Kejuaraan Dai & Daiyah Masa Depan Piala Gubernur Jakarta Resmi Digelar, Lebih dari 200 Peserta Ikuti Audisi
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Kejuaraan Dai & Daiyah Masa Depan memperebutkan Piala Gubernur Jakarta tingkat pelajar SMA/SMK/MA se-DKI Jakarta resmi hadir sebagai ajang pencarian talenta muda yang mampu membawa cahaya Islam di tengah dinamika kota.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan one.news, serta didukung oleh Bank Jakarta dan Baznas Bazis Jakarta.
Audisi perdana telah berlangsung sejak pagi hari di Terowongan Kendal (area dekat pintu KRL Sudirman dan MRT Dukuh Atas) dan diikuti lebih dari 200 peserta dai dan daiyah.
Pemilihan lokasi audisi di ruang publik saat Car Free Day ditegaskan sebagai bagian dari syiar, sekaligus menguji kesiapan peserta membawakan dakwah secara langsung di hadapan masyarakat.
Dalam sambutan pembukaan, Nurjaman Mochtar, penanggung jawab one.news menekankan bahwa audisi di Car Free Day dirancang untuk syiar dan relevansi dakwah di ruang publik.
"Pada masa Rasulullah SAW, dakwah juga dilakukan di berbagai tempat, termasuk ruang-ruang aktivitas masyarakat seperti pasar," tutur Nurjaman.
Ia juga menegaskan pentingnya memastikan kesiapan peserta untuk menyampaikan dakwah secara langsung, tidak hanya dari mimbar sekolah tetapi juga di ruang publik dan ekosistem media sosial.
Dukungan juga disampaikan oleh jajaran Baznas Bazis Jakarta, yakni Ketua Baznas Bazis Jakarta Akhmad H. Abubakar dan Wakil Ketua II Baznas Bazis Jakarta Muhammad Bahaudin, yang juga berbicara langsung dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya ajang ini sebagai ruang lahirnya dai dan daiyah muda yang berkualitas, sekaligus relevan dengan tantangan zaman.
Mewakili Kadiskominfotik Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Sandi Adam juga menyebut acara ini bisa menjadi barometer baru dalam lomba dakwah di Jakarta, serta sarana untuk penguatan nilai dakwah, menghasilkan dai dan daiyah yang kompeten, berwawasan luas, dan memiliki kecintaan terhadap tanah air.
Seleksi oleh 4 Juri dari Lembaga Keagamaan dan Pemerintah
Proses audisi hari ini menghadirkan empat juri untuk menilai kemampuan peserta dari aspek materi, penyampaian, dan kesiapan tampil di ruang publik:
1. Dr. Agus Suprayogi, M.Si. (MUI Pusat)
2. H. Herman (Pejabat Biro Dikmental Pemprov Jakarta)
3. Dr. Canra Krisna Jaya Lubis, MA (MUI Pusat)
4. H. Fathullah (Kanwil Kemenag DKI Jakarta)
Dakwah dari Sekolah ke Media Sosial, Ada Hadiah Khusus Konten Terpopuler
Kompetisi ini tidak hanya menjadi rangkaian penyambutan bulan suci Ramadan, tetapi juga membawa misi dakwah yang lebih relevan dengan konteks hari ini, dari ruang-ruang sekolah hingga platform digital.
Panitia juga menyiapkan hadiah khusus bagi peserta yang mengunggah video ke one.news dan meraih jumlah penayangan terbanyak.
Final 10 Maret di Balai Kota Jakarta
Adapun babak final, dijadwalkan berlangsung pada:
- Tanggal: 10 Maret 2026
- Lokasi: Balai Agung, Balai Kota Jakarta
Para finalis nantinya akan dinilai oleh dewan juri kaliber nasional, yaitu KH. Cholil Nafis (Wakil Ketua Umum MUI Pusat), H. Herman (Biro Dikmental Setda Provinsi DKI Jakarta), Dr. Syifa Fauzia (Ketua Umum BKMT Nasional), Ustaz Zacky Mirza (Dai nasional), Ustaz Azhari Nasution (Dai nasional), Arief Fadhil (Presenter senior tvOne), dan Seera Safira (Presenter tvOne).
Peserta terbaik yang ditetapkan dewan juri akan meraih Piala Gubernur Jakarta serta sejumlah hadiah lainnya termasuk hadiah tabungan dari Bank Jakarta.
Kompetisi ini diharapkan menjadi panggung lahirnya dai dan daiyah muda yang tidak hanya kuat dalam substansi, tetapi juga mampu menyampaikan pesan Islam secara efektif, beradab, dan relevan di tengah masyarakat urban.
"Jakarta menunggu suara kalian yang mampu berbicara dengan hati. Yang paham teknologi, tapi tetap menjaga nilai-nilai Islami," tegas Nurjaman.
Tentang Kejuaraan Dai & Daiyah Masa Depan Piala Gubernur Jakarta
Kejuaraan ini merupakan ajang pencarian bakat dai dan daiyah pelajar se-DKI Jakarta yang menggabungkan panggung offline dan kanal digital untuk membangun ekosistem dakwah muda yang adaptif, kreatif, dan berdampak. (*)
Load more