News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sejarah Berdirinya Masjid Agung Sunda Kelapa, Sempat Ditentang Pemerintah Hingga Kebangkitan Umat Islam di Kawasan Elite Jakarta Pasca G30S PKI

Sejarah panjang perjuangan pembangunan Masjid Agung Sunda Kelapa yang berlokasi di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat.
Kamis, 19 Februari 2026 - 20:30 WIB
Suasana di Masjid Agung Sunda Kelapa, di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Jakarta, tvOnenews.com - Sejarah panjang perjuangan pembangunan Masjid Agung Sunda Kelapa yang berlokasi di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat.

Sebagaimana diketahui, sejak dahulu Menteng merupakan kawasan elite dari zaman Belanda hingga kemerdekaan Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan kala itu, Indonesia sudah merdeka namun kawasan Menteng masih steril dari pembangunan masjid.

Suasana di Masjid Agung Sunda Kelapa, di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026).
Suasana di Masjid Agung Sunda Kelapa, di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Oleh karena itu, pada tahun 1950-an, ada inisiatif dari para warga yang tinggal di Menteng untuk membangun masjid sebagai rumah ibadah. Akan tetapi, upaya tersebut selalu kandas hingga periode 1960-an.

“Jadi, tahun 1950-an itu mau dibangun (masjid), tapi tidak boleh sama pejabat waktu itu, karena masih berada di zaman kolonial. Apalagi area Menteng kan kalau enggak pengusaha, ya penguasa,” kata Sekretaris Masjid Agung Sunda Kelapa, Muhammad Reno Fathur Rahmad, kepada tvOnenews.com, Kamis (19/2/2026).

Berdasarkan literatur Menyalakan Pelita Membagi Cahaya Masjid Agung Sunda Kelapa, disebutkan pada pertengahan 1960-an umat Islam harus berurusan dengan kader dan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang anti-Islam.

Suasana di Masjid Agung Sunda Kelapa, di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026).
Suasana di Masjid Agung Sunda Kelapa, di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Setelah peristiwa yang dikenal sebagai G30S PKI itu berakhir, umat Islam bangkit dan seharusnya memanfaatkan momentum tersebut untuk merealisasikan pembangunan masjid di kawasan Menteng.

Akan tetapi, harapan itu pun masih menghadapi kendala. Imej Menteng sebagai kawasan yang memiliki taman pertama di Indonesia menjadi landasan kuat petinggi menolak memberikan izin.

Mereka menilai jika lanskap Menteng yang cantik akan tercederai apabila ada pembangunan masjid di taman. Sementara itu, taman merupakan satu-satunya peluang mendapykan lahan untuk pendirian masjid.

Salah satu penggagas pendirian masjid di kawasan Menteng adalah H.B.R. Motik dan tetangganya bernama Subhan. Mereka adalah warga muslim yang tinggal di sekitar Taman Sunda Kelapa sejak tahun 1951.

Mereka sempat menemui pejabat pemerintahan DKI Jakarta kalar itu untuk meminta izin pembangunan masif di sekitar Taman Sunda Kelapa. Akan tetapi ide tersebut mendapat respons yang kurang baik.

“Wat? Eeh moskee in Taman Sunda Kelapa? Neen, dat ontsiert de stad (apa? Masjid di Taman Sunda Kelapa? Tidak, itu merusak kota),” kata Motik menirukan pejabat tersebut berbicara dalam bahasa Belanda, dikutip dari literatur Perjalanan 50 Tahun Masjid Sunda Kelapa.

Harapan pun kembali muncul pasca peristiwa G30S PKI, ada bayangan mengalihfungsikan Gedung Adhuc Stat (sekarang Gedung Bappenas) menjadi masjid.

Suasana di Masjid Agung Sunda Kelapa, di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026).
Suasana di Masjid Agung Sunda Kelapa, di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Hal ini dikarenakan, pada saat itu dalam suasana Ramadan, massa mahasiswa yang sedang melakukan aksi demonstrasi menentang pemerintah dan menggelorakan anti-PKI bersama masyarakat akan menyelenggarakan tarawih di Wisma Ahmad Yani di Jalan Diponegoro No.1 atau di seberang Gedung Adhuc Stat.

Namun karena tempatnya tidak mampu menampung banyaknya jemaah, salat tarawih akhirnya dipindahkan ke Gedung Adhuc Stat.

Momentum terbaik mengalihfungsikan Gedung Adhuc Stat menjadi masjid ketika saat itu Presiden Soekarno melakukan perombakan kabinet secara masif.

Selain Kabinet Dwikora II yang dirombak menjadi Kabinet Dwikora III, pemerintahan DKI Jakarta pun dirombak dengan penunjukan Ali Sadikin sebagai gubernur baru oleh Soekarno.

Ali Sadikin pun dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 1966, menjadi tokoh pembaruan di DKI Jakarta.

Saat itu, Ali Sadikin membagi wilayah DKI Jakarta menjadi lima wilayah administrasi lewat Kepgub Jakarta Nomor 1b3/1/1/66 pada Agustus 1966. Di mana wilayah Menteng masuk ke dalam wilayah administrasi Jakarta Pusat.

Harapan untuk membangun masjid di kawasan Menteng pun kian bergejolak. Lewat komunikasi intens yang dilakukan akhirnya ada secercah harapan, Ali Sadikin meminta pembentukan Panitia Pendirian Masjid Raya di Menteng, dan Motik berperan sebagai Ketua Panitia kala itu.

Hingga memasuki tahun 1967, akhirnya upaya pembangunan masjid mendapat restu dari Ali Sadikin. Dia memberi izin tanah pemerintah digunakan sebagai pijakan rumah ibadah umat muslim.

“Jadi ini tanahnya pemerintah, tetapi dibangun pakai dana swadaya masyarakat. Akhirnya dapat dibangun, pada tahun 1968 peletakan batu pertama, kemudian tahun 1971 selesai dibangun,” kata Reno.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu tercetus lah nama Masjid Agung Sunda Kelapa dengan SK Wali Kota Jakarta Pusat Eddy Djadjang karena hingga saat ini status tanah masih kepemilikan pemerintah.

Masjid ini diberi nama Sunda Kelapa karena sebelumnya ini merupakan Taman Sunda Kelapa.(agr/raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kepercayaan Diri Tinggi! Bali United Siap Lanjutkan Tren Positif di Kandang Persita

Kepercayaan Diri Tinggi! Bali United Siap Lanjutkan Tren Positif di Kandang Persita

Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengaku skuadnya dalam kondisi menakutkan untuk lawan jelang menghadapi Persita Tangerang.
PSEL Jadi Solusi Strategis: Ditargetkan Kurangi 33.000 Ton Sampah Per Hari pada 2029 dan Hasilkan Listrik

PSEL Jadi Solusi Strategis: Ditargetkan Kurangi 33.000 Ton Sampah Per Hari pada 2029 dan Hasilkan Listrik

Pemerintah mematok target besar dalam penanganan masalah limbah nasional melalui pembangunan instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). 
Semangat Kartini Tak Pernah Padam: Begini Wujudnya di Kehidupan Perempuan Indonesia Saat Ini

Semangat Kartini Tak Pernah Padam: Begini Wujudnya di Kehidupan Perempuan Indonesia Saat Ini

Kisah dari pesisir Rembang menegaskan bahwa semangat Kartini tidak berhenti sebagai sejarah. Ia terus hidup dalam tindakan nyata perempuan Indonesia yang berani
KKHI Madinah Siaga 24 Jam, Kemenhaj Pastikan Layanan Kesehatan Jemaah Haji Terjamin

KKHI Madinah Siaga 24 Jam, Kemenhaj Pastikan Layanan Kesehatan Jemaah Haji Terjamin

Kementerian Haji dan Umrah memberikan jaminan bahwa fasilitas kesehatan bagi jemaah calon haji, termasuk Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) akan tersedia selama 24 jam penuh sepanjang musim haji.
Polisi Ringkus Empat Spesialis Pencurian Modus Ganjal ATM di Cipayung, Beraksi Tujuh Kali Hingga ke Jawa Tengah

Polisi Ringkus Empat Spesialis Pencurian Modus Ganjal ATM di Cipayung, Beraksi Tujuh Kali Hingga ke Jawa Tengah

Polres Metro Jakarta Timur meringkus empat speasialis pencurian modus ganjal ATM yang beraksi di salah satu ATM gerai ritel modern, daerah Cipayung, Jakarta Timur, pada Kamis (19/4) pagi.
5 Weton Ini Diramal Paling Apes pada 24 April 2026, Hindari Bepergian Jauh?

5 Weton Ini Diramal Paling Apes pada 24 April 2026, Hindari Bepergian Jauh?

Berdasarkan perhitungan, ada lima weton yang diprediksi akan mengalami hari yang cukup berat atau "apes" dalam hal finansial, kesehatan, maupun hubungan sosial.

Trending

PSEL Jadi Solusi Strategis: Ditargetkan Kurangi 33.000 Ton Sampah Per Hari pada 2029 dan Hasilkan Listrik

PSEL Jadi Solusi Strategis: Ditargetkan Kurangi 33.000 Ton Sampah Per Hari pada 2029 dan Hasilkan Listrik

Pemerintah mematok target besar dalam penanganan masalah limbah nasional melalui pembangunan instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). 
Semangat Kartini Tak Pernah Padam: Begini Wujudnya di Kehidupan Perempuan Indonesia Saat Ini

Semangat Kartini Tak Pernah Padam: Begini Wujudnya di Kehidupan Perempuan Indonesia Saat Ini

Kisah dari pesisir Rembang menegaskan bahwa semangat Kartini tidak berhenti sebagai sejarah. Ia terus hidup dalam tindakan nyata perempuan Indonesia yang berani
Kepercayaan Diri Tinggi! Bali United Siap Lanjutkan Tren Positif di Kandang Persita

Kepercayaan Diri Tinggi! Bali United Siap Lanjutkan Tren Positif di Kandang Persita

Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengaku skuadnya dalam kondisi menakutkan untuk lawan jelang menghadapi Persita Tangerang.
Sejalan dengan Dedi Mulyadi, Kadisdik Jawa Barat akan Beri Sanksi Selama 3 Bulan pada Siswa SMAN 1 Purwakarta

Sejalan dengan Dedi Mulyadi, Kadisdik Jawa Barat akan Beri Sanksi Selama 3 Bulan pada Siswa SMAN 1 Purwakarta

Gubernur Dedi Mulyadi ikut menyoroti kasus siswa SMAN 1 Purwakarta waktu lalu. Siswanya acung jari tengah ke guru
Hasil Bursa Transfer Pemain FA Liga Voli Korea 2026-2027: Jung Ho-young Satu-satunya Pemain yang Pindah Klub, Yeum Hye-seon Bertahan di Red Sparks

Hasil Bursa Transfer Pemain FA Liga Voli Korea 2026-2027: Jung Ho-young Satu-satunya Pemain yang Pindah Klub, Yeum Hye-seon Bertahan di Red Sparks

Berikut hasil bursa transfer pemain agen bebas (Free Agent/FA) untuk Liga Voli Korea 2026-2027, di mana Yeum Hye-seon bertahan di Red Sparks sedangkan Jung Ho-young satu-satunya pemain yang pindah klub secara resmi.
Bung Ropan Mulai Curiga usai FIFA Undang PSSI ke Kanada, Timnas Indonesia Siap-siap Dapat Kabar Baik

Bung Ropan Mulai Curiga usai FIFA Undang PSSI ke Kanada, Timnas Indonesia Siap-siap Dapat Kabar Baik

Bung Ropan curiga dengan agenda FIFA yang mengundang PSSI ke Kanada. Apakah pertemuan tersebut akan membawa kabar baik untuk Timnas Indonesia di ASEAN Cup?
Bursa Transfer Juventus: Emil Audero Terima Kabar Baik, Bianconeri Ambil Keputusan Begini soal Kiper Musim Depan

Bursa Transfer Juventus: Emil Audero Terima Kabar Baik, Bianconeri Ambil Keputusan Begini soal Kiper Musim Depan

Juventus dilaporkan sudah mengambil keputusan mengenai susunan penjaga gawangnya di  musim depan. Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, bisa jadi menerima kabar baik jelang bursa transfer musim panas.
Selengkapnya

Viral