilik platform Kawan Kompos untuk pengelolaan sampah organik.

Tak hanya itu, sosok Tyas diketahui sebagai orang yang menginisasi penanaman 10 ribu pohon bakau di berbagai pesisir pantai di Indonesia. 

Tyas juga berperan aktif dalam pembangunan sekolah di NTT.

Ia kemudian pergi ke Inggris karena mendampingi suaminya yang bekerja sebagai Research Consultant di University of Plymouth.

Ia dan suami dikaruniai seorang anak yang akhirnya memiliki hak sebagai WNA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Anakku yang kedua memiliki hak dua warga negara karena lahir di Inggris sehingga memiliki dua paspor Indonesia dan Inggris yang sah diakui dan dilindungi secara hukum oleh dua negara," ucap Tyas.

"Saya masih bayar pajak di Indonesia seperti kalian semua," lanjut Tyas.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi tegur kontraktor yang bangun gedung memakan jalan provinsi tanpa IMB. Proyek harus dibongkar, ia sebut kontraktor ‘Bapak Pelit'. Simak beritanya!
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok, 10 April 2026, untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Panduan strategi finansial harian.
Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, membeberkan kondisi terkini timnya jelang laga lawan Bali United pada pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.

Trending

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 10 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Panduan harian agar keputusan uang lebih bijak dan strategis.
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung imbas temuan dugaan abaikan aturan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tanpa KTP pemilik pertama.
Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Seorang pemain timnas telah memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Hal ini bisa berimplikasi kepada ketersediaannya di FIFA Matchday.
Selengkapnya

Viral